Asuransi & BPJS

Mana Lebih Bagus, Asuransi pemerintah atau Asuransi Swasta?

Produk asuransi kini sangat beraneka macam, entah dari jenis maupun nama produknya. Berbagai produk asuransi ini bisa dikelompokkan dari sisi pengelola dana, jenis perawatannya, keikutsertaan anggota, pihak tertanggung, cara penggantian dan jumlah dana yang ditanggung.

Dari sisi pengelola dana, secara umum terbagi menjadi dua. Asuransi yang dikeluarkan pemerintah, dan asuransi yang dikeluarkan swasta. Dari berbagai pengalaman masyarakat, mana lebih bagus, asuransi pemerintah atau swasta ?

Asuransi pemerintah dan swasta keduanya memiliki fungsi dan tujuan yang sedikit berbeda. Jika ditelisik dengan seksama, pastinya pemilihan ini akan memudahkan dalam proses administrasi ataupun kepesertaan yang akan berdampak pada hasil yang maksimal dari program asuransi tersebut.

Untuk lebih mengenal terkait dengan ragam jenis asuransi secara lebih jauh mencakup seluk beluknya dari kedua jenis asuransi tersebut, mari lihat ulasannya lebih detail berikut ini.

Salah satu peran pemerintah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat adalah menghadirkan produk jaminan sosial dari sisi kesehatan dan ketenagakerjaan. Aturan ini tercantum dalam UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, serta UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang mengamanatkan bahwa setiap Warga Asuransi pemerintah Indonesia wajib mengikuti program BPJS.

Program jaminan sosial di Indonesia terbagi menjadi dua jenis, yakni BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Seperti yang tercermin dalam namanya, yang membuat beda dari jenis BPJS ini adalah bentuk proteksi jaminan sosial yang nantinya akan diberikan. Misalkan berbagai macam hal yang berkaitan dengan kelangsungan hidup nasabah pada hari tua (pensiun) menjadi tanggung jawab sosial dari BPJS Ketenagakerjaan, termasuk di dalamnya kelangsungan hidup apabila terjadi kecelakaan.

Di lain pihak, beragam masalah yang terkait dengan klaim biaya kesehatan, yang mencakup di dalamnya kelangsungan hidup kalau terjadi sakit, menjadi tanggung jawab sosial dari BPJS Kesehatan.

Adapun hal yang perlu kamu ingat adalah sebuah jaminan sosial dalam bentuk BPJS lebih menekankan pada gotong royong sesama peserta dan dibantu asuransi pemerintah untuk saling menolong peserta lainnya yang sedang membutuhkan biaya kesehatan. Dengan begitu, biaya yang dikeluarkan peserta jaminan sosial dalam bentuk iuran bulanan tidaklah besar. Ini yang membedakan dengan asuransi swasta di mana besarnya premi sebanding dengan besarnya manfaat yang ingin didapatkan.

Asuransi swasta yang mempunyai fungsi khusus memberikan jaminan sosial dan kesehatan lebih berorientasi pada bisnis. Bentuk jaminan asuransi yang diberikan oleh pihak swasta ini bisa berbentuk asuransi kesehatan untuk memberikan penggantian tunai atas biaya berobat karena sakit atau bentuk yang lainnya. Masyarakat yang memilih program asuransi swasta, terikat dengan perjanjian yang tertuang dalam polis asuransi. 

Dalam melakukan pemilihan sebuah produk asuransi yang cocok bagi, hal yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan sendiri. Beberapa hal yang nantinya akan menentukan seberapa penting asuransi bagi kamu, dapat dijadikan acuan melalui referensi jika saja bingung tentang kebutuhan apa yang harus dipenuhi dengan asuransi.

Pahami Aturan Kepesertaan Jaminan Sosial dengan Asuransi

BPJS Kesehatan diatur dalam UUD 1945, sebagaimana diubah pada tahun 2002. Perubahan dikhususkan pada pasal 28 H ayat 3 dan pasal 34 ayat 2, yang berbunyi setiap warga asuransi pemerintah wajib menjadi peserta jaminan sosial BPJS Kesehatan.

Sementara kepesertaan asuransi swasta tidak diatur dalam undang-undang. Sebab kepesertaan asuransi swasta bersifat bebas. Masyarakat yang memilih kepesertaan asuransi swasta bebas memilih asuransi yang dibutuhkannya sesuai dengan kemampuannya.

Meski tidak diatur dalam undang-undang, praktik bisnis asuransi swasta sendiri telah diatur dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pahami Beda Cakupan Wilayah Jaminan Sosial dengan Asuransi

Sementara jangkauan wilayah penggantian klaim jaminan sosial dan asuransi berbeda. Yang berlaku saat ini seperti ini.

Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan) Hanya Berlaku di Indonesia

Asuransi swasta memiliki cakupan perlindungan lebih luas hingga ke luar negeri, misalnya biaya rawat inap di Amerika Serikat. Rumah sakit provider untuk asuransi swasta memiliki jumlah yang lebih banyak dan tersebar di banyak tempat.

Berbeda dengan BPJS. Jumlah rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS terbatas sesuai dengan rujukan yang diberikan asuransi pemerintah, biasanya RSUD setempat.

Dari ragam cakupan wilayah dan rumah sakit rujukan di atas, kamu sudah bisa mendapatkan gambaran, apakah jaminan sosial dengan BPJS Kesehatan sudah mencukupi kebutuhan ataukah perlu tambahan asuransi swasta?

Biaya Jaminan Sosial dan Asuransi Jauh Berbeda

Sebuah fungsi asuransi yang memiliki perbedaan dapat membuat biaya premi jaminan sosial dengan BPJS Kesehatan dan asuransi swasta jauh berbeda. Jaminan sosial menekankan gotong royong sehingga biayanya sangat murah, tapi wajib bagi semua warga asuransi pemerintah.

Sementara untuk asuransi swasta, nilai premi cenderung lebih mahal sesuai dengan manfaat yang ingin didapatkan. Hal ini wajar mengingat cakupan yang lebih menyeluruh. Oleh sebab itu, bentuk asuransi swasta seharusnya cenderung membutuhkan biaya yang lebih besar.

Premi mahal dibandingkan dengan produk jaminan sosial ini setimpal dengan perlindungan tambahan yang diberikan. Asuransi swasta yang menyediakan perlindungan menyeluruh, termasuk penggantian biaya untuk penyakit kritis, seperti kanker, stroke, dan jantung koroner melalui proteksi tambahan.

Sementara itu, adapun kelebihan lainnya dari asuransi yang perlu kamu ketahui adalah, kamu bisa lebih leluasa memilih tempat berobat karena pilihan rumah sakit yang lebih banyak ketimbang BPJS. Penting untuk mengecek semua manfaat asuransi ini terlebih dahulu di buku polis.

Bacaan menarik lainnya:

Persada. Sudarto, J. (1976). Dasar-dasar Ilmu Pasti Asuransi Jiwa. Jakarta: Bumiputera


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait