Kontroversi THR dan Gaji Ke-13 PNS dan Pensiunan

Kontroversi THR dan Gaji Ke-13 PNS dan Pensiunan
Kontroversi THR dan Gaji Ke-13 PNS dan Pensiunan

Bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, menjadi pegawai negeri sipil (PNS) merupakan pekerjaan yang jadi idaman banyak orang. Pasalnya, seorang PNS memiliki keamanan kerja (job security) yang lebih menjanjikan dari pegawai swasta. Keuntungan lain yang diperoleh seorang PNS diberikannya uang pensiun untuk masa tua.

Sejak tahun 2018 lalu, Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa pensiunan PNS, TNI, dan Polri mendapat jatah THR dan pembayaran gaji ke-13. Hal ini disambut baik oleh para pensiunan mengingat di tahun-tahun sebelumnya mereka hanya menerima gaji ke-13. Jumlah yang diberikan oleh pemerintah ditentukan oleh besaran tunjangan semasa mereka bekerja dan golongan jabatan mereka.

Alokasi Pemberian Gaji Ke-13

Dalam konferensi pers di tahun 2018, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah mengalokasikan Rp35,76 triliun dari APBN atau meningkat sebanyak 68,9% dari tahun sebelumnya. Sementara itu, anggaran pemerintah menghabiskan sebesar Rp20 triliun untuk pembayaran THR Pensiunan dan PNS 2019. Nilai tersebut belum termasuk gaji ke-13 di tahun 2019 yang diperkirakan akan memakan Rp20 triliun lagi. Jumlah keduanya menunjukkan kelonjakkan dari tahun 2018.

Kenaikan anggaran tersebut memang hanya mengikis tipis pundi-pundi APBN. Pada tahun 2018 lalu, pendapatan negara mencapai Rp1.942,3 triliun atau melebihi dari target pemerintah yaitu Rp1.894,7 triliun.

Peraturan Pemerintah (PP)

Sehubungan dengan pemberian THR tersebut pemerintah mengeluarkan ketentuan dengan menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2019. Proses pembayaran THR bagi PNS dan pensiunan dilaksanakan pada 24 Mei 2019 yang lalu. Pemerintah mengharapkan semua PNS dan pensiunan menerima THR tepat waktu.

Sayangnya, naiknya anggaran THR dan gaji ke-13 ini disambut oleh defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN 2019 yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Menurut situs resmi Kemenkeu, hingga September 2019 ini APBN mengalami defisit sebesar Rp296,0 triliun atau sebesar 1,84 persen terhadap PDB.

Pemberian Gaji Ke-13 untuk PNS Bisa Tingkatkan Daya Beli

Sri Mulyani menilai pemberian THR dan gaji ke-13 bagi pensiunan dapat meningkatkan daya beli masyarakat. THR yang diberikan sebelum jauthnya hari Lebaran diharapkan dapat meningkatkan besaran belanja pegawai dan masyarakat. Hal ini kemudian berdampak pada pertumbuhan ekonomi ke arah yang positif walaupun tidak terlalu signifikan.

Momen pemberian THR pensiunan 2019 disambut negatif saat masih berlangsunya kampanye Pemilu awal tahun yang lalu. Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menuduh pemerintah melakukan penyalahgunaan kekuasaan. Pihak Prabowo-Sandi menduga bahwa Presiden Joko Widodo saat itu menggunakan kesempatan pemberian THR sebagai kampanye.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menanggapi tuduhan tim BPN dengan mewanti-wanti PNS agar tetap menjaga kenetralannya. Bawaslu mengeluarkan surat imbauan:

  • Nomor 014/K.JK/HM.00.007/IX/2018 ditujukan kepada Panglima Kodam Jayakarta Provinsi DKI Jakarta
  • Nomor 013/K.JK/HM.00.007/IX/2018 kepada Kepala Kepolisian Daerah Provinsi DKI Jakarta, serta
  • Nomor 012/K.JK/HM.00.007/IX/2018 ditujukan kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta

THR dan gaji ke-13 memang selalu ditunggu-tunggu para pegawai negara. Besaran dan tunjangan kinerja yang didapat memang tidak main-main. Namun, pemberian kedua hal tersebut tidak melulu disambut baik oleh banyak pihak.

Pembayaran Gaji PNS Tahun 2019

Gaji ke 13 PNS, TNI Polri, pensiunan ASN akan cair hari ini, selasa 2/7/2019. Hal ini telah diungkapkan langsung oleh Nufransa Wira Sakti, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan. Melaui pemberian gaji ke-13, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berharap PNS dapat meningkatkan produktivitasnya dalam bekerja dan membantu pemerintah dalam mengembangkan negara.

Sehingga, pemerintah memastikan gaji ke-13 ini diterima PNS tepat waktu, dan terbukti gaji ke-13 PNS sudah cair di hari ini. Nah, jadi buat kamu PNS yang dapat THR, jangan lupa untuk membelanjakan bonus tersebut ke investasi, baik investasi emas, reksa dana, ataupun saham. Bagi kamu yang mau membantu pemerintah, kamu bisa memilih investasi obligasi.

Apa itu saham obligasi? Obligasi atau Surat Utang merupakan salah satu Efek yang tercatat di Bursa saham, seperti Saham, Sukuk, Efek Beragun Aset maupun Dana Investasi Real Estate. Jadi, buat kamu yang terima gaji ke-13, yuk langsung belanja saham dan mulai investasi. Lalu bagaimana selain non-pns? Jangan sedih ya, mungkin saja di akhir tahun nanti perusahaanmu mengadakan bonus tahunan atau ini jadi momen naik gaji buat kamu.

Namun, jangan pernah mengandalkan bonus untuk investasi ya, kamu harus tetap berinvestasi dengan menyisihkan gaji atau pendapatanmu tiap 1 bulan sekali. Dengan begitu, kamu tidak perlu khawatir masalah keuangan kamu di masa sekarang maupun masa depan. Di mana, dengan investasi kamu tidak perlu khawatir terkena inflasi ataupun masalah lainnya. Yuk mulai investasi sekarang!

Bacaan menarik lainnya:

Schein, E.H. (2010). Organizational Culture and Leadership. 4th Edition, San Francisco: John Wiley & Sons.
Darmadji, T., & Fakhruddin, H. M. (2011). Pasar Modal Di Indonesia (Edisi 3 ed.). Jakarta: Salemba Empat.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait