Ekonomi

Sejarah Tambang Nikel dan Daerah Penghasil Nikel Indonesia

tambang-nikel

Ajaib.co.id – Hasil tambang nikel di Indonesia termasuk terbesar di dunia. Indonesia memiliki berbagai daerah yang merupakan bagian dari penghasil nikel terbaik.

Tahukah kamu sejarah tambang nikel serta daerah penghasil nikel di Indonesia? Cek uraian berikut, yuk!

Sejarah Tambang Nikel di Indonesia

Bijih nikel kali pertama ditemukan di Sulawesi pada tahun 1917, oleh Jawatan Pertambangan tatkala melakukan eksplorasi. Salah satu hasil tambang Indonesia ini dalam kehidupan sehari-hari digunakan untuk campuran logam maupun bahan nonlogam lainnya.

Tambang nikel pertama kali dikelola oleh PT Vale pada tahun 1920, sebuah perusahaan yang menjadi saksi sejarah tambang nikel pertama di Indonesia.

Eksplorasi tambang nikel ini dilakukan pada saat periode kemerdekaan semasa kepemimpinan Presiden Ir Soekarno. PT Vale yang kala itu bernama PT International Nickel Indonesia secara resmi didirikan pada tahun 1968. Dengan mengantongi Kontrak Karya (KK) yang merupakan lisensi dari pemerintah Indonesia yang diberikan kepada perusahaan tersebut guna melakukan penambangan dan pengolahan bijih nikel.

Lokasi pertama yang didirikan PT Vale saat itu berada di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Perusahaan tambang nikel pertama ini memiliki hak eksklusif di beberapa wilayah yang telah ditentukan di Sulawesi. Mereka melakukan pengolahan, penimbunan dan penjualan mineral lainnya terkait nikel berdasar kesepakatan yang tercantum pada KK.

Perusahaan multitambang yang merupakan pemimpin global dalam produksi bijih nikel ini berpusat di Brasil. Pada saat ini, PT Vale beroperasi dalam naungan kontrak yang diamendemen pada 17 Oktober 2014 sampai 28 Desember 2025. 

Sebagaimana dilansir dari Kompas.com, wilayah konsesi PT Vale yaitu seluas 118.017 hektare (ha). Secara perinci, lahan konsesi tersebut terletak di Sorowako dengan luas 70.566 ha, Pomalaa, Sulawesi Tenggara seluas 24.752 ha, serta Bahodopi, Sulawesi Tengah, seluas 22.699 ha.

Lebih lanjut mengenai jumlah produksi bijih nikel secara nasional, sebagaimana data desdm.bantenprov.go.id, tercatat pada tahun 1959 produksi nikel diproduksi sebesar 7,9 ribu ton. Sampai pada tahun 1962 jumlah produksi meningkat menjadi 10,78 ribu ton.

Permintaan akan hasil tambang nikel terus bertambah, tak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik namun juga pasar ekspor. Pada tahun 1966, pasar ekspor hasil tambang nikel pertama kali dibuka. Dalam sejarah tambang nikel tercatat 133,65 ribu ton hasil tambang nikel  yang dikirim ke luar negeri.

Daerah Penghasil Tambang Nikel

Sejumlah daerah penghasil nikel terbesar di dunia sebagaimana dikutip dari booklet yang dirilis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), ternyata berada di Indonesia. Cadangan nikel Indonesia sebesar 72 juta ton nikel atau setara 52% dari jumlah cadangan nikel dunia yaitu 139.419.000 ton nikel.

Sejumlah daerah yang menyimpan harta karun hasil tambang nikel yaitu berada di:

1.     Luwu Timur, Sulawesi Selatan

Daerah penghasil nikel ini memiliki luas wilayah 6.944,98 km persegi. Ada dua kecamatan yang terkenal dengan daerah penghasil nikel, yaitu kecamatan Malili dan Nuha. Adalah PT Vale yang memiliki legal formal pengelolaan sumber nikel di Kecamatan Nuha, Desa Sorowako. PT Vale merupakan perusahaan pertambangan nikel terbesar dunia yang berada di Indonesia.

2.     Kolaka, Sulawesi Tenggara

Kabupaten ini memiliki luas wilayah 2.959 km persegi, namun kemudian mengalami dua kali pemekaran wilayah di area utara dan timur. Pada saat ini wilayah Kolaka memiliki luas sebesar 3.283,59 km persegi yang mencakup daratan dan kepulauan.

Daerah penghasil nikel yang satu ini berada di Kecamatan Pomalaa dan Latambaga. Di mana perusahaan tambang terbesar yang berada di daerah tersebut merupakan perusahaan dalam negeri milik negara, yaitu PT Aneka Tambang.

3.     Morowali, Sulawesi Tengah

Sumber penghasil nikel selanjutnya yakni berada di Morowali, Sulawesi Tengah. Kawasan yang memiliki luas wilayah 3.037 km persegi ini berpenghuni sebanyak 158.510 jiwa per tahun 2020. Wilayah ini masuk dalam daftar daratan dengan sumber kandungan nikel terbesar di Indonesia.

Pertambangan nikel yang berada di Kabupaten ini tersebar di beberapa wilayah, di antaranya daerah Bahadopi, Bungku Timur, Bungku Pesisir, dan Petasia Timur.

4.     Halmahera Timur, Maluku Utara

Berpindah dari Pulau Sulawesi, di Maluku tepatnya wilayah Halmahera Timur juga menjadi lokasi dari sumber nikel terbesar yang dimiliki Indonesia. Sebaran sumber nikel di wilayah Halmahera Timur dapat ditemukan di Kecamatan Maba dan Wasilei.

Di lokasi ini terdapat pabrik peleburan yang memproses reduksi bijih nikel yang nantinya menjadi logam yang dapat dimanfaatkan. Tambang nikel yang berada di wilayah ini menjadi salah satu sumber perekonomian dan pendapatan bagi masyarakat sekitar Halmahera Timur.

5.     Pulau Gag, Papua Barat

Berada di ujung timur Indonesia, Pulau Gag, Papua juga kaya akan hasil nikel. Sumber nikel terdapat di Pulau Gag yang berada di gugusan Kepulauan Raja Ampat. Pertambangan yang beroperasi di wilayah Pulau Gag dikelola oleh PT Aneka Tambang melalui anak usahanya PT Gag Nikel.

Kegiatan pertambangan yang dilakukan di wilayah ini hanya sebatas eksplorasi bagi kepentingan pengambilan sampel serta observasi nikel di tanah air.

Sejumlah daerah tersebut merupakan surga nikel di Indonesia. Seiring laju produksi hasil tambang nikel, sudah seharusnya seiring pula dengan laju pemeliharaan lingkungan di daerah tambang. 

Penetapan daerah penghasil nikel sebagai hutan lindung, merupakan upaya yang dapat menjaga kelestarian daerah salah satunya di Pulau Gag, Papua. Menjaga lingkungan area tambang bukan hanya tugas para pengelola namun juga semua pihak.

Artikel Terkait