Reksa Dana

Return Reksa Dana Saham Turun? Simak Tipsnya!

risiko reksa dana

Ajaib.co.id – Sejalan dengan proyeksi penurunan ekonomi akibat dari wabah virus corona, banyak investor melihat return reksa dana saham mereka turun. Ini disebabkan oleh pasar keuangan indonesia cenderung tertekan, sehingga membuat instrumen investasi reksa dana cenderung mengalami koreksi harga.

Laporan mingguan Infovesta seperti dikutip bisnis.com melaporkan, kinerja reksa dana saham pada Infovesta Equity Fund Index mencatatkan hasil negatif pada 9-13 Maret 2020 atau selama sepekan kemarin hingga 9,51 persen.

Infovesta menyebut penurunan tajam tersebut tidak lain karena kejatuhan IHSG yang mencapai -10,75%. Pekan lalu, Bursa Efek Indonesia bahkan beberapa kali menyetop perdagangan.

“Penurunan kinerja Reksa Dana di Indonesia dikhawatirkan masih dapat berlanjut selama penyebaran Covid-19 terus berlangsung,” tulis Infovesta dalam laporan yang dikutip dikutip Bisnis, Senin (16/3/2020).

Namun, kinerja reksa dana diyakini akan pulih jika penyebaran virus corona berangsur-angsur mereda. Ketika hal itu terjadi, kepanikan pelaku pasar sedikit demi sedikit akan hilang dan kembali percaya diri untuk berinvestasi kembali di pasar modal.

Jika dilihat sejak awal tahun hingga kini, hampir semua imbal hasil reksa dana menunjukkan tren penurunan, kecuali reksa dana pasar uang. Reksa dana saham tercatat paling parah dengan imbal hasil negatif 21,75 persen.

Return Reksa Dana Saham Turun, Bagaimana Sebaiknya Investor Ajaib Menyikapinya?

Perlu diketahui bahwa perlambatan ekonomi secara global tahun 2020 ini tampaknya sudah mulai terasa. Karena itu aset-aset berisiko seperti saham cenderung dihindari oleh para pelaku pasar.

Pasar saham tentu saja menjadi yang paling terpapar penurunan, bagaimana jika sudah membeli reksa dana saham (RDS)? Ini beberapa cara yang bisa dicoba agar hasil investasimu tetap maksimal:

Pertama, tetap membeli reksa dana saham guna mendapatkan unit yang lebih murah dengan cara mencicil beli di harga rendah secara bertahap (average down).

Tidak ada masalah jika kamu berinvestasi dikala RD saham (RDS) sedang murah asalkan investasimu cukup panjang. Ketika pasar kembali normal, ada potensi keuntungan yang kamu dapatkan cenderung lebih besar dari instrumen keuangan lainnya. Perhatikan contoh berikut ini:

Ini adalah daftar transaksi dari salah satu investor Ajaib, Maya. Ia pertama kali setor Rp2.500.000 pada NAB 1079,06. Jika harga saat ini adalah 716,75, maka return Maya negatif nyaris 30%. Melihat hal ini, Maya setor (top-up) lagi sebesar Rp2.000.000. Jadilah Maya mendapatkan unit reksa dana yang lebih banyak, dengan harga lebih murah.

Sekarang, Maya punya 5107,20 unit reksa dana saham, dengan NAB rata-rata 881,11. Maya pun tidak perlu menunggu sampai harga NAB-nya pulih ke 1079,06 untuk mendapat untung. Metode ini baik jika kamu bersedia menunggu, dan memiliki modal tambahan untuk diinvestasikan ke reksa danamu.

Kedua, kamu bisa menarik investasimu di reksa dana saham, dan melakukan pemindahan aset dari RDS yang cenderung berfluktuatif ke reksa dana pendapatan tetap (fixed income), atau reksa dana pasar uang.

Infovesta Money Market Fund Index menunjukkan bahwa reksa dana pasar uang menjadi satu-satunya reksa dana yang mengalami pertumbuhan akhir-akhir ini, dengan peningkatan 0,05 persen dalam sepekan.

Presiden Direktur BNI Asset Management, Reita Farianti dalam acara Squawk Box (Kamis, 12/03/2020), pada CNBC Indonesia TV menyampaikan bahwa BNI AM untuk saat ini cenderung menawarkan produk yang sifatnya resilience (tahan banting), dalam hal ini reksa dana pendapatan tetap dan RD money market. Keduanya bisa kamu temukan di Ajaib.

Ingat, return negatif hanyalah di atas kertas. Ketika dicairkan, barulah return negatif itu menjadi kenyataan. Oleh karena itu, metode ini baik jika kamu rela kehilangan pengembalian sekarang, demi pengembalian yang lebih stabil di masa depan.

Beberapa investor yang lebih berpengalaman juga menggunakan cara ini, meskipun dengan sedikit pengubahan. Mereka menjual reksa dana saham milik mereka sekarang, karena percaya bahwa harganya masih bisa turun. Saat harga turun, barulah investor tersebut memborong RDS. Cara ini cenderung sulit dilakukan investor pemula, karena memerlukan ketelitian dalam menganalisa pergerakan tren.

Cara ketiga, adalah dengan mendiamkan saja investasi RDS milikmu. Para ahli berpendapat bahwa reksa dana saham dapat menghasilkan keuntungan optimal dengan jangka waktu di atas tiga tahun. Jika ini adalah tahun pertamamu berinvestasi saham, jangan khawatir! Sebab, nilai investasimu bisa meroket di masa yang akan datang. Metode ini baik jika kamu memiliki kesabaran untuk berinvestasi jangka panjang.

Mana metode yang paling cocok untukmu?

Artikel Terkait