Saham AS

Rekomendasi Saham AS Hari Ini: SPCX, MCK, dan KO dengan Potensi Kenaikan hingga 7,23%

Miftahul Khaer•October 22, 2026

Key Takeaways

  • Indeks saham AS menguat pada 22 Oktober 2026. Dow Jones naik 0,69%, S&P 500 menguat 0,58%, dan Nasdaq bertambah 1,05%. Namun, ketiga indeks melemah pada sesi pre-market.
  • Sektor teknologi informasi memimpin penguatan S&P 500 sebesar 1,61%, diikuti sektor industri yang naik 0,91%. Sektor komunikasi terkoreksi 1,33%.
  • Bursa Asia-Pasifik mayoritas melemah, dengan SGX-CNBC China Growth turun 3,95%, KOSPI terkoreksi 3,77%, dan Hang Seng melemah 3,12%.
  • SpaceX dan Tesla dikabarkan menargetkan pengumuman merger pada semester I 2027. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum mencapai kesepakatan final.
  • SpaceX (SPCX), McKesson (MCK), dan Coca-Cola (KO) memiliki potensi kenaikan berdasarkan skenario teknikal masing-masing sebesar 7,23%, 5,31%, dan 4,14%.

Wall Street Menguat, Tekanan Jual Membayangi Pre-Market

Pasar saham Amerika Serikat (AS) menunjukkan penguatan berdasarkan pembaruan indeks pada Kamis (22/10/2026) pukul 14.00 WIB. Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,69% ke level 52.856, sedangkan S&P 500 menguat 0,58% ke level 7.757. Nasdaq juga bertambah 1,05% ke level 26.702.

IndexLevel Return
DJIA52,856+0.69%
S&P 500 7,757+0.58%
NASDAQ26,702+1.05%

Meski demikian, sentimen pasar pada sesi pre-market bergerak berlawanan. DJIA tercatat melemah 0,38%, S&P 500 turun 0,79%, dan Nasdaq terkoreksi 1,51%. S&P 500 diproyeksikan bergerak dalam rentang 7.700-7.800.

Di tengah tekanan tersebut, sejumlah saham justru mencatatkan kenaikan pada sesi pre-market. SPCX memimpin dengan penguatan 8,16%, disusul Dell Technologies (DELL) yang naik 7,74%. GE Vernova (GEV) menguat 3,67%, sedangkan Micron Technology (MU) bertambah 3,12%.

Saham Teknologi Dorong S&P 500

Kinerja sektor dalam indeks S&P 500 bergerak bervariasi pada pembaruan 22 Oktober 2026. Sektor teknologi informasi memimpin penguatan dengan kenaikan 1,61%, diikuti sektor industri yang naik 0,91%. 

Sektor keuangan (financials) juga menguat 0,50%, sedangkan utilitas bertambah 0,37%. Sektor energi naik 0,28%, consumer discretionary menguat 0,23%, dan material bertambah 0,19%.

Sebaliknya, sektor komunikasi mengalami koreksi terdalam sebesar 1,33%. Sektor real estat melemah 0,79%, consumer staples turun 0,59%, dan kesehatan terkoreksi 0,45%.

SektorReturn
Communication-1.33%
Cons Disc+0.23%
Cons Staples-0.59%
Energy+0.28%
Financials+0.5%
Health Care-0.45%
Industrials+0.91%
Info Tech+1.61%
Materials+0.19%
Real Estate-0.79%
Utilities+0.37%

Harga Minyak Naik, Emas dan Perak Terkoreksi

Pasar komoditas bergerak mayoritas melemah pada pembaruan 22 Oktober 2026. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menjadi pengecualian dengan kenaikan 2,05% ke level US$99,25.

Sebaliknya, harga emas turun 1,70% ke level US$4.071,11, sementara perak terkoreksi 3,61% ke level US$55,19. Tembaga juga melemah 1,65% ke level US$6,43.

Minyak kelapa sawit turun 1,04% ke level 4.767,00, sedangkan nikel terkoreksi 0,18% ke level 15.060,00. Batu bara relatif stabil dengan penurunan tipis 0,07% ke level 150,70.

KomoditasHargaReturn
Crude Oil WTI99.25+2.05%
Coal150.70-0.07%
Gold4,071.11-1.70%
Silver55.19-3.61%
Copper6.43-1.65%
Palm Oil4,767.00-1.04%
Nickel15,060.00-0.18%

Bursa Asia Tertekan, KOSPI dan Hang Seng Catat Penurunan Tajam

Bursa saham Asia-Pasifik ditutup mayoritas melemah pada Kamis (22/10/2026), dengan tekanan jual menjangkau sejumlah pasar utama di kawasan tersebut. SGX-CNBC China Growth mencatatkan koreksi terdalam sebesar 3,95%, disusul KOSPI Korea Selatan yang turun 3,77%.

Hang Seng (HSI) Hong Kong melemah 3,12%, Shenzhen Component terkoreksi 2,75%, dan Nikkei Jepang turun 2,44%. Taiwan juga melemah 1,68%, sedangkan Shanghai Composite terkoreksi 1,53%.

Koreksi yang lebih terbatas terlihat pada ASX 200 Australia sebesar 0,43%, NIFTY 50 India sebesar 0,27%, STI Singapura sebesar 0,13%, dan NZX 50 Selandia Baru sebesar 0,11%.

Di tengah pelemahan mayoritas bursa, Malaysia justru menguat 0,19% dan SETI Thailand naik 0,35%. Secara keseluruhan, pergerakan tersebut memperlihatkan tekanan jual yang luas di pasar Asia-Pasifik, meskipun beberapa indeks masih mampu mencatatkan penguatan.

Rencana Merger SpaceX dan Tesla Dibidik pada Semester I 2027

SpaceX dan Tesla dikabarkan menargetkan pengumuman merger pada semester I 2027, dengan transaksi diharapkan rampung sebelum masa jabatan Presiden Donald Trump berakhir. Informasi ini berasal dari laporan Bloomberg yang dikutip Seeking Alpha.

CEO Elon Musk mendukung potensi merger kedua perusahaan dengan total nilai pasar sekitar US$3,7 triliun. Analis menilai pemulihan harga saham SpaceX dapat menjadi momentum untuk menggunakan saham tersebut sebagai alat pembayaran transaksi.

Namun, rencana merger masih dalam tahap pembahasan dan belum mencapai kesepakatan final. Negosiasi serta potensi tantangan regulasi menjadi faktor yang perlu dicermati sebelum transaksi dapat direalisasikan.

Rekomendasi Saham AS Hari Ini: SPCX, MCK, dan KO

Di tengah pergerakan pasar yang beragam, SpaceX (SPCX), McKesson Corporation (MCK), dan The Coca-Cola Company (KO) masuk dalam daftar saham pilihan berdasarkan skenario teknikal pada grafik harian (1D). Berikut level entry, target harga, stop loss, dan potensi kenaikan dari masing-masing saham.

SahamBuyTarget PriceStop LossUpside
MCKUS$1.000,39US$1.053,56US$989,51+5,31%
SPCXUS$155,14US$166,35US$149,93+7,23%
KOUS$92,22US$96,04US$90,96+4,14%

1. Space Exploration Technologies (SPCX)

Space Exploration Technologies Corp. (SPCX) menawarkan potensi kenaikan sebesar 7,23% menuju target harga US$166,35 dari level entry US$155,14. Skenario trading pada grafik harian menggunakan strategi buy on dip atau swing long, dengan memanfaatkan momentum pemulihan harga setelah fase konsolidasi.

Strategi tersebut mengarah pada peluang pengujian kembali area resistance lokal di US$166,35. Trader dapat mencermati perkembangan harga untuk melihat apakah momentum pemulihan mendukung skenario tersebut.

Untuk pengelolaan risiko, stop loss ditetapkan pada US$149,93, yang membatasi potensi penurunan sekitar 3,36% dari harga entry. Dengan target US$166,35, SPCX menawarkan potensi keuntungan 7,23% dan rasio risk/reward sebesar 2,15.

2. McKesson Corporation (MCK)

McKesson Corporation (MCK) menggunakan strategi buy on breakout atau kelanjutan tren (trend continuation) dengan memanfaatkan momentum penguatan harga menuju area all-time high. Pada grafik harian (1D), skenario ini mengandalkan pantulan dari struktur Higher Low untuk menguji resistance baru di US$1.053,56.

Posisi entry ditetapkan pada US$1.000,39, sedangkan target harga berada di US$1.053,56. Stop loss ditempatkan pada US$989,51 untuk membatasi potensi penurunan sekitar 1,09% dari harga entry.

Berdasarkan level tersebut, MCK memiliki potensi upside sebesar 5,31% dengan rasio risk/reward sebesar 4,89. Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa potensi keuntungan yang ditargetkan hampir 4,9 kali risiko yang direncanakan.

3. The Coca-Cola (KO)

The Coca-Cola Company (KO) masuk dalam daftar rekomendasi saham AS hari ini dengan strategi buy on breakout atau kelanjutan tren. Skenario pada grafik harian mengandalkan momentum penembusan ke atas struktur Weak High setelah harga memantul dari Higher Low.

Apabila momentum tersebut berlanjut, harga KO berpeluang menguji resistance terdekat di area US$96,00. Level entry ditetapkan pada US$92,22, dengan target harga US$96,04 dan stop loss US$90,96.

Skenario tersebut memberikan potensi kenaikan sebesar 4,14%, dengan risiko penurunan sekitar 1,37% dari harga entry. Rasio risk/reward sebesar 3,03 menunjukkan potensi keuntungan sekitar tiga kali risiko yang ditetapkan.

Pantau Pergerakan Saham AS dan Trading di Ajaib

SPCX, MCK, dan KO memiliki skenario teknikal serta target harga yang berbeda. Trader dapat memasukkan ketiganya ke dalam watchlist untuk memantau pergerakan harga, menentukan area entry, dan menetapkan target keuntungan serta stop loss sesuai strategi masing-masing.

Download aplikasi Ajaib untuk memantau pergerakan saham AS dan melakukan trading dalam satu aplikasi. Evaluasi peluang pasar dan susun rencana transaksi sesuai strategi serta profil risikomu.

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.

Profil Penulis

Miftahul Khaer
Miftahul Khaer

Financial Expert Ajaib

Miftahul Khaer merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengikuti perkembangan pasar saham Amerika Serikat. Ia menyajikan analisis dan edukasi mengenai saham AS, kondisi ekonomi global, serta strategi investasi yang membantu investor memahami peluang di pasar internasional.

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!