Investasi

Mau Tahu Cara Investasi yang Salah? Yuk Kenali 5 Cirinya

Ajaib.co.id – Melakukan investasi saat ini bukanah hal yang aneh. Saat ini ada banyak orang yang melakukan investasi untuk menyelamatkan aset yang dimiliki. Namun demikian, cara investasi yang salah bukan membuat kamu untung, tapi malah membuatmu merugi.

Ada baiknya kamu mengetahui cara berinvestasi yang benar agar aset yang kamu tanamkan tidak hilang begitu saja. 

Ada beberapa cara untuk berinvestasi agar kamu tidak merugi. Antara lain mulailah berinvestasi dengan cara yang tidak berspekulasi, ikut-ikutan dan bahkan berinvestasi secara asal-asalan. 

Kesalahan dalam melakukan investasi sangat umum terjadi, terutama pada investor pemula. Para investor pemula umumnya hanya melihat keuntungan semata tanpa mempedulikan risiko yang akan muncul dari keuntungan tersebut.

Jika investasi yang kamu harapkan untuk mendapatkan profit, maka lima hal ini seharusnya tidak kamu lakukan saat akan melakukan investasi, antara lain:

Investasi Teknik Judi dan Spekulasi

Melakukan investasi dengan teknik judi dan spekulasi tentunya dapat merugikan kamu. Hal ini lantaran dengan investasi seperti ini kamu tidak teliti dalam memilih instrumen investasi, sehingga jika suatu hari muncul masalah kamu tentunya juga tidak dapat berbuat apa-apa. 

Pada dasarnya cara berinvestasi dengan teknik judi dan spekulasi menunjukkan bahwa kamu tidak memiliki kendali dalam menanamkan aset kamu. Dengan hanya memikirkan keuntungan besar tanpa memikirkan realita yang terjadi, itulah yang disebut investasi teknik judi dan spekulasi. 

Investasi Ikut-ikutan 

Investasi ikut-ikutan dengan tidak memikirkan profil risiko investasi adalah kesalahan fatal. Dengan melakukan investasi secara ikut-ikutan tentunya kamu benar-benar tidak tahu apa tujuan kamu berinvestasi.

Ketika teman kamu mengatakan bahwa dirinya berinvestasi dan memperoleh imbal hasil, kamu langsung ingin mengikuti jejaknya, padahal belum tentu profil risiko investasi kamu sama dengan temanmu. 

Lalu, bagaimana jika investasi kamu tiba-tiba menurun harganya, sudah pastilah kamu akan terkaget-kaget dan panik.

Itu artinya kamu memiliki risiko investasi konservatif, jika teman kamu memiliki risiko kebalikannya atau agresif, maka kamu tentunya tidak sejalan dan berbeda. Oleh sebab itu cara investasi ikut-ikutan sebaiknya tidak kamu lakukan. 

Investasi “Just Do It” 

Investasi just do it atau jalan saja dahulu, perkara untung dan rugi bisa dipikirkan nanti. Cara investasi seperti ini tentunya tidak perlu kamu lakukan. Dengan melakukan investasi model seperti ini, kamu tentunya tidak mengukur bagaimana kedepannya investasi kamu, bagaimana untung dan ruginya. 

Sebagai investor yang bijak, kamu tentunya harus mengukur kemampuan kamu dalam melakukan investasi dan juga mengukur profit atau imbal hasil yang akan kamu peroleh. Selain itu dengan cara investasi ini, kamu juga sulit untuk mengukur nominal kerugian kamu dengan nominal investasi yang telah kamu tanamkan. 

Investasi Instan

Investasi instan merupakan cara investasi yang tidak sepatutnya. Ada banyak orang yang menawarkan jenis investasi dengan berbentuk instan bahkan dengan imbal hasil yang cenderung tidak masuk akal.

Namun demikian, untuk pemula, penawaran imbal hasil yang tinggi tentunya merupakan kesempatan yang tidak mungkin datang dua kali. Maka dari itu, investor pemula sangat bersemangat untuk melakukan investasi instan. 

Hal ini tentunya harus dipikirkan ulang, mengingat keuntungan tinggi sudah pastilah risiko yang ditanggung juga tinggi. Namun terkadang iming-iming profit tinggi membuat investor pemula menjadi tidak bisa berpikir rasional pilih investasi dan terburu-buru mengambil keputusan. 

Investasi Asal-asalan 

Cara investasi asal-asalan juga tentunya membuat kamu jauh dari imbal hasil yang diharapkan. Siapa tahu harga investasi kamu mengalami kenaikan walaupun tipis.

Bagaimana jika sebaliknya? Tentunya akan membuat kamu merugi bukan?

Maka dari itu, kamu harus merencanakan investasi kamu secara matang. Dengan begitu kamu bisa menghindari potensi-potensi terjadinya kerugian dalam instrumen investasi.

Dengan perencanaan kamu juga bisa mengukur kemampuan dan proyeksi keuntungan kamu di masa depan atau dalam jangka waktu tertentu.  

Lalu, bagaimana cara investasi yang benar ? Cara investasi yang benar adalah menghindari lima kesalahan seperti yang dibahas sebelumnya.

Kamu bisa mulai belajar investasi melalui buku, ebook, seminar, webinar dan banyak lagi. Sedari awal kamu harus mengetahui instrumen investasi, seperti investasi saham, investasi emas, hingga investasi reksa dana.

Kamu juga harus sering-sering membaca artikel investasi untuk menambah update pengetahuan kamu mengenai kondisi investasi terbaru.

Selanjutnya, kamu juga harus mematangkan perencanaan keuanganmu sebelum melakukan investasi. Sebaiknya kamu bisa memulai melakukan investasi dari nilai terkecil, serta mengendalikan nominal investasi kamu.

Berinvestasi dengan nilai terkecil akan menghindarkan kamu dari kondisi terburuk. Jika investasi kamu tergerus, paling tidak kamu tidak akan jatuh miskin.

Belajarlah untuk melakukan diferensiasi dalam investasi. Jika salah satu instrumen investasi kamu mengalami kegagalan, maka masih ada investasi pada instrumen lainnya yang bisa menyelamatkan kamu. Paling tidak, aset kamu tidak mengalami kegagalan seluruhnya. 

Untuk membeli investasi memang bukan perkara mudah, namun dengan meningkatkan pengalaman dan pengetahuan secara berkala, tentunya akan membantu kamu untuk lebih paham cara investasi secara jangka panjang atau pendek. Atau paling tidak mengetahui cara agar investasi yang kamu tanamkan tidak menimbulkan kerugian bagi kamu.

Artikel Terkait