Saham

Tarif Tol Naik, Harga Saham JSMR Anjlok

saham-jsmr

Harga saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) turun pada perdagangan Senin (26/8/2019) di tengah rencana untuk menaikkan tarif tol di tiga ruas jalan tol pada 2019 ini. Berdasarkan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, saham JSMR dilepas asing sebesar Rp104,22 miliar. Para investor asing pun melepas Rp 1,58 miliar di pasar reguler.

Harga saham JSMR turun 1,75% di level Rp5.600 per saham dan sebulan terakhir turun 1,32%. Dalam enam hari perdagangan terakhir, saham operator jalan tol tersebut juga merosot 2,61%. Kendati begitu, secara year to date, saham JSMR melonjak 31% sejak awal 2019 ini.

Harga Saham Anjlok Karena Tarif Tol Naik?

Sebelumnya, manajemen JSMR menyatakan akan menaikkan tarif tol untuk tiga ruas tol pada tahun ini. Ketiga jalan tol tersebut adalah Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi), Tol Jakarta-Tangerang, dan Tol Dalam Kota Jakarta.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 115 Tahun 2005 tentang Jalan Tol disebutkan, tarif tol bisa disesuaikan setiap dua tahun dengan mempertimbangkan tingkat inflasi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Sebelumnya, Pemerintah telah menaikkan tarif tol Prof Sedyatmo atau yang dikenal dengan Tol Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pada 12 Mei 2019 lalu. Pergerakan saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) diprediksi masih menguat usai melaporkan capaian kinerja keuangan 2018 lalu.

Berdasarkan data Bloomberg, harga saham emiten berkode JSMR ini ditutup stagnan pada sesi perdagangan 18 Maret 2019 lalu. Saham tersebut kembali mendarat di harga penutupan Rp5.325.

Laju saham JSMR tercatat berada di tren positif untuk periode berjalan 2019 dengan menguat 24,42%. Saham perseroan tol milik negara itu diperdagangkan dengan Price Earning Ratio (PER) 17,57 kali dan total kapitalisasi pasar Rp38,65 triliun.

Jasa Marga Masih Mencatatkan Pertumbuhan

Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan, Frankie Wijoyo Prasetio menjelaskan, jika dilihat dari sisi laba usaha, JSMR masih mencatatkan pertumbuhan 16,5% secara tahunan. Nilai laba usaha yang diperoleh naik dari Rp4,6 triliun pada 2017 menjadi Rp5,4 triliun pada 2018.

Saham JSMR pada sesi I diperdagangkan sebanyak 2,9 juta dengan frekuensi 801 kali senilai Rp 17,37 miliar. Berdasarkan laporan keuangan semester I-2019, laba bersih perusahaan hanya naik tipis 1,35% secara year on year (yoy) menjadi Rp 1,05 triliun. Periode yang sama tahun lalu, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp1,04 triliun.

Nilai laba per saham di enam bulan pertama 2019 sedikit naik menjadi Rp146,02 per saham dari sebelumnya Rp144,07 per saham. Pendapatan perusahaan tahun ini justru lumayan besar, yaitu sebesar 25,87% yoy. Pada akhir Juni 2019, pendapatan perusahaan turun menjadi Rp13,83 triliun dari Rp18,66 triliun di akhir Juni 2018.

Turunnya pendapatan tersebut disebabkan oleh kontribusi dari pendapatan konstruksi sebesar Rp8,67 triliun. Sedangkan pendapatan tol dan usaha lainnya hanya naik sedikit menjadi Rp5,15 triliun dari sebelumnya, yaitu Rp4,78 triliun.

Update Harga Saham JSMR Desember

Pada 30 Desember 2019 kemarin, saham JSMR tercatat berada di angka Rp5.175, turun 2,36% dari harga per 27 Desember 2019. Harga ini pun lebih rendah jika dibanding harga per Agustus kemarin. Meski harga ini terus turun, tidak akan ada yang tahu apakah kedepannya akan terus turun atau melonjak, apalagi saat ini pemerintah terus melakukan proyek pembangunan tol di berbagai daerah.

Namun, perlu diperhatikan juga ketika ingin membeli saham, termasuk saham JSMR. Di mana, return atau keuntungan dari investasi saham ini tidak bisa kamu dapatkan dalam jangka pendek. Jadi, pastikan kamu tidak mengambil dana dan mencairkannya dalam waktu dekat. Kenapa? Karena, biasanya saham ini akan kamu dapatkan keuntungannya di waktu yang cukup lama, biasanya minimal 6 bulan.

Jadi, sudah siapkah kamu untuk memulai berinvestasi saham JSMR atau saham lainnya? Sebelum membelinya, cek terlebih dulu laporan keuangan perusahaan yang ingin kamu danai dan buatlah rencana investasi dengan baik, jangan lupa juga cek harga saham hari ini sebelum kamu membelinya ya. Yuk mulai investasi sekarang di Ajaib dan dapatkan keuntungan dengan nominal yang cukup banyak. Selain itu, di Ajaib kamu juga bisa belajar mengenai saham lebih banyak lagi di halaman blog Ajaib. Sehingga, kamu bisa belajar sekaligus berinvestasi dengan mudah kapan dan di mana saja!

Bacaan menarik lainnya:

Halim, A. (2005). Analisis Investasi. Jakarta: Alfabeta
Brigham, E.F., Ehrhardt, M.C. (2005). Financial Management Theory And Practice Eleventh Edition, South Western Cengage Learning, Ohio.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait