Dunia Kerja

Mengenal Perusahaan BUMN Instrumen Penting Negara

Sumber: Kementerian BUMN RI

Ajaib.co.id – Badan Usaha Milik Negara atau lebih dikenal dengan sebutan BUMN pasti sudah tidak asing di telinga kamu. Banyak orang yang mendambakan untuk bisa bekerja dan meniti karirnya di berbagai perusahaan yang termasuk ke dalam perusahaan BUMN karena berbagai kualitas pekerjaan, terutama dari sisi jenjang karir, yang bisa didapatkan apabila kita berhasil masuk ke salah satu perusahaan BUMN.

Perusahaan BUMN memang menjadi destinasi yang diincar oleh banyak pencari kerja. Walaupun begitu, tidak sedikit dari para pencari kerja tersebut yang masih belum memahami seluk-beluk perusahaan BUMN lebih dalam. Padahal, penting bagi setiap orang untuk mengerti jenis, ciri-ciri, budaya yang dibangun dalam perusahaan BUMN sehingga kita dapat mengincar BUMN yang sesuai dengan yang kita inginkan.

Definisi BUMN menurut Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. 

BUMN juga bisa menjadi perusahaan nirlaba yang bertujuan untuk menyediakan barang atau jasa untuk masyarakat. Sejak tahun 2001 seluruh BUMN dikoordinasikan pengelolaannya oleh Kementerian BUMN, yang dipimpin oleh seorang seorang Menteri. Perlu diketahui bahwa BUMN menjadi aset penting bagi negara Republik Indonesia, karena penghasilan dari bisnis ini akan masuk ke dalam kas negara dan digunakan untuk membayar utang negara, membayar administrasi, dan kelengkapan ketika melakukan ekspor dan impor, bahkan kerja sama Internasional dengan negara lain. Bisa kita bayangkan ketika negara tidak memiliki perusahaan BUMN, maka negara akan mengalami kerugian yang besar dan utang semakin menumpuk, serta efek paling besar adalah perekonomian negara kita tidak akan berkembang.

Sesuai dengan UU RI Nomor 19 Tahun 2003 yang dijelaskan juga mengenai bentuk-bentuk BUMN yang ada di Indonesia. BUMN dibedakan jadi 2 jenis yaitu Badan Usaha Perseroan (Persero) dan Badan Usaha Umum (Perum), Berikut ini adalah penjelasannya :

1. Badan Usaha Perseroan (Persero/ PT)

Badan Usaha ini memiliki modal paling sedikit (minimal 51 Persen) dari total badan usaha dan sisanya yang bisa berasal dari pihak lain. Badan ini diatur oleh Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1998, di mana sebagian besar sahamnya harus dimiliki oleh Negara. Umumnya Persero didirikan karena adanya usul dari sang presiden, tapi kenyataanya praktiknya dijalankan oleh Menteri sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hampir semua karyawan dalam Persero adalah pegawai negeri yang bertanggung jawab langsung kepada negara.

Ciri-Ciri Perusahaan BUMN Perseroan :

  1. Usulan pendiriannya dilakukan oleh menteri;
  2. Modal berbentuk saham;
  3. Dipimpin oleh direksi;
  4. Sebagian atau seluruh modal Persero merupakan milik negara;
  5. Pekerja persero berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS);
  6. Tidak semua mendapat fasilitas dari negara;
  7. Status suatu perseroan terbatas diatur di dalam undang-undang;
  8. Tujuan utama BUMN Perseroan adalah untuk mendapatkan laba sebanyak-banyaknya untuk kepentingan negara.

Daftar Perusahaan BUMN Perseroan :

  1. PT Pertamina
  2. PT Balai Pustaka
  3. PT Garam
  4. PT Pindad
  5. PT Kereta Api Indonesia
  6. PT Garuda Indonesia
  7. PT Kimia Farma Tbk
  8. PT Krakatau Steel Tbk
  9. PT Adhi Karya Tbk
  10. PT Perusahaan Listrik Negara

Dan lain-lain

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas atau UUPT mengklasifikasikan perusahaan PT menjadi 3 (tiga) jenis, berikut ini adalah klasifikasinya:

Perseroan Terbatas (PT) Tertutup

Salah satu ciri khas perusahaan PT tertutup merupakan para pemegang saham yang hanya berasal dari kalangan tertentu atau orang-orang yang sudah saling mengenal sebelumnya, seperti misalnya dalam sebuah perusahaan keluarga.

Perseroan Terbatas (PT) Publik

Pasal 1 ayat 8 UUPT menyebutkan bahwa Perseroan Publik merupakan jenis perseroan yang telah memenuhi kriteria jumlah pemegang saham dan modal disetor sesuai dengan ketentuan peraturannya. Sementara itu, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 mengenai Pasar Modal atau UUPM Pasal 1 ayat 22 menyebutkan, sebuah perusahaan dikatakan perseroan publik apabila saham telah dimiliki oleh sedikitnya 300 orang dengan jumlah modal yang disetorkan minimal sebesar Rp3 juta rupiah.

Perseroan Terbatas (PT) Terbuka (Tbk.)

Disebutkan dalam Pasal 1 ayat 7 UUPT, bahwa PT Terbuka dapat melakukan penawaran saham secara terbuka. Tidak hanya itu, PT jenis ini juga harus mampu memenuhi segala persyaratan yang dibutuhkan untuk PT Publik, dengan melakukan penawaran pada Bursa Efek alias menjual saham mereka kepada masyarakat.

2. Badan Usaha Umum (Perum)

Badan Usaha Umum ini memiliki modal yang seluruhnya berasal dari negara. Perum tidak membagi perusahaannya berdasarkan saham, dan kepemilikan Perum ini sepenuhnya ada di tangan pemerintah. Dalam visi dan misinya, Perum memiliki tujuan untuk melakukan penyertaan modal dalam usaha lain atas persetujuan dari menteri. Meskipun seluruh modalnya berasal dari negara, namun pengelolaannya terpisah dari kekayaan negara.

Ciri-Ciri Perusahaan BUMN Perum :

  1. Memiliki tujuan utama untuk melayani kebutuhan masyarakat;
  2. Perum dipimpin oleh direksi atau direktur;
  3. Modalnya bisa dihimpun oleh banyak pihak;
  4. Pengelolaan modal dari pemerintahnya terpisah dengan kekayaan negara;
  5. Modal berbentuk obligasi atau saham untuk perusahaan yang go public;
  6. Pegawainya merupakan pegawai perusahaan dari swasta.

Daftar Perusahaan BUMN Perum :

  1. Perum Damri
  2. Perum Pegadaian
  3. Perum Balai Pustaka
  4. Perum Bulog
  5. Perum Jasatirta
  6. Perum Antara
  7. Perum Peruri
  8. Perum Perumnas
  9. Dan lain-lain

Apa Kelebihan dan Kekurangan dari Perusahaan BUMN?

Sama dengan badan usaha yang lain, perusahaan BUMN juga memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan dari perusahaan BUMN :

1. Kelebihan Perusahaan Badan Usaha Milik Negara

  • BUMN menguasai berbagai sektor penting bagi kehidupan masyarakat di Indonesia;
  • BUMN mendapat jaminan maupun dukungan dari pemerintah negara;
  • Permodalan BUMN merupakan dari negara;
  • Kelangsungan hidup perusahaan BUMN terjamin;
  • BUMN menjadi sumber pendapatan penting suatu negara.

2. Kekurangan Perusahaan Badan Usaha Milik Negara

  • Dalam pengelolaan faktor-faktor produksi, BUMN seringkali kurang efisien;
  • Manajemen BUMN kini terlihat kurang profesional;
  • BUMN sering menimbulkan monopoli atas sektor-sektor penting pada negara;
  • Pengelolaan BUMN sering terhambat karena adanya peraturan-peraturan yang mengikat;
  • BUMN sulit mendapatkan keuntungan besar bahkan sering mengalami kerugian.

Artikel Terkait