Perbedaan Karyawan Outsourcing dan Karyawan Kontrak

Perbedaan Karyawan Outsourcing dan Karyawan Kontrak
Perbedaan Karyawan Outsourcing dan Karyawan Kontrak

Dengan beragam alasan, tidak sedikit perusahaan yang menerapkasn sistem karyawan outsourcing dalam perusahaannya. Namun pada dasarnya sistem outsourcing dan kontrak jelas memiliki perbedaan. Namun yang pasti tidak sedikit masyarakat atau pekerja yang menolak sistem outsourcing karena dianggap merugikan. Lalu, apa perbedaan karyawan kontrak dan karyawan outsourcing.

Sistem Kerja

Karyawan kontrak direkrut oleh sebuah perusahaan untuk melaksanakan kerja pekerjaan dengan sistem kontrak. Artinya, perusahaan mengadakan hubungan kerja dengan karyawan mereka dengan kesepakatan berbatas melalui kontrak untuk untuk melakukan suatu pekerjaan.

Sedangkan, outsourcing merupakan pekerjaan yang dialihkan kepada pihak ketiga, di mana outsourcing terbagi dua yakni pemborong seluruh pekerjaan dan penyedia jasa penyalur tenaga kerja.  

Masa Kerja

Masa kerja karyawan kontrak juga dibatasi selama paling maksimal dua tahun, dengan perpanjangan setiap tahunnya. Sedangkan karyawan outsourcing, masa kerjanya bergantung pada jenis kontrak yang disepakati bersama dengan perusahaan yang merekrut mereka. 

Perhitungan Gaji

Lalu, bagaimana perhitungan gaji karyawan kontrak dan karyawan outsourcing? Karyawan outsourcing memiliki sistem kesepakatan dengan perusahaan outsourcing yang merekrut. Dalam pembayaran gaji, karyawan outsourcing akan dibayar oleh pihak perusahaan outsorching dan bukan digaji oleh perusahaan tempat ia bekerja. Sedangkan selanjutnya perusahaan outsourcing akan menagih pembayaran kepada pihak pengguna jasanya. 

Karyawan kontrak umumnya dibayar oleh perusahaan yang mempekerjakannya secara langsung tanpa perantara apapun berdasarkan persetujuan karyawan dengan perusahaan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pekerja outsourcing tidak mendapatkan bayaran yang maksimal, karena otomatis gaji akan dipotong untuk biaya penyedia jasa outsourcing

Lalu, hingga kini masih ada saja orang yang mau bekerja di perusahaan outsourcing walaupun perusahaan outsourcing tidak direkomendasikan. Bagi karyawan, sistem outsourcing tentu akan membantu dalam mendapatkan pekerjaan tanpa harus melempar banyak lamaran ke banyak tempat. Selain itu, pekerja juga bisa lebih fleksibel dalam mengembangkan diri karena tidak terikat status pekerja tetap. Namun kerugiannya adalah tidak ada jaminan kepastian kerja, tidak ada jenjang karir, dan kesejahteraan yang rendah. 

Bagi perusahaan, sistem outsourcing bisa saja meberikan keuntungan, atau bahkan menimbulkan kerugian. Merekrut karyawan outsourcing bisa menghemat anggaran perusahaan, mengurangi beban rekrutmen, dan lebih fokus mengurusi kegiatan inti bisnis. Sedangkan kekurangannya adalah, informasi perusahaan rentan mengalami kebocoran dan sangat merepotkan jika harus berganti karyawan outsourcing.

Agar tidak merasa dirugikan, maka karyawan outsourcing harus lebih cerdas dalam memahami regulasi yang berlaku dalam perusahaan outsourcing tersebut. Dalam aturan ketenagakerjaan, pekerja yang bekerja pada perusahaan outsourcing memiliki kesepakatan kerja sama. Di mana, pekerja berhak memperoleh hak atas perlindungan upah dan kesejahteraan. Ini meliputi upah minimum regional, upah bekerja lembur, upah tidak masuk kerja akibat berhalangan, upah tidak masuk kerja karena kegiata di luar pekerjaan, dan upah karena menjalankan hak istirahat kerjanya.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait