Saham AS

Bedah Saham Tesla, Inc. (TSLA): Laba Bersih Anjlok 43%, Merger SpaceX Jadi Sorotan

Miftahul Khaer•October 22, 2026

Key Takeaways

  • Tesla membukukan pendapatan US$28,05 miliar pada Q3 2026, sedikit di atas konsensus sekitar US$27,9 miliar. Adjusted EPS mencapai US$0,48, melampaui ekspektasi US$0,43-0,45, tetapi laba bersih GAAP anjlok 43% YoY menjadi US$787 juta dan operating income turun 56% menjadi US$718 juta.
  • Free cash flow kembali positif sebesar US$1,53 miliar, dibandingkan negatif US$1,09 miliar pada Q2 2026. Automotive gross margin ex-credit juga membaik menjadi 18,1% dari 15,4% pada Q3 2025.
  • Elon Musk mengonfirmasi bahwa komite khusus Tesla dan SpaceX tengah mengeksplorasi kemungkinan merger. Rencana ini berpotensi menjadi salah satu merger korporasi terbesar dalam sejarah, tetapi masih memerlukan persetujuan lebih dari 50% pemegang saham dan menghadapi ketidakpastian terkait struktur transaksi serta valuasi.
  • Saham TSLA sempat ditutup pada US$386,47 dalam sesi reguler 21 Oktober 2026, kemudian turun sekitar 3% pada perdagangan after-hours ke kisaran US$373-375 setelah laporan keuangan dirilis.
  • Deliveries Tesla pada Q3 2026 mencapai 486.532 unit, melampaui konsensus 461.974 unit, tetapi turun 2,1% YoY. Di sisi lain, pelanggan aktif Full Self-Driving (FSD) meningkat menjadi 1,74 juta, tumbuh 67% YoY.

Ringkasan Eksekutif

Tesla, Inc. (TSLA) merilis laporan keuangan kuartal III 2026 pada 21 Oktober setelah penutupan pasar AS. Pendapatan mencapai US$28,05 miliar, sedikit di atas konsensus US$27,9 miliar, sedangkan adjusted earnings per share (EPS) sebesar US$0,48 melampaui ekspektasi US$0,43-0,45. 

Namun, laba bersih GAAP anjlok 43% YoY menjadi US$787 juta dan operating income turun 56% menjadi US$718 juta. Operating margin tercatat 2,6%, membaik dari 1,4% pada Q2 2026, tetapi masih di bawah 5,8% pada Q3 2025.

Dari sisi operasional, deliveries mencapai 486.532 unit, melampaui konsensus 461.974 unit, tetapi turun 2,1% YoY dari rekor 497.099 unit pada Q3 2025 yang terdorong oleh pembelian kendaraan listrik sebelum berakhirnya kredit pajak federal AS. 

Di tengah tekanan profitabilitas, free cash flow kembali positif sebesar US$1,53 miliar dari negatif US$1,09 miliar pada Q2 2026, didukung capex US$4,73 miliar yang jauh di bawah estimasi US$7,96 miliar. Automotive gross margin ex-credit juga meningkat menjadi 18,1% dari 15,4% setahun sebelumnya. Sementara itu, pelanggan aktif Full Self-Driving (FSD) naik 67% YoY menjadi 1,74 juta, dengan attach rate Amerika Utara mencapai 75%, dan robotaxi mencatat hampir 2 juta mil kumulatif tanpa pengawasan.

Katalis utama yang menjadi perhatian pasar adalah konfirmasi Elon Musk bahwa komite khusus Tesla dan SpaceX tengah mengeksplorasi kemungkinan merger. Jika terealisasi, transaksi ini berpotensi mengubah perspektif valuasi Tesla, terutama terkait bisnis kecerdasan buatan (AI), komputasi, dan otonomi. Namun, struktur transaksi, valuasi relatif kedua perusahaan, serta persetujuan lebih dari 50% pemegang saham masih menjadi sumber ketidakpastian.

Pasar merespons laporan tersebut secara negatif. Setelah ditutup pada US$386,47 dalam sesi reguler 21 Oktober, saham TSLA turun sekitar 3% pada perdagangan after-hours ke kisaran US$373-375. Reaksi ini mengindikasikan bahwa penurunan laba bersih dan ketidakpastian merger lebih membebani sentimen investor dibandingkan pencapaian pendapatan dan adjusted EPS yang melampaui ekspektasi.

Skala Bisnis Tesla

Tesla, Inc. didirikan pada 2003 oleh Martin Eberhard dan Marc Tarpenning. Elon Musk bergabung sebagai investor pada 2004 dan menjadi CEO sejak 2008. Perusahaan kini berkantor pusat di Austin, Texas, dengan fasilitas produksi di Fremont, California, Austin, Shanghai, serta Berlin-Brandenburg.

Bisnis Tesla terbagi menjadi tiga segmen utama:

  • Automotive: mencakup kendaraan Model 3, Model Y, Model YL, dan Cybertruck. Model S dan Model X telah dihentikan produksinya.
  • Energy Generation & Storage: mencakup Megapack, Powerwall, dan proyek tenaga surya.
  • Services & Other: mencakup jaringan Supercharger, asuransi, kendaraan bekas, serta suku cadang.

Dari sisi skala bisnis, pendapatan trailing twelve months (TTM) Tesla menembus US$100 miliar untuk pertama kalinya setelah Q2 2026. Kapitalisasi pasar perusahaan tercatat sekitar US$1,45 triliun per 19 Oktober 2026, menjadikannya salah satu perusahaan publik dengan valuasi terbesar di dunia meskipun margin operasionalnya mengalami tekanan.

Tesla juga mempertahankan posisi penting di pasar kendaraan listrik Amerika Serikat. Pangsa pasarnya diperkirakan berada di kisaran 52-55% sepanjang 2026, meningkat dari 43% pada periode yang sama tahun 2025. Namun, peningkatan pangsa pasar tersebut bukan disebabkan oleh pertumbuhan penjualan kendaraan. Unit terjual Tesla justru turun sekitar 16% YoY hingga Agustus, sementara pasar EV Amerika Serikat secara keseluruhan menyusut sekitar 30% YoY setelah berakhirnya kredit pajak federal US$7.500 pada akhir September 2025.

Di luar bisnis otomotif, Tesla mengembangkan robotaxi, perangkat lunak FSD, robot humanoid Optimus, dan kendaraan komersial sebagai sumber pertumbuhan baru. Robotaxi telah beroperasi di Austin, San Francisco Bay Area, Miami, Orlando, dan Tampa. Ekspansi ke Phoenix dan Las Vegas masih disiapkan. Tesla melaporkan hampir 2 juta mil perjalanan tanpa pengawasan secara kumulatif setelah Cybercab bergabung dengan armada Austin.

Full Self-Driving (FSD) mencatat 1,74 juta pelanggan aktif pada Q3 2026, tumbuh 67% YoY, dengan attach rate di Amerika Utara mencapai 75%, meningkat dari 1,48 juta pelanggan dan 55% pada Q2 2026.

Sementara itu, Tesla memasang lini produksi generasi pertama Optimus di Fremont untuk menggantikan lini Model S dan Model X. Cybercab mulai diproduksi di Gigafactory Texas, sedangkan Tesla Semi ditargetkan memasuki produksi di Nevada pada 2026.

Kinerja Keuangan Tesla Q3 2026

Tesla merilis hasil resmi kuartal ketiga 2026 pada 21 Oktober setelah penutupan pasar AS. Pendapatan dan adjusted EPS melampaui ekspektasi, tetapi sejumlah indikator profitabilitas menunjukkan pelemahan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Metrik (Q3 2026)AktualKonsensus/PriorKeterangan
Total RevenueUS$28,05 miliar~US$27,9 miliarBeat tipis; nyaris flat YoY (Q3 2025: US$28,095 miliar)
Total RevenueUS$20,56 miliar—Turun 3% YoY, tertekan ASP dan keterbatasan pasokan baterai
Energy Generation & StorageUS$2,88 miliar—Turun 16% YoY; deployment 13,7 GWh, di bawah konsensus sekitar 15,9 GWh
Services & OtherUS$4,61 miliar—+33% YoY, gross profit rekor US$734 juta
Adjusted EPS (non-GAAP)US$0,48~US$0,43–0,45Beat; turun 4% YoY dari US$0,50
GAAP EPS (diluted)US$0,22—Turun tajam dari US$0,39 YoY
GAAP Net IncomeUS$787 juta—Anjlok 43% YoY; termasuk rugi mark-to-market saham SpaceX
Operating IncomeUS$718 juta—Anjlok 56% YoY
Operating Margin2,6%5,8% (Q3 2025)Membaik dari 1,4% di Q2 2026, tapi masih jauh di bawah YoY
Automotive GM ex-credit18,1%15,4% (Q3 2025)Membaik YoY, sinyal positif disiplin biaya
Free Cash FlowUS$1,53 miliarNegatif (ekspektasi)Positif kembali vs -US$1,09 miliar di Q2 2026
CapexUS$4,73 miliar~US$7,96 miliarJauh di bawah estimasi (–US$3,2 miliar); 9 bulan baru US$13,01 miliar vs guidance FY >US$25 miliar
Deliveries486.532 unit461.974Beat konsensus, tapi turun 2,1% YoY dari rekor Q3 2025

Data Operasional dan Posisi Kas

MetrikNilaiCatatan
FSD Active Subscriptions1,74 juta+67% YoY dari 1,04 juta; attach rate Amerika Utara naik ke 75% (dari 55% di Q2)
Robotaxi~2 juta mil kumulatif tanpa pengawasanSebulan setelah Cybercab bergabung ke armada Austin
Unsupervised FSD (target)Mundur ke Q2 2027Dibatasi untuk zona Robotaxi, target lebih lambat dari ekspektasi sebelumnya
Kas & InvestasiUS$45,4 miliarNaik US$1,9 miliar QoQ
Reaksi SahamAfter-hours ≈ -3%Dari penutupan sesi reguler US$386,47 ke kisaran US$373-375

Pasar menilai hasil Q3 2026 sebagai laporan dengan pendapatan dan adjusted EPS yang melampaui ekspektasi, tetapi belum menunjukkan pemulihan menyeluruh pada profitabilitas. Penurunan laba bersih GAAP sebesar 43% dan operating income sebesar 56% YoY memperlihatkan bahwa biaya pengembangan AI, robotaxi, serta Optimus masih menekan laba jangka pendek.

Di sisi lain, free cash flow yang kembali positif dan perbaikan automotive gross margin ex-credit menjadi sinyal bahwa disiplin biaya mulai menunjukkan hasil. Capex aktual sebesar US$4,73 miliar juga jauh di bawah estimasi pasar sekitar US$7,96 miliar.

Untuk capex sepanjang 2026, terdapat laporan dari Investing.com yang menyebutkan bahwa guidance belanja modal dipangkas menjadi sekitar US$20 miliar dari sebelumnya lebih dari US$25 miliar. Angka tersebut konsisten dengan realisasi capex sembilan bulan sebesar US$13,01 miliar, tetapi baru didukung satu sumber dalam bahan riset ini sehingga masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Katalis Utama Saham Tesla

Jangka Pendek dan Struktural (Bullish)

  • Free cash flow kembali positif. Tesla membukukan free cash flow US$1,53 miliar pada Q3 2026, berbalik dari negatif US$1,09 miliar pada kuartal sebelumnya. Capex yang jauh di bawah ekspektasi menjadi salah satu faktor pendukung dan mengindikasikan pengelolaan modal yang lebih baik.
  • Margin otomotif membaik. Automotive gross margin ex-credit meningkat menjadi 18,1% dari 15,4% pada Q3 2025. Perbaikan ini menunjukkan bahwa tekanan harga mulai stabil, meskipun pendapatan otomotif masih turun secara tahunan.
  • Pertumbuhan pelanggan FSD. Jumlah pelanggan aktif FSD meningkat menjadi 1,74 juta, naik 67% YoY, dengan attach rate Amerika Utara mencapai 75%. Perkembangan ini memperlihatkan peningkatan penggunaan perangkat lunak otonomi Tesla.
  • Ekspansi robotaxi. Tesla melaporkan hampir 2 juta mil kumulatif tanpa pengawasan setelah Cybercab bergabung ke armada Austin. Perluasan layanan ke Phoenix dan Las Vegas juga sedang dipersiapkan.
  • Eksplorasi merger Tesla-SpaceX. Elon Musk mengonfirmasi bahwa komite khusus kedua perusahaan tengah mengeksplorasi kemungkinan merger. Jika terealisasi dengan struktur yang menguntungkan, transaksi ini berpotensi membentuk tesis valuasi baru yang menggabungkan kekuatan komputasi dan AI kedua perusahaan.
  • Tesis AI dan otonomi. Analis bullish seperti Wedbush melalui Dan Ives, dengan target harga US$600, dan Tigress Financial, dengan target US$550, menilai robotaxi dan robot humanoid Optimus berpotensi menjadi sumber pendapatan bernilai lebih dari US$1 triliun dalam jangka panjang.
  • Ketahanan pangsa pasar EV AS. Pangsa pasar Tesla diperkirakan tetap berada di kisaran 52–55% sepanjang 2026. Posisi tersebut menunjukkan daya tahan kompetitif perusahaan meskipun pasar kendaraan listrik secara keseluruhan menyusut setelah berakhirnya subsidi federal.

Risiko dan Overhang

  • Penurunan profitabilitas. Laba bersih GAAP anjlok 43% YoY menjadi US$787 juta, sementara operating income turun 56% menjadi US$718 juta. Kerugian mark-to-market atas kepemilikan saham SpaceX menjadi salah satu faktor, tetapi tekanan pada laba tetap perlu dicermati.
  • Reaksi negatif pasca-earnings. Saham TSLA turun sekitar 3% pada perdagangan after-hours, dari US$386,47 menjadi kisaran US$373–375, meskipun pendapatan dan adjusted EPS melampaui ekspektasi. Respons ini mengindikasikan bahwa pasar lebih memperhatikan kualitas laba dan risiko strategis dibandingkan pencapaian headline.
  • Ketidakpastian merger Tesla-SpaceX. Struktur transaksi dan valuasi relatif kedua perusahaan belum jelas. Gary Black menilai struktur stock-for-stock yang tidak menguntungkan dapat mengikis premium valuasi Tesla sebesar 20-25%. Transaksi juga memerlukan persetujuan lebih dari 50% pemegang saham dan berpotensi menghadapi persoalan regulasi atau keamanan nasional terkait keterkaitan Tesla dengan manufaktur di China.
  • Target unsupervised FSD mundur. Target penerapan FSD tanpa pengawasan mundur ke Q2 2027 dan dibatasi untuk zona Robotaxi. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan teknis dan regulasi untuk mencapai otonomi penuh masih signifikan.
  • Pelemahan segmen energi. Pendapatan Energy Generation & Storage turun 16% YoY menjadi US$2,88 miliar. Deployment sebesar 13,7 GWh juga meleset dari konsensus sekitar 15,9 GWh, menunjukkan perlambatan pada segmen yang sebelumnya menjadi salah satu sumber pertumbuhan.
  • Deliveries masih turun secara tahunan. Pengiriman Q3 2026 turun 2,1% YoY dari rekor Q3 2025. Tesla menyebut keterbatasan pasokan baterai dan backlog produksi tertinggi dalam empat tahun sebagai bagian dari konteks operasionalnya.
  • Valuasi premium. Valuasi Tesla masih sangat tinggi dibandingkan fundamental bisnis otomotif intinya. GLJ Research melalui Gordon Johnson mempertahankan rating Sell dengan target harga US$24,86, menjadi salah satu pandangan paling bearish terhadap saham ini.
  • Persaingan kendaraan listrik. BYD dan produsen EV lain semakin kompetitif di pasar global, terutama China dan Eropa. Perang harga berpotensi menekan margin industri secara lebih luas.

Sentimen dan Analis Saham Tesla

Pandangan analis Wall Street terhadap Tesla menunjukkan rentang valuasi yang lebar. Sebagian analis mengandalkan potensi pertumbuhan AI, robotaxi, dan robot humanoid, sementara pihak yang lebih konservatif menyoroti tekanan margin, valuasi premium, dan ketidakpastian strategi perusahaan.

InstitusiTarget / RatingCatatan
Wedbush (Dan Ives)Outperform, US$600Target tertinggi dalam daftar; tesis AI, robotaxi, dan robotika berpotensi bernilai lebih dari US$1 triliun
Tigress Financial (Ivan Feinseth)Buy, US$550Mempertahankan rating Buy pada 8 Oktober 2026, menjelang laporan keuangan
Robert W. Baird (Ben Kallo)Buy, US$538Salah satu target tertinggi di antara bank besar, berdasarkan data pertengahan 2026
JPMorgan (Rajat Gupta)Neutral, US$415Target dipangkas dari US$445 pada 28 September 2026; sebelumnya sempat memberi rating Underweight dengan target US$145 pada awal 2026 sebelum melakukan upgrade besar pasca-Q1/Q2
Jefferies (Philippe Houchois)Hold, US$400Target dinaikkan dari US$350 pada 12 Oktober 2026, menjelang laporan Q3
Goldman Sachs (Mark Delaney)Neutral, US$360Mempertahankan sikap hati-hati terhadap margin per 16 September 2026
GLJ Research (Gordon L. Johnson)Sell, US$24,86Target paling bearish dalam daftar; dikenal konsisten skeptis terhadap valuasi Tesla

Menjelang laporan keuangan, berdasarkan data per 20 Oktober 2026, sentimen analis didominasi sikap menunggu. Sekitar 21 analis memberikan rating Hold, dibandingkan sekitar 19 analis dengan rating Buy atau Strong Buy. Target harga rata-rata berada di kisaran US$397,83-402,47, bergantung pada sumber data.

Rentang target yang sangat lebar, mulai dari US$24,86 menurut GLJ Research hingga US$600 menurut Wedbush, memperlihatkan perbedaan besar dalam penilaian terhadap potensi Tesla. Pandangan bullish bertumpu pada peluang monetisasi AI, robotaxi, dan robotika, sedangkan pandangan bearish menekankan risiko valuasi serta tantangan profitabilitas bisnis inti.

Pada 22 Oktober 2026 pagi, revisi target harga dan rating dari masing-masing institusi setelah rilis Q3 belum sepenuhnya terdokumentasi dalam sumber publik yang digunakan. Karena itu, target dan rating dalam tabel merupakan data yang tersedia sebelum laporan keuangan, bukan konsensus terbaru pasca-earnings.

Reaksi harga saham menjadi indikator awal bagaimana pasar menilai laporan tersebut. Penurunan sekitar 3% pada perdagangan after-hours menunjukkan bahwa sentimen investor cenderung negatif meskipun pendapatan dan adjusted EPS melampaui ekspektasi.

Analis Gary Black menyebut reaksi tersebut mengejutkan mengingat perbaikan margin dan free cash flow. Kondisi ini mengindikasikan bahwa penurunan laba bersih GAAP dan ketidakpastian merger SpaceX lebih mendominasi persepsi pasar dibandingkan perbaikan operasional yang tercatat pada kuartal tersebut.

Analisis Teknikal Saham TSLA

Saham Tesla bergerak dalam rentang 52 minggu antara US$297,38 dan US$498,83. Pada 19 Oktober 2026, saham sempat tertekan ke US$354,72 sebelum mengalami reli menjelang laporan keuangan kuartal ketiga. Dalam sesi reguler 21 Oktober, TSLA ditutup pada US$386,47. Reli tersebut sebagian didorong optimisme terkait SpaceX, termasuk sentimen dari perkembangan IPO SpaceX yang sempat melonjak sehari sebelumnya.

Namun, setelah laporan Q3 dirilis seusai penutupan pasar, saham berbalik melemah sekitar 3% pada perdagangan after-hours ke kisaran US$373-375. Pergerakan tersebut menghapus sebagian besar kenaikan intraday pada hari yang sama.

Data RSI dan volume harian yang presisi tidak tersedia dari sumber publik kredibel dalam bahan riset ini. Oleh karena itu, kedua indikator tersebut tidak dicantumkan agar analisis tidak menggunakan angka yang belum terverifikasi.

Secara struktural, sejumlah level harga menjadi acuan untuk memantau pergerakan TSLA berikutnya:

  • US$373-375: area harga perdagangan after-hours setelah laporan Q3 dirilis. Penutupan sesi reguler di bawah area ini akan mengonfirmasi bahwa tekanan jual berlanjut.
  • US$386: level yang perlu diperhatikan dalam skenario pemulihan. Pergerakan kembali di atas level tersebut dapat mengindikasikan bahwa sentimen pasar tidak seburuk reaksi awal setelah earnings.
  • US$400-415: area resistance berikutnya, berdekatan dengan target harga JPMorgan dan sejumlah institusi lain.
  • US$350: area support yang perlu diperhatikan jika tekanan jual berlanjut.
  • US$300-an: area support struktural yang mendekati batas bawah rentang perdagangan 52 minggu.

Kesimpulan/Thesis Saham Tesla

Bias: Netral, Fokus Bergeser dari Margin ke Kejelasan Merger SpaceX.

Laporan Q3 2026 memperlihatkan dua sisi bisnis Tesla. Di satu sisi, perusahaan mencatat perbaikan free cash flow menjadi US$1,53 miliar, peningkatan automotive gross margin ex-credit menjadi 18,1%, serta pertumbuhan pelanggan aktif FSD menjadi 1,74 juta. Ketiga indikator ini menunjukkan adanya kemajuan dalam pengelolaan modal, margin otomotif, dan monetisasi perangkat lunak.

Namun, penurunan laba bersih GAAP sebesar 43% dan operating income sebesar 56% YoY menegaskan bahwa profitabilitas Tesla masih menghadapi tekanan. Kerugian mark-to-market atas kepemilikan saham SpaceX menjadi salah satu faktor yang memengaruhi laba bersih, sementara biaya pengembangan AI, robotaxi, dan Optimus tetap menjadi perhatian dalam menilai kinerja jangka pendek.

Perkembangan yang paling signifikan adalah konfirmasi Elon Musk bahwa komite khusus Tesla dan SpaceX tengah mengeksplorasi kemungkinan merger. Dengan demikian, isu tersebut tidak lagi sekadar spekulasi media, tetapi telah menjadi pembahasan korporat yang dapat memengaruhi ekspektasi investor.

Meski berpotensi membentuk tesis valuasi baru melalui integrasi bisnis AI dan komputasi, merger tersebut masih menghadapi ketidakpastian mengenai struktur transaksi, valuasi relatif, dampak terhadap pemegang saham Tesla, dan proses persetujuan. Reaksi negatif pasar setelah earnings memperlihatkan bahwa ketidakpastian tersebut kini menjadi salah satu faktor utama dalam menilai prospek saham.

Bagi investor dengan horizon jangka panjang yang berfokus pada AI dan otonomi, perbaikan margin serta arus kas pada Q3 2026 dapat menjadi perkembangan positif. Namun, dari perspektif taktis, kejelasan mengenai merger Tesla-SpaceX berpotensi lebih menentukan arah saham dalam beberapa bulan ke depan dibandingkan perubahan margin semata.

Faktor Risiko dan Katalis yang Perlu Dipantau

  • Perkembangan merger Tesla-SpaceX. Struktur transaksi, valuasi relatif, dan jadwal persetujuan pemegang saham menjadi katalis sekaligus risiko terbesar bagi saham dalam beberapa bulan ke depan.
  • Respons harga saham setelah earnings. Perlu diperhatikan apakah penurunan after-hours sekitar 3% berlanjut ke sesi reguler atau justru diikuti pembelian kembali setelah investor mencerna perbaikan free cash flow dan margin.
  • Revisi target harga dan rating analis. Perubahan pandangan dari JPMorgan, Jefferies, Goldman Sachs, Wedbush, dan institusi lainnya dapat memberikan gambaran mengenai penyesuaian ekspektasi pasar setelah laporan Q3.
  • Konfirmasi guidance capex FY2026. Laporan dari satu sumber menyebutkan guidance capex dipangkas menjadi sekitar US$20 miliar dari sebelumnya lebih dari US$25 miliar. Angka tersebut perlu diverifikasi lebih lanjut dan implikasinya terhadap ekspansi robotaxi serta Optimus perlu dicermati.
  • Ekspansi robotaxi dan monetisasi FSD. Perkembangan ekspansi ke Phoenix dan Las Vegas, konversi mil tanpa pengawasan menjadi pendapatan riil, serta target unsupervised FSD yang mundur ke Q2 2027 menjadi indikator penting.
  • Persaingan kendaraan listrik global. Perang harga dari BYD dan produsen EV lainnya, terutama di China dan Eropa, berpotensi menekan margin industri secara lebih luas.

Pantau Pergerakan Saham Tesla di Ajaib

Pergerakan saham Tesla tidak hanya dipengaruhi oleh kinerja penjualan kendaraan, tetapi juga perkembangan bisnis AI, robotaxi, FSD, dan rencana merger dengan SpaceX. Perubahan margin, arus kas, serta respons pasar terhadap perkembangan korporasi tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam mengevaluasi saham TSLA.

Pantau pergerakan saham AS, berita emiten, dan perkembangan pasar global melalui Ajaib untuk membantu menyusun strategi investasi sesuai tujuan dan profil risikomu. Download aplikasi Ajaib untuk memantau pergerakan saham AS dan mengevaluasi peluang investasi dalam satu aplikasi.

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.

Profil Penulis

Miftahul Khaer
Miftahul Khaer

Financial Expert Ajaib

Miftahul Khaer merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengikuti perkembangan pasar saham Amerika Serikat. Ia menyajikan analisis dan edukasi mengenai saham AS, kondisi ekonomi global, serta strategi investasi yang membantu investor memahami peluang di pasar internasional.

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!