Banking

Perbandingan Kurs Tengah BI 31 Desember 2018 dan Tahun 2019

kurs tengah bi 31 desember 2018

Ajaib.co.id – Bagi kamu yang ingin melihat pergerakan kurs tengah Bank Indonesia (BI), redaksi Ajaib akan membandingkan kurs tengah BI 31 Desember 2018 dengan tahun 2019. Seperti apa pergerakannya, simak ulasan berikut ini.

Pada kurs tengah BI 31 Desember 2018, nilai tukar rupiah melemah terhadap dollar AS yang mana ditutup di level Rp14.481 per dollar AS. Sementara kurs tengah BI 31 Desember 2019, Bank Indonesia (BI) mematok kurs tengah BI Rp14.171 per dollar AS.

Nah, sebelum membahas lebih jauh, tentunya kamu harus mengetahui apa itu kurs tengah. Bank Indonesia saat ini memiliki tiga macam kurs yang berlaku di Indonesia antara lain, kurs jual, kurs beli dan juga kurs tengah. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut ini ;

Kurs Jual

Kurs jual merupakan sebuah kurs yang dipakai bila mana bank melakukan penjualan suatu mata uang asing. Maka dari itu, denganga kata lain, bank tentunya memiliki posisi sebagai penjual dan kamu adalah sebagai pembeli.

Kurs Beli

Ada juga, kurs beli yang merupakan lawan ataupu kebalikan daripada kurs jual. Kurs beli dipakai bila kamu melakukan penjualan salah suatu mata uang asing sehingga bank memiliki posisi sebagai pembeli.

Namun demikian, walaupun kamu ini terlihat layaknya sebuah transaksi jual beli, namun tidak serta merta kamu bisa bebas menentukan nilai atau harga daripada mata uang asing yang kamu jual. Hal ini tentunya berdasarkan peraturan yang berlaku diman pihak bank memiliki wewenang penuh dalam menentukan harga daripada suatu mata uang asing, baik itu saat menjual ataupun saat membeli.

Kurs Tengah

Selanjutnya ada juga yang dinamakan kurs tengah yang mana kurs tengah merupakan kurs yang berada di tengah-tengah antara kurs jual dan juga kurs beli. Maka dengan kata lain, kurs tengah ini merupakan hasil daripada penjumlahan antara kurs beli dan juga kurs jual yang dibagi dua.

Lalu, bagaimana cara melakukan perhitungan untuk kurs tengah Bank Indonesia ? Perusahaan asing di Indonesia tentunya diwajibkan untuk menggunakan kurs mata uang Rupiah dalam mencatat laporan keuangannya. Maka dari itu, kurs tengah merupakan kurs yang paling banyak digunakan saat pencatatan pembukuan berlangsung.

Pada akhir periode dimana pada saat terdapat perbedaan antara nilai dan juga pada tahap awal periode, ada selisih laba atau rugi yang biasanya muncul dimana ini dapat disajikan di dalam Other Comprehensive Income yang disingkat dengan OCI. Dalam jurnal pembukuan, keduanya didefinisikan dengan nama “Cash in Bank”.

Adapun cara yang bisa dilakukan dalam menentukan kurs tengah BI yang sebenarnya cukup mudah, yakni dengan membagi dua daripada hasil tambah kurs jual dan juga kurs beli dari mata uang asing yang bersangkutan di dalam satu periode yang sama.

Adapun beberapa faktor yang bisa mempengaruhi nilai tukar daripada kurs, antara lain :

Kontrol Pemerintah

Perlu kamu ketahu bahwa pemerintah tentunya memiliki hak dalam melakukan control keuangan ataupun melakukan intervensi di dalam sektor perekonomian.

Hal ini tentunya memiliki tujuan sebagai upaya untuk berjaga dalam melakukan keseimbangan di sektor ekonomi. Baik sektor ekonomi mikro maupun sektor ekonomi makro. Ini juga termasuk dalam upaya menjaga keseimbangan ataupun kestabilan daripada nilai tukar rupiah dengan mata uang negara lain.

Inflasi dan Deflasi

Kondisi inflasi dan juga deflasi juga menjadi faktor terpenting yang bisa mempengaruhi nilai tukar daripada mata uang di suatu negara. Adapun inflasi ini tentunya akan membuat nilai tukar mata uang suatu negara menjadi turun. Sedangkan untuk deflasi, yang mana ini akan membuat nilai tukar mata uang suatu negara bisa kembali naik.

Suku Bunga

Ketiga adalah perbedaan suku bunga yang terjadi pada setiap negara yang juga dapat mempengaruhi nilai tukar terhadap kurs. Apabila tingkat suku bunga di suatu negara bisa mengalami perubahan, maka hal ini tentunya akan mempengaruhi arus modal internasional yang mengalir.

Apabila suku bunga mengalami kenaikan, maka aliran modal asing yang masuk juga akan meningkat dan begitu pula sebaliknya. Adapun suku bunga ini tentunya akan mempengaruhi pasar daripada valuta asing dan juga pergerakan di pasar uang. Dalam melakukan transaksi, bank tentunya akan mempertimbangkan perbedaan daripada suku bunga di pasar modal nasional maupun suku bunga internasional yang berdasarkan pada laba yang diperoleh.

Neraca Pembayaran

Adapun aktivitas daripada neraca pembayaran ini khususnya yang aktif dapat meningkatkan nilai daripada mata uang nasional. Ini merupakan dampak daripada neraca yang diukur terhadap nilai tukar uang yang mana ini sudah ditentukan daripada tingkat keterbukaan ekonomi.

Pendapatan Relatif

Sementara itu, laju pertumbuhan pendapatan di dalam negeri tentunya bisa melemahkan kurs mata uang asing. Apabila pendapatan riil dalam negeri ini bisa meningkat, maka permintaan terhadap mata uang asing tentunya akan meningkat juga jika dibandingkan suplai ketersediaan.

Ekspektasi

Selanjutnya ada juga ekspektasi daripada nilai mata uang di masa depan yang kemungkinan akan memberi pengaruh terhadap nilai tukar valuta asing. Adapun pasar valuta asing akan sangat cepat bereaksi dengan berbagai informasi yang tentunya akan berpengaruh terhadap nilai tukar daripada mata uang di masa yang akan datang.


 Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait