Saham AS

Wall Street Hari Ini: Nasdaq dan S&P 500 Rebound, DJI Naik Tipis 0,02%

Miftahul Khaer•October 23, 2026

Key Takeaways

  • Wall Street ditutup menguat pada perdagangan 22 Oktober 2026, dengan Nasdaq naik 2,60%, S&P 500 menguat 1,21%, dan Dow Jones naik tipis 0,02%.
  • Kekhawatiran terhadap besarnya belanja modal kecerdasan buatan (AI) kembali menjadi perhatian setelah saham Meta Platforms anjlok sekitar 7% akibat arus kas bebas negatif dan kenaikan proyeksi capex.
  • Lonjakan harga minyak di tengah risiko geopolitik Timur Tengah menambah kekhawatiran terhadap inflasi dan arah kebijakan suku bunga The Fed.
  • Saham BX, GIS, HPQ, dan ACN masuk daftar top gainers, sedangkan LRCX, GEV, KLAC, dan SPCX menjadi top losers.
  • MCK, JPM, dan KO masuk dalam daftar watchlist dengan memperhatikan level entry, target price, stop loss, serta rasio risiko dan imbal hasil.

Nasdaq Naik 2,60%, Bagaimana Pergerakan S&P 500 dan DJI?

Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada Kamis (22/10/2026), dipimpin Nasdaq Composite yang naik 2,60%, diikuti S&P 500 sebesar 1,21%. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average (DJI) relatif datar dengan kenaikan 0,02%.

Penguatan ini terjadi setelah Wall Street tertekan pada sesi sebelumnya. Pada Rabu (21/10), Nasdaq anjlok lebih dari 2,6%, mencatat penurunan harian terbesar sejak akhir Juni. S&P 500 melemah sekitar 1,2%-1,4%, sedangkan Dow Jones relatif tertahan berkat rotasi investor ke saham defensif.

Tekanan sebelumnya dipicu kekhawatiran investor terhadap besarnya belanja modal perusahaan teknologi untuk kecerdasan buatan (AI). Investor menilai apakah peningkatan investasi tersebut mampu menghasilkan pertumbuhan pendapatan dan arus kas yang sepadan. 

Kenaikan harga minyak akibat risiko geopolitik di Timur Tengah turut menambah kekhawatiran terhadap inflasi, sehingga laporan keuangan perusahaan dan arah kebijakan moneter tetap menjadi perhatian trader.

Top Gainers dan Top Losers Saham AS

Pada penutupan pasar AS yang tercantum dalam data 23 Oktober 2026, sejumlah saham mencatatkan kenaikan dan penurunan harga signifikan. Berikut daftar saham dengan performa terbaik dan terburuk berdasarkan data yang diberikan.

Top Gainer

StockReturn
$BX+8.38%
$GIS+8.01%
$HPQ+7.79%
$ACN+7.69%

Top Loser

StockReturn
$LRCX-11.76%
$GEV-10.64%
$KLAC-9.55%
$SPCX-9.14%

Saham Meta Anjlok 7% usai Arus Kas Bebas Negatif

Saham Meta Platforms melemah sekitar 7% pada Rabu (21/10), meskipun perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan yang kuat pada kuartal III 2026. Meta membukukan pendapatan US$64,6 miliar, naik 26% secara tahunan dan melampaui estimasi analis sebesar US$63,3 miliar. Laba per saham (earnings per share/EPS) GAAP juga meningkat 265% menjadi US$3,83.

Namun, respons pasar tertekan oleh kekhawatiran terhadap arus kas dan belanja modal. Meta mencatat free cash flow negatif US$2,12 miliar, berbalik dari surplus US$10,6 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Ini menjadi pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade perusahaan membukukan arus kas bebas negatif.

Tekanan tersebut sejalan dengan kenaikan belanja modal (capital expenditure/capex) menjadi US$34,9 miliar pada kuartal III, dari US$31 miliar pada kuartal sebelumnya. Meta juga menaikkan proyeksi capex 2026 menjadi US$135 miliar-US$145 miliar, dari sebelumnya US$130 miliar-US$145 miliar. Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan belum tentu meredakan kekhawatiran investor ketika investasi kecerdasan buatan (AI) menekan arus kas.

Selain itu, Meta berencana menerbitkan saham baru Class C tanpa hak suara yang dijadwalkan efektif pada Januari 2027. Langkah ini ditujukan untuk mendukung pendanaan investasi AI tanpa mengubah hak suara pemegang saham yang ada.

Harga Minyak Naik, Risiko Inflasi Kembali Jadi Perhatian

Selain laporan keuangan perusahaan teknologi, harga minyak turut memengaruhi sentimen pasar. Minyak Brent sempat menyentuh level tertinggi dalam lima bulan di kisaran US$110-US$112 per barel akibat kekhawatiran gangguan pasokan di tengah meningkatnya ketegangan Timur Tengah.

Kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim menyerang fasilitas Saudi Aramco di Yanbu dan ladang minyak Shaybah. Perkembangan ini memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dan tekanan inflasi, sekaligus memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Berdasarkan draft, pasar memperkirakan potensi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun.

Di tengah ketidakpastian tersebut, saham defensif dan value, seperti Procter & Gamble dan Lockheed Martin, justru menguat signifikan pada perdagangan Rabu. Pergerakan ini mencerminkan rotasi investasi ketika investor mempertimbangkan risiko geopolitik dan valuasi saham teknologi.

Rekomendasi Saham AS Hari Ini: MCK, JPM, dan KO

Selain mencermati sentimen makroekonomi dan laporan keuangan, trader dapat memasukkan McKesson Corporation (MCK), JPMorgan Chase & Co. (JPM), dan The Coca-Cola Company (KO) ke dalam daftar pantauan berdasarkan skenario trading yang tersedia.

SahamBuyTarget PriceStop LossUpside
MCKUS$1.000,39US$1.053,56US$989,51+5,31%
JPMUS$332,65US$350,74US$322,39+5,44%
KOUS$92,22US$96,04US$90,96+4,14%

1. McKesson Corporation (MCK)

MCK memiliki potensi kenaikan sebesar 5,31% berdasarkan skenario trading yang tersedia. Strategi yang digunakan adalah buy on breakout atau trend continuation, dengan mengandalkan momentum penguatan harga setelah memantul dari struktur Higher Low untuk menguji area all-time high dan resistance baru.

Level entry MCK ditetapkan pada US$1.000,39, dengan target price US$1.053,56 dan stop loss US$989,51. Jarak entry ke stop loss membatasi risiko penurunan sekitar 1,09%, sedangkan rasio risiko dan imbal hasil (risk/reward ratio) tercatat sebesar 4,89.

2. JPMorgan Chase & Co. (JPM)

JPM memiliki potensi kenaikan sebesar 5,44%, dengan strategi buy on dip atau trendline support bounce. Skenario ini mengandalkan potensi pantulan harga dari area batas bawah garis tren naik untuk menguji kembali resistance lokal.

Level entry JPM berada di US$332,65, dengan target price US$350,74 dan stop loss US$322,39. Berdasarkan skenario tersebut, risiko penurunan dari entry ke stop loss sekitar 3,09%, dengan risk/reward ratio sebesar 1,76.

3. The Coca-Cola Company (KO)

KO memiliki potensi kenaikan sebesar 4,14% berdasarkan skenario buy on breakout atau trend continuation. Strategi ini memanfaatkan momentum harga yang bergerak menembus area Weak High setelah memantul dari struktur Higher Low, dengan resistance terdekat di sekitar US$96.

Level entry KO ditetapkan pada US$92,22, dengan target price US$96,04 dan stop loss US$90,96. Risiko penurunan dari entry ke stop loss sekitar 1,37%, sedangkan risk/reward ratio tercatat sebesar 3,03.

Pantau Pergerakan Saham AS dan Mulai Trading di Ajaib

Dinamika Wall Street, mulai dari pergerakan Nasdaq, S&P 500, dan Dow Jones hingga kekhawatiran belanja AI dan kenaikan harga minyak, membuat trader perlu mencermati peluang pasar dengan strategi yang terukur. Pantau pergerakan saham AS atau pertimbangkan ETF Amerika untuk mendapatkan eksposur ke pasar saham AS melalui satu aplikasi.

Download Ajaib sekarang dan jelajahi pilihan ETF Amerika di Ajaib untuk menentukan strategi investasi sesuai tujuan dan profil risikomu.

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.

Profil Penulis

Miftahul Khaer
Miftahul Khaer

Financial Expert Ajaib

Miftahul Khaer merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengikuti perkembangan pasar saham Amerika Serikat. Ia menyajikan analisis dan edukasi mengenai saham AS, kondisi ekonomi global, serta strategi investasi yang membantu investor memahami peluang di pasar internasional.

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!