Bisnis & Kerja Sampingan

Pelajaran Hidup dari Chairul Tanjung, Si Anak Singkong

chairul tanjung si anak singkong
Sumber: iphincow.com

Ajaib.co.id – Chairul Tanjung lahir 16 Juni 1962 adalah seorang pengusaha Indonesia di bidang keuangan, properti, dan multimedia. Dia adalah mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi di kabinet Indonesia yang juga terkenal dengan nama Chairul Tanjung Si Anak Singkong.

Chairul diangkat ke posisi ini oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 19 Mei 2014 setelah pengunduran diri Menteri Koordinator Ekonomi sebelumnya, Hatta Rajasa, yang mengundurkan diri untuk ambil bagian dalam pemilihan presiden 2014 di Indonesia. Pada Januari 2015, ia memiliki kekayaan bersih sekitar $ 4,3 miliar, menjadikannya sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia.

Orang tuanya adalah A.G. Tanjung dan Halimah. Ia dilahirkan dalam keluarga yang sangat kaya, karena ayahnya adalah seorang reporter dan mendirikan sebuah perusahaan majalah. Di era orde baru, bisnis ayahnya ditutup oleh pemerintah karena dinilai membantu era orde lama, yang bertentangan oleh kekuasaan otoriter pada zaman itu.

Ekonomi keluarganya berubah 180 derajat di mana rumah besar dan mobil mereka dijual untuk menutupi utang dan untuk mencari nafkah, mereka harus tinggal di sebuah rumah susun kecil.

Orang tuanya ingin anak-anak mereka menjadi sukses sehingga mereka bekerja di sebuah perusahaan. Chairul menyelesaikan sekolah menengah atas di SMA Boedi Oetomo pada tahun 1981. Ia memperoleh gelar sarjana di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia. Dia menjadi siswa teladan nasional pada tahun 1984 dan 1985.

Ketika belajar, dia dan dua temannya membuka usaha toko yang menjual buku dan kaos kemudian mereka dengan cepat menjadi toko besar yang menjual peralatan kedokteran dan laboratorium. Di waktu luangnya, ia masuk ke dunia bisnis hingga keluar dari sekolah kedokteran gigi dan mendirikan perusahaan yang menjadi CT Corp dengan aset 150 juta rupiah yang dipinjam dari Exim Bank.

Beberapa dari cerita hidup Chairul Tanjung memang masih panjang, namun ada pelajaran yang dapat dari petik yang bisa diambil. Poin-poin ini didapatkan dari buku biografi yang pernah dirilis pada tahun 2012 berjudul ‘Si Anak Singkong’ buku yang disusun oleh Tjahja Gunawan Diredja, dan beberapa wawancara oleh media.

Ini dia 7 hal yang dapat dipelajari dari Chairul Tanjung Si Anak Singkong:

1. Jalani

Chairul memilih jurusan Kedokteran Gigi di Universitas Indonesia bukan karena keinginannya, namun karena jurusan itu cukup logis dengan nilainya di masa SMA. Ibunya menggadaikan kain halus seharga Rp75.000 untuk dapat membayar biaya masuk Chairul di UI.

Ia cukup yakin bahwa kesempatan dalam hidupnya adalah hal yang harus dijalani, dan jika berakhir tidak sesuai keinginannya, maka dia akan menjalani yang lain. Maka, apapun rintangannya, jalani semua itu sampai selesai.

2. Komitmen

Setelah mengetahui ibunya menggadaikan kain halus untuk biaya masuk kuliahnya, ia memutuskan untuk tidak lagi meminta uang dari orang tuanya. Ia berkomitmen pada dirinya sendiri.

Chairul mengatakan, komitmen akan hadir jika ada pemicu yang membuatnya berkomitmen. Dan salah satu pemicu untuknya adalah saat mengetahui ibunya menggadaikan kain.

Ia juga berkomitmen pada pekerjaannya dan melakukan segalanya dengan baik, dan Chairul pernah mengatakan: “memulai adalah sesuatu yang sulit”, namun mendapatkan hasil dari kerja kerasnya sendiri adalah momen terpenting dalam hidupnya. Semuanya berawal dari komitmen untuk menjadi yang terbaik.

3. Bekerja Cerdas

Di masa awal perkuliahannya, Chairul diharuskan untuk memiliki buku pedoman yang dijadikan pegangan wajib untuk mahasiswa-mahasiswa masa itu. Ia menanyakan harga ke berbagai percetakan untuk mencetak buku itu sebelum memutuskan memilih yang mana.

Satu buku di seluruh percetakan yang ia tanyakan, memiliki jawaban yang sama, yaitu Rp500 untuk satu buku. Lalu, ia teringat jika ia memiliki teman SMP yang kakaknya memiliki percetakan.

Di sanalah ia mendapatkan harga yang lebih murah, yaitu Rp150 untuk satu buku. Dan dengan tawaran yang murah ini, ia memanfaatkan untuk menawarkan kepada teman-teman mahasiswanya untuk membuat buku serupa seharga Rp300. Chairul mendapatkan Rp15.000 dari hasil penjualan buku tersebut.

4. Koneksi

Dari awal masa kuliahnya, Chairul dekat dengan Boy M. Bachtiar, dosennya sendiri yang menjadi sahabatnya selama ia kuliah. Perbedaan usia 10 tahun, tidak membuatnya sungkan atau ragu untuk berteman dengan orang yang lebih tua.

Kemampuan berkoneksi ini ia dapatkan karena ia sering mengikuti organisasi yang memiliki anggota di berbagai macam umur. Kemampuannya dalam berkomunikasi dan menjalin koneksi terbukti membukakan jalannya ke pintu-pintu kesuksesan yang ia raih sekarang.

5. Fokus

Chairul Tanjung dikenal sebagai orang yang sangat fokus pada proyek yang sedang dikerjakannya. Ia ingin semua proyek yang ia jalankan berjalan dengan lancar dan mencoba untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

Salah satu rahasia fokusnya adalah membaca banyak buku dan berdiskusi tentang filosofi. Ia menyadari jika berdiskusi filosofi pada saat ia masih SMA adalah sesuatu yang kurang digemari kebanyakan remaja. Tapi dia mengatakan, “tidak ada yang terlalu muda dalam hal usia untuk mempelajari hal yang berat.”

6. Nilai Terhadap Diri Sendiri

Menurut Chairul, kesuksesan seseorang itu dinilai dari values yang dimiliki orang tersebut. Tidak peduli dia anak siap, berapa kekayaan ayahnya, dia harus memiliki kebanggaan pada dirinya sendiri dengan kemampuannya sendiri.

Di masa menuju kesuksesannya, Chairul adalah orang yang mengerti tentang nilainya dan kemampuannya. Dan dengan perjuangannya, ia sudah sampai di titik sukses dalam hidupnya.

7. Kerja Keras

“Tanpa kerja keras, kamu tidak akan bisa sukses, se-sukses orang yang bekerja keras.”, itu adalah kata-kata yang diucapkan oleh Chairul Tanjung. Selama ini, dia adalah sosok yang bekerja keras dan percaya pada proses.

Tidak ada yang namanya 1 tiba-tiba langsung ke 5, yang ada semuanya berurutan 1 ke 2, lalu 3 ke 4, dan akhirnya menuju angka 5. Terbukti, ia memiliki perusahaan hiburan, memiliki bank, dan perusahaan-perusahaan lainnya. Tanpa kerja keras dan proses, ia tidak akan bisa mendapatkannya.

Itu dia adalah tujuh hal yang bisa dipelajari dari Chairul Tanjung Si Anak Singkong, dari beberapa poin di atas, kamu bisa menerapkannya dalam kehidupanmu dan memulai jalanmu ke titik puncak kesuksesan.

Jika kamu penasaran dengan kisah hidup dari tokoh di dunia bisnis terkenal lainnya, blog Ajaib punya banyak artikel yang cocok untukmu. Kunjungi blog Ajaib sekarang juga untuk membaca artikel lainnya!

Artikel Terkait