Perencanaan Keuangan

Mengenal Bahaya “Latte Factor” dalam Pengelolaan Keuangan

Ajaib.co.id – Jika dilihat dari kegiatan anak muda saat ini, banyak gaya hidup mereka yang terlalu glamour dan suka jajan. Bahkan mereka kerap kali kesulitan untuk menabung meski memiliki penghasilan besar. Namun, jika ditanya kenapa uang sering habis mereka bingung menjawabnya. Hal ini mungkin terkesan remeh, tapi kegiatan semacam itu bisa disebut latte factor yang bisa membahayakan dalam pengelolaan keuangan seseorang. Dari namanya berbau kopi ya, tapi tidak salah karena istilah tersebut mengacu kepada kebiasaan orang-orang yang menghabiskan uangnya dari hal-hal kecil yang rutin dilakukan. Contohnya seperti membeli kopi.

Istilah itu dicetuskan oleh penulis bernama David Bach dalam bukunya berjudul ‘Final Rich’. Sebutan latte factor ini lebih mengarah kepada berbagai pengeluaran rutin yang dilakukan setiap hari meskipun nilainya terbilang kecil. Akan tetapi jika dikalkulasikan dalam satu periode tertentu nilainya bisa cukup besar, mungkin bisa mendekati gaji orang tersebut atau lebih besar dari tagihan listrik. Sayangnya, masih banyak orang-orang yang tidak sadar kalau kebiasaan itu tidak akan memberikan manfaat apapun untuk hidupnya. Justru keuangannya bakal terancam karena tidak memiliki tabungan apalagi investasi.

Apa Sih Latte Factor Itu?

Untuk bisa mengenal latte factor ini tidak perlu jauh-jauh, cukup lihat keseharian temanmu atau gaya hidup generasi milenial sekarang. Demi bersenang-senang mereka tak segan untuk mengajukan kartu kredit, membeli gadget keluaran terbaru hingga membeli kendaraan dengan kredit. Padahal tanpa kartu kredit pun tetap bisa membeli apa yang jadi kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi jumlah memang terbatas sesuai dengan penghasilan yang didapat per bulannya.

Anak-anak muda yang baru mendapatkan pekerjaan seringkali tidak memikirkan besarnya pendapatan dan bagaimana cara pengelolaan keuangan untuk mempersiapkan masa depan. Kebanyakan dari mereka hanya memikirkan apa yang diinginkan sehingga tidak heran jika keuangan mereka selalu defisit. Namun, kekurangan itu dapat ditutupi dengan menambah utang atau mencari pinjaman. Ini jadi sinyal kalau mereka masuk dalam jerat kemiskinan karena kebiasaannya sendiri.

Tentu akan sulit jika hal tersebut sudah jadi kebiasaan. Bukannya menikmati hidup, yang ada justru kesengsaraan karena harus membayar cicilan utang yang menumpuk. Kalau kamu ingin hidup bahagia, sudahi drama-drama di media sosial demi terlihat kaya dan mulai jalani hidup lebih tenang sesuai apa yang kamu mampu. Realistis untuk melihat kemampuan finansial pribadi, kalau tidak ada jangan memaksa.

Bahayanya Latte Factor

Sampai sini sudah dapat gambaran apa itu latte factor? Kalau sudah paham, pastinya kamu mengerti kebiasaan buruk membelanjakan sesuatu yang rutin akan berbahaya bagi kesehatan keuanganmu. Sebabnya adalah pengelolaan keuangan yang tidak tepat, banyak sekali bolongnya sehingga akan kesulitan untuk mengendalikan pengeluaran sampai pada batasnya. Untuk menghentikan itu, kamu harus bisa mengendalikan diri sendiri terhadap godaan-godaan yang akan menghabiskan uangmu.

Dari hal-hal kecil yang bisa dilakukan adalah seperti mengurangi kebiasaan minum kopi di kafe. Mulai sekarang kamu bisa membeli atau sedia kopi bubuk untuk sebulan dengan menyeduhnya sendiri di rumah, toh efek yang diberikan juga sama saja. Kesampingkan sensasinya tapi coba lihat value yang ada, bandingkan ketika menyeduh kopi dirumah dengan membeli secangkir kopi di kafe. Sebanding kah dengan kerja kerasmu?

Semua itu kembali lagi pada pilihan masing-masing individu, apakah terus ingin terjebak dalam latte factor atau memilih hidup tenang tanpa gengsi tapi sesuai kebutuhan. Lakukan saja secara perlahan namun konsisten, jika tekad sudah bulat tidak ada yang mustahil.

Hal lain yang membuat anak muda rela menghabiskan uangnya setiap bulan adalah soal fashion. Wanita memang selalu ingin dipandang dan terlihat gaya, sehingga membeli pakaian branded menjadi sebuah keharusan. Bahkan ada yang sengaja mengoleksi tas-tas mahal dengan cara kredit. Lantas apakah orang tahu kalau pakaian atau aksesoris yang kamu gunakan itu dibeli di pasar baru? Atau jika tidak pakai baju branded akan terlihat jadi jelek? Cantik atau tidaknya wanita itu terlihat dari bagaimana caranya ia berpenampilan. Meskipun dengan baju-baju lama jika ia kreatif, tentu akan jadi sesuatu yang menarik untuk ditampilkan.

Cara Berhenti Dari Latte Factor

Latte factor ini muncul dari dalam diri sendiri, sekalipun lingkunganmu terdapat banyak orang-orang kaya tidak jadi masalah kalau kamu bisa menahan diri. Dengan pengelolaan keuangan yang tepat, keuangan kamu bisa terselamatkan di akhir bulan. Hilangkan kebiasaan mengeluarkan uang hanya untuk latte tersebut dan mulai pikirkan untuk mengalokasikan sebagian uang kamu di tempat yang tepat dan bisa menghasilkan, seperti investasi.

Bergaya dengan sesuai dengan kemampuan akan mempengaruhi hidupmu ke depannya lebih nyaman. Mulailah untuk membawa bekal ke kantor dari rumah sehingga mengurangi jajan saat makan siang. Memang cukup sulit untuk menghilangkan pengeluaran untuk latte factor karena kamu harus melawan diri sendiri. Salah satu cara adalah membuat list apa saja yang harus dilakukan.

Misalnya setiap bulan dari pengeluaran untuk jajan kamu gunakan sebagai investasi. Paling mudah dan aman berinvestasi reksa dana di Ajaib. Contoh, kamu investasi reksa dana Rp1,5 juta setiap bulan di Ajaib. Lalu imbal hasilnya katakanlah 7% per tahunnya, maka dalam jangka waktu satu tahun kamu sudah memiliki sekitar Rp19,2 juta untuk tabungan masa depan. Kalau rutin berinvestasi selama 10 tahun, uangnya sudah Rp200 juta lebih. Menarik bukan daripada menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak penting. Yuk, mulai berinvestasi bersama Ajaib!

Artikel Terkait