Rekomendasi Saham AS Hari Ini: JPM, MCK, dan KO, Cek Potensi Kenaikan hingga 5,44%
Miftahul Khaer•October 23, 2026

Key Takeaways
- Nasdaq Composite anjlok 2,60% ke 26.008,86, sedangkan S&P 500 turun 1,21% ke 7.663,43 akibat kekhawatiran terhadap keberlanjutan belanja AI.
- Sektor Consumer Staples memimpin penguatan S&P 500 dengan kenaikan 3,11%, sementara Communication Services dan Information Technology terkoreksi masing-masing 3,01% dan 3,00%.
- Investor mencermati rilis PMI AS, data kepercayaan konsumen, serta pergerakan harga minyak dan yield obligasi menjelang FOMC.
Wall Street Tertekan, Nasdaq Turun 2,60% Akibat Kekhawatiran Belanja AI
Pasar saham AS mencatatkan pergerakan bervariasi pada penutupan sesi Kamis (22/10), di mana indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) berhasil ditutup menguat tipis +0,02% ke level 52.867. Sebaliknya, tekanan jual hebat melanda indeks S&P 500 yang terkoreksi -1,21% ke 7.663 dan Nasdaq Composite yang ambruk -2,60% ke level 26.008.
| Index | Level | Return |
| DJIA | 52,867 | +0.02% |
| S&P 500 | 7,663 | -1.21% |
| NASDAQ | 26,008 | -2.60% |
Tekanan jual terutama dipicu kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan belanja kecerdasan buatan (artificial intelligence) perusahaan teknologi. Meta menjadi salah satu pemicu utama setelah sahamnya anjlok 7%, meskipun pendapatan kuartalannya melampaui ekspektasi.
Sentimen negatif tersebut meluas ke saham semikonduktor. Intel, AMD, SanDisk, dan Marvell masing-masing merosot lebih dari 8%, sedangkan Nvidia melemah 4,4%. Amazon turun 4,6%, Tesla dan Alphabet terkoreksi masing-masing 3,1%, sementara Microsoft melemah 2,2%.
Di antara kelompok Magnificent Seven, hanya Apple yang mencatatkan penguatan dengan kenaikan 1,2%. Sebaliknya, Dow Jones mampu bertahan di zona positif berkat penguatan sejumlah saham nonteknologi, termasuk Procter & Gamble, Lockheed Martin, dan Spotify.
Pada perdagangan pre-market hari ini (23/10), Wall Street terpantau mixed dengan DJIA melemah -0,26%, S&P 500 turun -0,07%, dan Nasdaq menguat tipis +0,20%. Indeks S&P 500 diproyeksikan bergerak dalam rentang 7.700–7.800.
Beberapa saham yang mencatatkan kenaikan terbesar di area pre-market antara lain $LMT (+5,53%), $PG (+3,19%), $PANW (+3,17%), dan $MDLZ (+1,69%).
Sektor Defensif Topang Pergerakan S&P 500
Dari sisi sektoral di S&P 500, performa terbaik ditunjukkan oleh Consumer Staples (+3,11%), Utilities (+1,98%), Financials (+1,18%), dan Health Care (+1,13%). Sektor-sektor defensif ini mampu bertahan di tengah tekanan berat pada sektor Communication (-3,01%), Info Tech (-3,00%), dan Consumer Discretionary (-1,71%).
| Sektor | Return |
| Communication | -3.01% |
| Cons Disc | -1.71% |
| Cons Staples | +3.11% |
| Energy | -0.75% |
| Financials | +1.18% |
| Health Care | +1.13% |
| Industrials | -0.91% |
| Info Tech | -3.00% |
| Materials | +0.33% |
| Real Estate | +0.92% |
| Utilities | +1.98% |
Minyak WTI Naik 1,34%, Harga Nikel Menguat 3,53%
Sementara itu, pasar komoditas bergerak variatif dengan Crude Oil WTI naik +1,34% ke $100,80, Nickel melonjak +3,53% ke $15.912,00, dan Copper menguat +1,10% ke $6,43. Di sisi lain, harga Gold dan Silver terkoreksi masing-masing -0,24% dan -0,81%.
| Komoditas | Harga | Return |
| Crude Oil WTI | 100.80 | +1.34% |
| Coal | 151.70 | +0.40% |
| Gold | 4,051.11 | -0.24% |
| Silver | 54.19 | -0.81% |
| Copper | 6.43 | +1.10% |
| Palm Oil | 4,792.00 | +0.52% |
| Nickel | 15,912.00 | +3.53% |
Bursa Asia-Pasifik Ditutup Bervariasi, Tiongkok dan Hong Kong Menguat
Bursa saham Asia-Pasifik ditutup bervariasi pada Jumat (23/10/2026). Penguatan terutama terlihat di Tiongkok daratan dan Hong Kong, yang mencatatkan rebound di tengah tekanan jual yang masih membayangi sebagian pasar regional.
SGX-CNBC China Growth memimpin penguatan dengan kenaikan 2,12%, diikuti Shenzhen Component sebesar 2,02%. Hang Seng (HSI) Hong Kong menguat 1,09%, sedangkan Shanghai Composite naik 0,36%.
Penguatan juga terjadi pada SETI Thailand sebesar 0,42%, STI Singapura sebesar 0,03%, dan ASX 200 Australia sebesar 0,02%.
Sebaliknya, NIFTY 50 India melemah 1,02%, sedangkan Taiwan terkoreksi 1,81%. Nikkei Jepang turun 0,47%, Malaysia melemah 0,19%, NZX 50 Selandia Baru terkoreksi 0,09%, dan KOSPI Korea Selatan turun tipis 0,01%.
Secara keseluruhan, pergerakan bursa Asia-Pasifik memperlihatkan sentimen yang belum seragam. Penguatan bursa Tiongkok dan Hong Kong menjadi penopang kawasan, tetapi koreksi di sejumlah pasar lainnya menunjukkan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya mereda.
Investor Cermati Data Ekonomi AS dan Risiko Geopolitik
Pelaku pasar perlu mencermati potensi tekanan lanjutan pada saham teknologi dan semikonduktor menjelang pembukaan Wall Street pada Jumat (23/10/2026). Sentimen negatif dari sesi sebelumnya masih membayangi pasar, terutama akibat penurunan tajam saham chip dan kekhawatiran terhadap besarnya belanja kecerdasan buatan (AI).
Di tengah tekanan tersebut, musim laporan keuangan kuartal III 2026 masih menunjukkan kinerja yang relatif solid. Data LSEG mencatat 83% dari 111 emiten S&P 500 yang telah merilis laporan keuangan berhasil melampaui ekspektasi. Capaian ini menjadi indikator yang dapat dicermati investor untuk menilai ketahanan fundamental perusahaan di tengah volatilitas pasar.
Investor juga menantikan rilis data flash S&P Global PMI sektor manufaktur dan jasa AS, serta data final University of Michigan Consumer Sentiment dan ekspektasi inflasi. Data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai aktivitas ekonomi, kepercayaan konsumen, dan tekanan inflasi di AS.
Dari sisi geopolitik, harga minyak Brent bertahan di sekitar US$114 per barel, level tertinggi dalam lima bulan, di tengah ketegangan Houthi-Arab Saudi. Kenaikan harga energi berpotensi menambah tekanan inflasi dan memengaruhi sentimen pasar global.
Selain itu, investor akan mencermati pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 27-28 Oktober 2026. Pergerakan imbal hasil (yield) obligasi Treasury AS tenor 10 tahun yang turun di bawah 5% pada sesi sebelumnya juga menjadi perhatian dalam menilai prospek pasar dan arah kebijakan moneter
Rekomendasi Saham AS Hari Ini: MCK, JPM, dan KO
Di tengah tekanan pada saham teknologi dan pergerakan pasar yang beragam, McKesson Corporation (MCK), JPMorgan Chase & Co. (JPM), dan The Coca-Cola Company (KO) masuk dalam daftar rekomendasi trading berdasarkan skenario teknikal pada grafik harian (1D).
| Saham | Buy | Target Price | Stop Loss | Upside |
| MCK | US$1.000,39 | US$1.053,56 | US$989,51 | +5,31% |
| JPM | US$332,65 | US$350,74 | US$322,39 | +5,44% |
| KO | US$92,22 | US$96,04 | US$90,96 | +4,14% |
1. McKesson Corporation (MCK)
McKesson Corporation (MCK) menjadi salah satu rekomendasi saham AS hari ini dengan strategi buy on breakout atau kelanjutan tren (trend continuation). Pada grafik harian (1D), skenario trading ini memanfaatkan momentum penguatan harga setelah memantul dari struktur Higher Low untuk menguji resistance baru di area all-time high.
Posisi entry ditetapkan pada 1.000,39, dengan target harga di 1.053,56. Sementara itu, stop loss ditempatkan pada 989,51 untuk membatasi risiko penurunan sekitar 1,09% dari level entry.
Berdasarkan level tersebut, MCK menawarkan potensi keuntungan sebesar 5,31% dengan risk/reward ratio 4,89. Rasio ini menunjukkan bahwa potensi keuntungan yang ditargetkan hampir 4,89 kali lebih besar dibandingkan risiko yang ditetapkan dalam skenario trading.
2. JPMorgan Chase & Co. (JPM)
JPMorgan Chase & Co. (JPM) menggunakan strategi buy on dip atau memanfaatkan koreksi harga untuk mencari peluang entry. Skenario trading pada grafik harian (1D) mengandalkan pantulan dari area batas bawah garis tren naik (uptrend support bounce) untuk menguji kembali resistance lokal di atasnya.
Posisi entry ditetapkan pada 332,65, sedangkan target harga berada di 350,74. Untuk membatasi risiko apabila harga bergerak berlawanan dengan skenario, stop loss ditempatkan pada 322,39.
JPM menawarkan potensi upside sebesar 5,44%, tertinggi di antara tiga saham yang direkomendasikan. Namun, potensi penurunannya mencapai sekitar 3,09%, sehingga risk/reward ratio berada di 1,76.
3. The Coca-Cola Company (KO)
The Coca-Cola Company (KO) masuk dalam daftar rekomendasi saham AS hari ini dengan strategi buy on breakout atau mengikuti kelanjutan tren kenaikan. Pada grafik harian (1D), skenario ini mengandalkan momentum harga setelah memantul dari struktur Higher Low dan bergerak menembus area Weak High.
Pergerakan tersebut berpotensi membawa harga menguji resistance terdekat di sekitar 96,00. Posisi entry ditetapkan pada 92,22, dengan target harga di 96,04 dan stop loss di 90,96.
Berdasarkan level trading tersebut, KO menawarkan potensi upside sebesar 4,14% dengan risiko penurunan sekitar 1,37%. Risk/reward ratio sebesar 3,03 menunjukkan bahwa potensi keuntungan yang ditargetkan sekitar tiga kali lebih besar dibandingkan risiko yang ditetapkan.
Pantau Rekomendasi Saham AS dan Mulai Trading ETF di Ajaib
Pergerakan Wall Street yang volatil membuka peluang sekaligus risiko bagi investor. Pantau rekomendasi saham AS, evaluasi momentum pasar, dan pertimbangkan ETF Amerika untuk mendapatkan eksposur ke sejumlah saham dalam satu produk investasi.
Jangan lewatkan peluang di pasar AS. Download aplikasi Ajaib untuk memantau pergerakan saham dan ETF Amerika serta mulai trading sesuai strategi dan profil risiko kamu.
Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.
Profil Penulis

Financial Expert Ajaib
Miftahul Khaer merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengikuti perkembangan pasar saham Amerika Serikat. Ia menyajikan analisis dan edukasi mengenai saham AS, kondisi ekonomi global, serta strategi investasi yang membantu investor memahami peluang di pasar internasional.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!