Saham

Saham SRIL dan Potensinya untuk Jangka Panjang, Menjanjikan?

saham sril

Ajaib.co.id – Jika kamu ingin berinvestasi pada saham SRIL, ada baiknya kamu baca ulasan berikut ini. Pasalnya, redaksi Ajaib akan mengulas proyeksi saham SRIL untuk investasi jangka panjang. Yuk disimak!

Lebih dari sejumlah 50 persen penjualan Sritex dikethaui berasal dari pasar ekspor sehingga perseroan bisa menerapkan sistem lindung nilai atau hedging secara alami. Hal ini yang tentunya membuat Sritex (SRIL) tahan terhadap fluktuasi kurs. Emiten tekstil perusahaan PT Sri Isman Rezeki Tbk. (SRIL) atau Sritex juga menyatakan kinerja perseroan tidak akan terdampak dari tren penguatan nilai tukar rupiah.

Sementara untuk fluktuasi kurs, perusahaan menegaskan tidak berdampak signifikan terhadap perseroan karena perseroan sudah menerapkan lindung nilai atau hedging yang dilakukan secara alami. Dengan kata lain, maka sebagian dari pendapatan maupun pengeluaran perseroan dapat dilakukan dalam denominasi pada mata uang yang sama.

Perseroan juga selanjutnya sangat mampu dalam meraup pendapatan dalam denominasi valuta asing karena porsi penjualan ekspor mencapai 60 persen. Pada tahun ini perusahaan juga masih menguasahakan capaian dan target 60 persen ekspor bisa tercapai.

Di sisi lainnya, emiten dengan bersandi saham SRIL itu juga memiliki prospek yang tidak terimbas dalam pembatasan akses impor bahan baku dari China. Pasalnya, pada sebauh sumber bahan baku yang didatangkan dari luar negeri yang cukup beragam dari negara-negara pengimpor bahan baku, tidak hanya dari China.

kamu perlu mengetahui bahwa wabah virus corona atau Covid-19 di Negeri kamu sudah menimbulkan dampak ke dalam berbagai sektor. Ini terlihat mulai dari pembatasan penerbangan sampai dengan hambatan pengiriman barang dari dan ke luar China.

Namun demikian pada dasarnya saham SRIL  juga mengalokasikan belanja modal di kisaran 40 juta dollar AS sampai dengan 45 juta dollar AS. Alokasi ini tersebut pada dasarnya berasal dari kas internal yang mana nantinya akan digunakan untuk pemeliharaan mesin. Di samping itu juga emiten dengan kode SRIL juga membidik pertumbuhan perusahaan tahun 2020 bisa berada di kisaran 7 persen hingga 9 persen pada tahun ini.

Diketahui dalam preiode Januari sampai dengan September 2019, perusahaan SRIL membukukan penjualan senilai 895,08 juta dollar AS atau tumbuh 17,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Sementara itu, laba bersih terus tumbuh tipis 2,45 persen menjadi 72,22 juta dollar AS.

Perusahaan yang saat ini juga memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp4,29 triliun ini ditutup pada zona merah dengan penurunan saham SRIL sebesar 4 poin atau 1,87 persen menjadi Rp210. Adapun juga pada pembukaannya, harga saham SRIL sempat rebound pada level Rp218 setelah sebelumnya berada pada level Rp214 untuk hari sebelumnya.

Perusahaan Sritex (SRIL) juga membidik pertumbuhan penjualan meningkat sebanyak 9 persen. Ini dilakukan dengan target pertumbuhan sebesar 7 hingga 9 persen tahun ini dan perseroan mengusahakan komposisi penjualan ekspor sebesar 60 persen.

Perusahaan yang bergerak pada usaha tekstil, ini juga menjelan memasuki periode Ramadhan dan lebaran perusahaan akan berusaha semasimal mungkin untuk mencapai utilisasi yang penuh dan maksimal.

Saat ini kapasitas perusaan SRIL sudah mencapai sudah mencapai 98 persen. Menjelang bulan suci Ramadhan dan lebaran yang masuk pada kuartal II tahun 2020 pun perseroan menilai tidak memiliki kendala dalam produksi.

Dikatan bahwa perusaan dalam mendekati bulan suci Ramadhan ini sifatnya cyclical dimana perusahaan sudah berupaya untuk expected dalam penambahan produksinya, karena perusahaan sudah hampir mentok dalam utilisasinya dan terus mencoba maksimalkan sampai dengan 100 persen.

Perusahaan juga terus membidik dalam pertumbuhan pendapatan dan laba single digit pada tahun 2020 ini. Target pertumbuhan, pendapatan dan laba tahun itu juga berkisar antara 6 persen sampai dengan 8 persen.

Selanjutnya, target yang dipasang oleh emiten berkode saham SRIL ini juga tergolong masih konservatif dimana, perseroan juga masih mengantisipasi ketidakpastian global yang kedepannya mungkin akan berdampak terhadap penjualan Sritex pada tahun ini.

Sementara untuk margin dipertahankan dengan banyak fokus ke produk added value tinggi. Selama periode Januari sampai dengan September 2019, SRIL membukukan penjualan senilai 895,08 juta atau tumbuh 17,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Sementara itu, laba bersih hanya tumbuh tipis 2,45 persen dari total 70,49 juta dollar AS menjadi 72,22 juta dollar AS yang mana pertumbuhan ini berdasarkan kinerja positif perseroan yang didorong oleh penjualan ke Amerika Serikat (AS) yang meningkat pesat dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018.

Sritex juga dikatakan akan memperluas pasar ekspor di antaranya dengan meningkatkan penjualan-penjualan ke Afrika, Jepang, dan AS. Apalagi saat ini perang dagang AS dan China memberikan peluang kepada Indonesia untuk meningkatkan ekspor tekstil ke AS.

Dengan memanfaatkan permintaan dari AS yang sudah mulai terlihat sejak awal 2019, dalam bentuk benang dan pakaian jadi diharapkan pertumbuhan tahun ini bisa positif. Perusahaan juga memasok bahan baku untuk merek-merek ternama seperti merek Disney dan Costco.


 Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait