Analisa Saham

Weekly Watchlist: Saham CPO Potensial Sepekan Ke Depan (4 – 8 Oktober 2021)

Saham CPO

Saham-saham sektor komoditas patut dilirik di tengah perekonomian dunia yang cenderung membaik. Pekan lalu, harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) menguat 1,44% ke level MYR 4.505/ton.

Bila dicermati lebih lanjut, sejak awal tahun 2021 (Year to Date) harga CPO telah melesat 25,1%, utamanya karena permintaan mulai meningkat. Alhasil saham-saham emiten CPO di bursa masih patut dilirik karena potensi kinerjanya berpotensi lebih baik.

Berikut saham-saham CPO yang potensial mengalami kenaikan harga pekan ini: 

Berikut analisa teknikal yang dibuat pada harga penutupan Jumat, 1 Oktober 2021, serta sentimen positif apa saja yang mempengaruhi saham-saham tersebut dan prospek bisnis emiten tiap-tiap saham.

1. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk – LSIP

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham LSIP masih terkoreksi 8% sejak awal tahun hingga tanggal 1 Oktober 2021 pada harga Rp1.305 per lembar sahamnya;
  • Saham LSIP tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp26 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham LSIP dalam 30 hari terakhir mencapai 5.307.927 lot;
  • Dalam 30 hari terakhir kemarin total volume perdagangan saham LSIP mencapai 5.307.927, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham LSIP dari periode sebelumnya yang tercatat 3.381.405 atau ada peningkatan sebesar 156%;
  • LSIP secara kinerja masih sangat positif dimana LSIP sendiri berhasil mencatat kenaikan laba bersih pada periode kuartal II 2021 ini sebesar Rp. 502,1 miliar dan jumlah tersebut naik dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang hanya tercatat Rp. 92 miliar. Harga jual rata-rata average selling price (ASG)  crude palm oil (CPO) naik 25% you. Kemudian untuk harga jual rata-rata palm kernel naik 56% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. 

Analisis Teknikal

Sejak 27 September 2021 LSIP sudah mulai rebound memasuki fase Uptrend nya, dan berhasil breakout level Resistance dari fase Sideways nya di level 1.120. Harga di tutup diatas MA-5, MA-20, dan MA-50 nya. Seiring dengan volume naik signifikan LSIP berpotensi menguji Resistance terdekat di level 1.360, cut loss jika break di level 1.220.

2. PT Dharma Satya Nusantara Tbk – DSNG

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham DSNG masih terkoreksi 13% sejak awal tahun hingga tanggal 1 Oktober 2021 pada harga Rp555 per lembar sahamnya;
  • Saham DSNG tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp15 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham DSNG dalam 30 hari terakhir mencapai 6.908.145 lot;
  • Dalam 30 hari terakhir kemarin total volume perdagangan saham DSNG mencapai 6.908.145, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham DSNG dari periode sebelumnya yang tercatat 6.080.375 atau ada peningkatan sebesar 113%;
  • DSNG berhasil mencatat kenaikan laba bersih sebesar Rp213 miliar pada periode semester 1 2021 ini atau naik 19% yoy. Kinerja DSNG ini didorong oleh segmen usaha produk kayu nya yang penjualannya secara tahunan tercatat sebesar Rp589 miliar. DSNG mencatat perolehan EBITDA di semester 1 2021 ini sebesar Rp. 809 miliar dan naik 17% dibanding dengan EBITDA pada periode yang sama di tahun sebelumnya, dengan demikian margin EBITDA DSNG mengalami kenaikan sebesar 26% dari sebelumnya yang hanya sebesar 22%.

Analisis Teknikal

DSNG ditutup di atas MA-5, dan MA-20 nya, volume naik dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya dan indikator MACD di level positif. Berpeluang menguji Resistance di level 600, cut loss jika break level 535.

3. PT Sampoerna Agro TbkSGRO

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham SGRO melesat 15% sejak awal tahun hingga tanggal 1 Oktober 2021 pada harga Rp1.915 per lembar sahamnya;
  • Saham SGRO tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp149 juta per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham SGRO dalam 30 hari terakhir sebanyak 18.816 lot;
  • Dalam 30 hari terakhir kemarin total volume perdagangan saham SGRO mencapai 18.816, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham SGRO dari periode sebelumnya yang tercatat 18.133 atau ada peningkatan sebesar 103%;
  • Secara kinerja SGRO berhasil mencatat kenaikan laba bersih pada periode kuartal II 2021 ini sebesar Rp. 386,9 miliar dibanding laba bersih di periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat hanya sebesar Rp. 971,0 juta. Volume penjualan CPO dan PK SGRO tercatat naik signifikan yaitu sebesar 38% dan 31% pada periode semester 1 2021 ini. Sementara itu, total produksi tandan buah segar (TBS) yang termasuk pembelian dari pihak eksternal pada semester 1 2021 mencapai 969.131 ton atau naik 36% yoy.

Analisis Teknikal

Sejak tanggal 28 September 2021 muncul candlestick long white marubozu candle yang merupakan sinyal Bullish Continuation, harga ditutup di atas MA-5, MA-20, dan MA-50. Volume naik signifikan dibandingkan dengan hari sebelumnya, masih ada potensi kenaikan dengan menguji Resistance di level 1.960. Cut loss jika break 1.880.

4. PT Tunas Baru Lampung Tbk – TBLA

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham TBLA masih terkoreksi 15% sejak awal tahun hingga tanggal 1 Oktober 2021 pada harga Rp860 per lembar sahamnya;
  • Saham TBLA tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp1,7 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham TBLA dalam 30 hari terakhir mencapai 489.665 lot;
  • Dalam 30 hari terakhir kemarin total volume perdagangan saham TBLA mencapai 489.665, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham TBLA dari periode sebelumnya yang tercatat 308.473 atau ada peningkatan sebesar 158%;
  • Secara kinerja TBLA masih mencatat kenaikan laba bersih pada periode kuartal II 2021 sebesar Rp379,5 miliar dimana jumlah tersebut naik dibanding dengan periode yang sebelumnya yaitu di tahun 2020 yang hanya tercatat sebesar Rp312,2 miliar. Pada semester 1 2021, pendapatan usaha TBLA juga tumbuh signifikan dari Rp. 6,83 triliun yaitu naik 20,12% dibanding dengan periode yang sama pada tahun lalu yang tercatat hanya senilai Rp 5,68 triliun.

Analisis Teknikal

TBLA sejak 28 September 2021 mulai rebound memasuki fase Uptrend nya dan berhasil breakout Resistance di level 800 setelah fase konsolidasi jangka menengah nya. Harga berhasil ditutup diatas MA-5, MA-20 dan MA-50 dengan kenaikan volume yang signifikan dibandingkan perdagangan hari sebelumnya. Resistance di level 880, cut loss jika break 825.

5. PT Triputra Agro Persada Tbk– TAPG

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham TAPG melesat 159% sejak awal tahun hingga tanggal 1 Oktober 2021 pada harga Rp700 per lembar sahamnya;
  • Saham TAPG tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp21 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham TAPG dalam 30 hari terakhir mencapai 7.981.023 lot;
  • Dalam 30 hari terakhir kemarin total volume perdagangan saham TAPG mencapai 7.981.023, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham TAPG dari periode sebelumnya yang tercatat 7.267.146 atau ada peningkatan sebesar 109%;
  • Secara kinerja TAPG berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp405,9 miliar pada kuartal II-2021. TPAG juga akan menambah kapasitas pabrik kelapa sawitnya sebesar 75 ton per jam dari kapasitas saat ini sebesar 905 ton per jam dimana ekspansi tersebut akan dimulai pada kuartal IV-2021 atau paling lambat adalah kuartal I- 2022.

Analisis Teknikal

Sejak 28 September 2021 TAPG memulai rebound fase Bullish-nya. Saat ini sudah dalam fase Uptrend jangka pendek dengan harga penutupan diatas MA-5, MA-20 dan MA-50 nya. Volume naik signifikan, indikator Stochastic di area Overbought dan MACD di area positif. Resistance TAPG saat ini di level 735, cut loss jika break 640.

6. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk – SSMS

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham SSMS masih terkoreksi 28% sejak awal tahun hingga tanggal 1 Oktober 2021 pada harga Rp920 per lembar sahamnya;
  • Saham SSMS tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp7,7 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham SSMS dalam 30 hari terakhir mencapai 2.115.860 lot;
  • Dalam 30 hari terakhir kemarin total volume perdagangan saham SSMS mencapai 2.115.860, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham SSMS dari periode sebelumnya yang tercatat 1.629.223 atau ada peningkatan sebesar 129%;
  • Pada periode kuartal I-2021 SSMS berhasil mencatat kinerja yang positif yaitu berhasil mencatat laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp174,11 miliar dimana jumlah tersebut lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat kerugian bersih sebesar Rp. 338,96 miliar. Pemangkasan bea ekspor CPO dan kenaikan harga CPO secara global masih menjadi sentimen positif untuk SSMS.

Analisis Teknikal

SSMS mulai memasuki fase Uptrend jangka pendeknya sejak sebelumnya bergerak pada trend konsolidasi, indikator Stochastic di area Overbought dan MACD di area positif. Resistance di level 945, cut loss jika break level 900.

7. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk – SIMP

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham SIMP melesat 7% sejak awal tahun hingga tanggal 1 Oktober 2021 pada harga Rp470 per lembar sahamnya;
  • Saham SIMP tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp4,2 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham SIMP dalam 30 hari terakhir mencapai 2.122.719 lot;
  • Dalam 30 hari terakhir kemarin total volume perdagangan saham SIMP mencapai 2.122.719, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham SIMP dari periode sebelumnya yang tercatat 991.973 atau ada peningkatan sebesar 213%;
  • Pada periode semester 1 2021 SIMP berhasil mencatat kinerja yang positif dibanding dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang masih mencatat kerugian. SIMP berhasil mencatat laba yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp219 miliar, dimana jumlah tersebut lebih baik dibandingkan dengan rugi tahun sebelumnya sebesar Rp301 miliar pada semester 1 2020. Kenaikan penjualan SIMP terdorong dari kenaikan harga jual rata-rata (ASP) produk sawit dan produk minyak & lemak Nabati (EOF) serta kenaikan volume penjualan produknya yaitu EOF, ASP, CPO dan PK yang masing-masing nya naik sebesar 26% yoy dan 62% yoy.

Analisis Teknikal

SIMP mulai rebound ke dalam fase Uptrend jangka pendeknya, harga ditutup di atas MA-5, MA-20 dan MA-50 nya, volume naik signifikan, indikator Stochastic golden cross di area netral dan MACD di area positif. Resistance di level 488. Cut loss jika break 450.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait