Investasi

Pentingnya Gaya Hidup Seimbang Untuk Generasi Milenial

Globalisasi memberikan kemudahan akses kepada masyarakat terhadap produk-produk yang sebelumnya tidak dapat dinikmati. Salah satu yang paling terasa ialah kemajuan teknologi yang memberikan satu cara baru untuk berbelanja lewat online shoping. Akibatnya sulit bagi masyarakat kini muwujudka gaya hidup seimbang khususnya dalam hal finansial.

Selain itu, masyarakat kini memberikan perhatian dan waktu untuk sosial media secara berlebihan. Banyak yang membeli atau melakukan sesuatu hanya demi nampak eksis di sosial media. Belum lagi gaya hidup pamer yang muncul karena terinspirasi selebritis dengan materialiasme sekarang terasa sangat penting.

Tingkat kebutuhan hidup masyarakat di Indonesia semakin lama semakin meningkat. Proses integrasi internasional yang memungkinkan pertukaran produk antar negara yang disebut sebagai globalisasi, telah menjadi salah satu penyebab utama sifat konsumtif yang berlebihan. Penduduk Indonesia dapat mempunyai akses terhadap produk yang sebelumnya tidak dapat mereka konsumsi.

Rata-rata pengeluaran per kapita untuk makanan dalam kurun waktu satu bulan di DKI Jakarta mencapai Rp272.821 pada tahun 2007 sampai Rp797.828 pada tahun 2017 (Kenaikan 192% dalam kurun waktu 10 tahun). Sedangkan rata-rata pengeluaran per kapita untuk non makanan mengalami kenaikan 139% dengan total Rp1.199.618 pada tahun 2017.

Data tersebut menunjukkan jika masyarakat kini mengeluarkan dana lebih banyak di luar kebutuhan primer. Mereka merasa membutuhkan suatu barang hanya karena tergoda promosi atau iklan dan bukan benar-benar membutuhkannya.

Berbagai fakta di atas memberikan dampak perilaku konsumtif yang berlebihan terlebih lagi pada kaum milenial. Akibatnya banyak yang lupa untuk menyisihkan dananya untuk memiliki aset atau kebutuhan lainnya. Tak heran banyak yang beranggapan jika milenial akan sulit memiliki rumah dan aset seperti orang zaman dahulu.

Maka dari itu penting adanya untuk melakukan gaya hidup seimbang sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan atau rencana di masa depan.

Gaya Hidup Tidak Seimbang

Jumlah pengeluaran yang dilakukan oleh generasi millenial bisa jadi mempunyai nilai yang jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata pengeluaran per kapita. Ini disebabkan oleh pergaulan yang menuntut kaum muda untuk menjadi yang paling kekinian dengan rutin mengikuti tren. Dimana aktivitas tersebut termasuk golongan yang lumayan mahal. Contohnya seperti nongkrong di cafe, mempunyai handphone jenis terbaru, dan membeli barang yang tidak diperlukan.

Generasi terdahulu mungkin sulit untuk memahami kebutuhan para milenial ini. Namun tak jarang anak muda yang bersedia menambah jam kerja hanya demi handphone terbaik untuk dipamerkan kepada teman-temannya. Mereka seakan tidak peduli dengan biaya yang dikeluarkan selama bisa eksis.

Ada pula yang baru saja masuk kerja dan mempunyai gaji yang tidak seberapa. Namun untuk mengikuti arus tren terkini, mereka mempunyai pengeluaran konsumtif yang lebih besar daripada pemasukan. Ini menyebabkan mereka mengambil utang konsumtif yang seharusnya tidak diperlukan.

Utang konsumtif dalam artian mengambil utang untuk membeli produk konsumsi lainnya tanpa hasil tertentu yang bisa didapatkan. Utang jenis inilah yang kemudian banyak menjebak milenial sehingga sulit meningkatkan kemampuan finansialnya. Jenis pinjaman seperti ini pula yang kerap jadi mangsa model Peer to Peer Lending ilegal dengan suku bunga mencekik.

Generasi milenial juga dikenal dengan ambisi mereka untuk membuka usaha sendiri atau menambah sumber pemasukan yang sebenarnya hal yang sangat baik. Sayangnya tak banyak yang sadar untuk mengurangi sifat konsumtifnya untuk finansial yang lebih matang khususnya di masa depan. Jika sulit langsung menghilangkan sifat tersebut sedikit-sedikit paling tidak bisa menerapkan gaya hidup seimbang.

Gaya Hidup Seimbang

Berikut adalah cara yang bisa diterapkan oleh kaum milenial agar bisa mencapai gaya hidup seimbang. Life balance dari segi keuangan ini tentunya akan menjadikan masa depan lebih baik karena dana yang ada bisa digunakan lebih baik.

Milenial kerap terlena dengan pendapatan yang besar tapi tidak sadar akan adanya sejumlah pengeluaran dalam jumlah besar. Misalnya perlunya asuransi kesehatan dengan polis yang sesuai daripada sekedar membeli gadger terbaru setiap bulan. Mereka juga kerap lengah mengelola uangnya karena prinsip hidup You Only Live Oce (YOLO).

Hasilnya, milenial kerap bersikap impulsif dalam berbelanja sehingga menjadi penyebab masalah keuangannya. Akhirnya banyak yang hidup hanya dengan berfoya-foya setelah gajian dan beberapa pekan kemudian harus berhemat sampai gajian tiba.

Mengetahui Rincian Pengeluaran

Para generasi millenials harus menjaga keseimbangan akan jumlah pemasukan yang mereka terima dan pengeluaran yang dilakukan setiap bulannya secara terinci. Pengeluaran ini mencakup pengeluaran sehari- hari yang merupakan pengeluaran untuk barang yang dibutuhkan bagi kehidupan sehari-hari (Sabun, Tissue) dan juga pengeluaran untuk hiburan yang merupakan pengeluaran yang tidak mendesak (shopping, ngopi).

Dengan mengetahui rincian tersebut dapat diketahui pengeluaran mana yang dapat atau harus dikurangi. Ada sejumlah pengeluaran sehari-hari yang bisa ditekan sedangkan pengeluaran tidak mendesak banyak pula yang bisa dihilangkan. Misalnya dengan tidak terlalu sering ngopi di cafe yang mahal. Selain hemat bagi kantong, mengurangi kopi juga bisa baik dampaknya bagi kesehatan kan.

Menetapkan Jumlah Simpanan Tetap

Setelah mengetahui rincian pengeluaran yang dilakukan, tetapkan jumlah simpanan tetap yang akan disisihkan setiap bulannya. Simpanan ini dapat dideposito atau digunakan untuk berinvestasi yang dapat memberikan anda pemasukan tambahan. Ide lainnya adalah untuk membeli proteksi dalam rupa asuransi. Dalam hal investasi dan proteksi, dijelaskan lebih lanjut dalam artikel.

Ingatlah untuk tidak menunggu uang tersisa namun sebaliknya yakni menyisihkan uang khusus untuk simpanan ini. Dengan gaya hidup milenial, rasanya akan sangat sulit menunggu adanya uan tersisa untuk dijadikan simpanan. Pisahkan pula mana simpanan yang akan dijadikan tabungan dana darurat, tabungan jangka panjang atau dengan tujuan khusus seperti membeli mobil.

Menggunakan Uang yang Tersisa Sebaik-baiknya

Dengan uang sisa yang ada, setelah dikurangi target simpanan tetap, gunakanlah uang tersebut sebaik-baiknya. Sebaik-baiknya dalam artian membeli keperluan yang dibutuhkan dan tidak membeli barang berlebih terlebih lagi jika kamu tidak membutuhkan barang itu secara mendesak. Hal ini dapat diperhitungkan melalui rincian pengeluaran yang telah kamu punya.

Kamu perlu bersikap disiplin untuk mematuhi rincian yang sudah dibuat sebelumnya. Kalau sulit melakukannya, bisa minta tolong orang terdekat seperti sahabat atau orang tua untuk mengingatkan. Kamu juga bisa belajar bersikap disiplin dengan rutin mencatat pengeluaranmu sehari-hari untuk tahu ke mana saja uangmu dihabiskan. Untuk lebih praktis, banyak tersedia aplikasi keuangan yang bisa membantumu melakukan hal ini.

Secara keseluruhan, jika kamu ingin mencapai semua rencana anda di masa depan, sangat disarankan untuk mempunyai gaya hidup seimbang dimana kamu harus mengurangi konsumsi berlebihan (hanya membeli barang yang diperlukan) dan jika bisa melakukan investasi atau membeli proteksi dengan uang yang ada.

Jangan hanya sekedar menabung uangmu di bank karena nilainya tidak akan bertambah. Cerdaslah menggunakan uangmu salah satunya lewat investasi agar nilaninya bertambah. Selain agar kamu tak perlu khawatir akan masa depan nantinya, gaya hidup seimbang ini akan membantumu lebih jeli dalam soal keuangan sampai kapanpun.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait