Analisis Saham

Bedah Peluang Saham ERAA di 2024, Layak Dikoleksi?

Bedah Peluang Saham ERAA di 2024, Layak Dikoleksi?

Ajaib.co.id – Bagi kamu yang hobi koleksi handphone terbaru pasti sudah tidak asing lagi bukan dengan gerai Erafone hingga iBox? Jangan cuma koleksi handphonenya saja, kamu juga bisa lho jadi salah satu investornya. Penasaran dengan saham ERAA milik PT Erajaya Swasembada? Yuk kita bedah sahamnya sekarang!

Mengenal Saham ERAA

PT Erajaya Swasembada Tbk (saham ERAA) merupakan perusahaan ritel dan distribusi perangkat elektronik yang berhubungan dengan telekomunikasi dan telah berdiri sejak 08 Oktober 1996. Untuk kemudian memulai aktivitas bisnis komersialnya sejak tahun 2000.

Dilihat melalui Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup aktivitas ERAA dan anak usaha (Erajaya Group) terdiri dari bidang distribusi dan perdagangan peralatan telekomunikasi. Seperti telepon selular (izin distribusi telepon selular dari merek Xiaomi dan ASUS), Subscriber Identity Module Card (“SIM Card”), Voucher untuk telepon selular hingga aksesoris serta gadget seperti komputer dan perangkat elektronik lainnya.

Sebagai informasi, di bawah bendera Erajaya Group sudah menjalin kemitraan dengan 14 merek global, yaitu, Acer, Apple, Asus, BlackBerry, Dell, HTC, Huawei, Lenovo, LG, Motorola, Nokia, Samsung, Sony, dan Xiaomi. ERAA juga memasarkan merek produk sendiri yaitu, Venera. Selain itu Erajaya Group juga bekerja sama dengan operator jaringan selular, yaitu Telkomsel, Indosat, dan XL.

Adapun untuk beberapa gerai yang dimiliki Erajaya Group di antaranya, Erafone Megastore, gerai iBox dan gerai AndroidNation.

Kemudian pada 02 Desember 2011, ERAA mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam-LK. Pernyataan ini untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham ERAA (IPO) kepada masyarakat sebanyak 920.000.000 dengan nilai nominal Rp500,- per saham. Dengan harga penawaran Rp1.000,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 14 Desember 2011.

Kinerja Saham ERAA

Dilansir dari CNBC Indonesia, emiten penjual perangkat telekomunikasi selular PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatat pereolehan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp856,86 miliar pada tahun buku 2023.

Laba ERAA mengalami penurunan sebesar 20,44% secara tahunan atau year on year (yoy). Pada periode yang sama tahun lalu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,01 triliun.

Berikut data ikhtisar keuangan yang diambil dari informasi finansial perseroan 5 tahun terakhir.

KomponenQ1 202420232022202120202019
Penjualan bersih16,64 triliun60,13 triliun49,47 triliun43,46 triliun34,11 triliun32,94 triliun
Beban penjualan14,82 triliun53,73 triliun44,14 triliun38,68 triliun30,70 triliun30,09 triliun
Laba kotor 1,82 triliun6,40 triliun5,32 triliun4,77 triliun3,41 triliun2,84 triliun
Laba bersih 255,26 miliar826,04 miliar1,01 triliun1,01 triliun612,00 miliar295,06 miliar
Total aset24,96 triliun
20,44 triliun17,05 triliun11,37 triliun11,21 triliun9,74 triliun
Total ekuitas8,41 triliun8,13 triliun7,20 triliun6,46 triliun5,40 triliun4,8 triliun
Total liabilitas16,55 triliun12,31 triliun9,85 triliun4,90 triliun5,80 triliun4,92 triliun

Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), penurunan laba ERAA disebabkan adanya kenaikan pada pos beban pokok penjualan, beban penjualan dan distribusi, beban umum dan administrasi.

Beban pokok penjualan tampak melonjak menjadi Rp53,69 triliun pada 2023 dibanding Rp44.10 triliun pada tahun 2022, kemudian beban pokok penjualan, beban penjualan dan distribusi naik jadi Rp2,66 triliun dari Rp2,18 triliun.

Sementara dari sisi top line, penjualan neto tercatat tumbuh sebesar 22,44% yoy menjadi Rp60,13 triliun pada tahun 2023 dari Rp49,47 triliun pada periode yang sama tahun 2022. Penurunan laba bersih menyebabkan laba per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk anjlok menjadi Rp52,34 dibanding Rp63,87 pada tahun 2022.

Dari sisi neraca, Perseroan berhasil mencatat pertumbuhan menjadi Rp20,44 triliun per 31 Desember 2023, tumbuh 17,64% yoy dari Rp17,05% per 31 Desember 2022.

Meski begitu dari sisi liabilitas tercatat kenaikan menjadi Rp12,31 triliun per 31 Desember 2023 dari posisi Rp9,83 triliun per 31 Desember 2022. Sedangkan jumlah ekuitas naik menjadi Rp8,13 triliun dibanding Rp7,20 triliun pada tahun buku sebelumnya.

Jika dilihat dari rasio keuangannya memang kondisi bisnis ERAA saat ini masih cukup sehat. Karena terhitung masih memperoleh laba bersih dan mulai menunjukkan peningkatan. Berikut data yang diambil dari rasio keuangan saham ERAA 4 tahun terakhir.

RasioQ1 2024Q1 2023Q1 2022Q1 2021
Return on Equity (RoE)3,36%3,39%4,58%4,94%
Return on Assets (RoA)1,02%1,14%2,08%2,32%
Gross Profit Margin (GPM)11,04%10,7%11,14%11,05%
Operating Profit Margin (OPM)2,78%3,17%4,11%4,23%
Net Profit Margin (NPM)1,53%1,59%2,57%2,56%
Current Ratio (CR)112,45%110,51%128,87%140,50%
Debt to Equity Ratio (DER)218,00%191%115,00%108%

Riwayat Pembagian Dividen Saham ERAA

Dividen menjadi salah satu faktor yang sering dijadikan pertimbangan bagi para investor sebelum membeli suatu saham. Saham ERAA termasuk salah satu emiten yang rajin bagi-bagi dividen. Berikut ini riwayat pembagian dividen saham ERAA dalam 10 tahun terakhir.

TahunDividenJenisImbal Hasil
202319Tahunan3,86%
202222,8Tahunan4,47%
202113,8Tahunan2,28%
201950Tahunan4,74%
201838Tahunan2,22%
201720Tahunan3,25%
201620Tahunan3,10%
201520Tahunan3,77%
201360Tahunan2,24%

Pada pertengahan 2023 lalu, saham ERAA telah membagikan dividen tunai sebesar Rp299 miliar. Nilai tersebut setara dengan dari laba bersih tahun buku 2022 senilai Rp1,07 triliun. Di tahun lalu, pemegang saham ERAA memperoleh dividen senilai Rp19 per saham.

Wakil Direktur Utama Erajaya Swasembada Hasan Aula menyampaikan para pemegang saham telah menyepakati penggunaan laba bersih tahun buku 2022 untuk beberapa hal. Selain dividen, ERAA mengalokasikan Rp1 miliar sebagai dana cadangan. Sementara sisa laba bersih akan digunakan untuk pengembangan bisnis Erajaya.

Prospek Bisnis ERAA Kedepannya

Emiten sektor ritel PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) optimistis kinerja apik di dalam kuartal I 2024 masih akan terus berlanjut ke kuartal II 2024. Dilansir dari Kontan, Vice President Director ERAA Hasan Aula yakin pihaknya dapat menyimpan peluang positif hingga kuartal II 2024.

Hal ini tidak lepas dari faktor seperti kesempatan tahun ajaran baru yang digunakan biasanya memacu konsumsi. Hasan juga menilai, langkah-langkah pemilihan umum yang dimaksud relatif aman, berkontribusi positif untuk iklim perekonomian yang tersebut lebih lanjut baik.

Hingga  kuartal I 2024, ERAA juga telah lama mengakomodasi capex Mata Uang Rupiah 172,6 miliar yang digunakan digunakan untuk ekspansi bisnis. ERAA belum memberikan pandangan besaran capex yang mana dialokasikan tahun ini.

Mulai Investasi di Ajaib Sekuritas Sekarang!

Sebagai aplikasi trading saham terbaik, Ajaib Sekuritas hadir untuk memberikan pengalaman trading yang lebih cepat, aman, dan handal. Yuk #JadiTraderHandal bersama Ajaib sekarang! Proses pendaftarannya mudah dan 100% online.

Ada berbagai fitur menarik yang tersedia untuk membantu Anda memaksimalkan potensi profit dari trading saham, salah satunya X-TRA Day Trading. Anda dapat menikmati X-TRA buying power hingga 7x lipat untuk maksimalkan potensi cuan.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, download aplikasi Ajaib sekarang! Untuk investor crypto, Anda juga dapat mendownload aplikasi trading Ajaib Kripto di Play Store dan App Store.


Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait