Berita

Prospek Saham Telkom (TLKM) Pasca IndiHome-Telkomsel Merger

Haruskah Berinvestasi Saham TLKM? Pelajari Infonya di sini!

Setelah merger IndiHome ke Telkomsel, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sekarang fokus menggarap lini business to business (B2B) dan mendorong investasi di start up.

Baru-baru ini, TLKM merilis IndiBiz yang menjaring para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong Telkom mengoptimalkan seluruh jaringan yang dimiliki, mulai dari fiber optic hingga data center.

Menurut keterangan Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, Telkomsel akan mendorong untuk segmen konsumer, sedangkan Telkom mendorong ke segmen B2B.

Selain itu, Telkom juga sedang menyusun konsep InfraCo. Rencananya TLKM akan membuka infrastruktur seperti fiber optic untuk disewakan ke perusahaan telekomunikasi lainnya.

TLKM Juga Fokus Investasi Start Up

Telkom Indonesia juga berfokus pada kolaborasi dengan start up berupa penyaluran pendanaan. Namun, besaran anggaran investasi masih enggan disampaikan oleh pihak TLKM.

Seperti diketahui, TLKM memiliki investasi di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) lewat Telkomsel. Selain itu, ada juga 80 lebih portofolio dengan total asset Under Management (AUM) mencapai US$830 juta atau setara Rp12,56 triliun melalui MDI Venture.

Nantinya MDI Venture ini akan terlibat dalam proyek Merah Putih Fund.

Investasi yang dilakukan oleh TLKM ke para start up ini baru akan dirasakan dalam jangka panjang.

Saham TLKM ini masih menarik untuk dicermati para investor, bahkan lebih menarik dibanding perusahaan telekomunikasi lainnya secara Price to Earnings Ratio (PER).

TLKM pun masih bergerak konsolidasi mendekati support di level RP3.900.

Sumber: https://investasi.kontan.co.id/news/prospek-dan-rekomendasi-saham-telkom-tlkm-usai-penggabungan-indihome-ke-telkomsel dengan pengubahan seperlunya.

Artikel Terkait