Reksa Dana

Investasi Lebih Aman dengan Reksa Dana Terproteksi

reksa dana terproteksi

Ajaib.co.id – Reksa dana terproteksi adalah pilihan investasi yang aman untukmu yang baru belajar menanamkan uangmu. Kamu bisa dapat investasi yang aman dengan imbal hasil yang cukup tinggi? Untuk lebih lanjutnya, simak ulasan redaksi Ajaib berikut ini.

Terdapat tiga komponen dalam investasi reksa dana, yakni dana dari pemberi modal, dana diinvestasikan ke dalam portofolio efek, dan dana dikelola oleh manajer investasi. Dana dari pemberi modal dengan jumlah banyak dan nominalnya cukup kecil, maka akan dikelola oleh manajer investasi.

Dalam hal ini, peran manajer investasi sangat penting, terutama untuk menyesuaikan profil risiko dari investor. Salah satu investasi dengan profil risiko yang aman adalah reksa dana terproteksi. Biasanya, selama ini reksa dana yang sering dikenal banyak orang adalah jenis konvensional (pasar uang, saham, dan lainnya).

Namun ada pilihan lainnya yang belum terlalu dikenal masyarakat awam yakni reksadana terproteksi. Jenis instrumen ini memiliki proteksi 100% dari pokok investasi awal hingga jatuh tempo di periode investasi.

Produk reksa dana terproteksi memiliki jangka waktu investasi yang telah ditentukan sebelumnya oleh Manajer Investasi. Namun investasi ini dapat dicairkan sebelum jatuh tempo tanpa jaminan adanya proteksi akan pokok investasi.  

Jenis investaasi ini akan memberikan imbal hasil secara periodik misalnya saja dalam 3 bulanan, 6 bulanan, 1 tahun hal ini tergantung dari fitur yangtersedia. Investor pada saat jatuh tempo akan mendapatkan pengembalian yang disesuaikan dengan besaran imbal hasil yang telah diketahui pada saat kamu melakukan Investasi awal.

Berbeda dengan Reksa Dana Terbuka dan Reksa Dana Indeks, Reksa Dana Terproteksi memiliki masa penawaran sehingga investor hanya dapat membeli Reksa Dana ini pada saat tertentu saja. Aspek inilah yang menjadi pembeda utama reksa dana ini dibandingkan jenis lainnya. Namun untuk karakteristik lainnya relatif sama.

Mengenal Lebih Jauh Reksa Dana Terproteksi

Reksa dana menjadi salah satu solusi bagi pemodal kecil yang ingin berinvestasi dalam jangka pendek. Reksa dana terproteksi sangat cocok bagi kamu yang memiliki tujuan investasi dalam jangka pendek. Misalnya saja untuk biaya pendidikan, uang muka KPR dan masih banyak lainnya.

Misalnya saja, investor pemula memiliki dana sebesar Rp1.500.000 untuk reksa dana terproteksi melalui perusahaan manajer investasi. Kemudian, investasi reksa dana terproteksi jatuh tempo dalam waktu tiga tahun dengan bunga sebesar 10% yang dibayarkan setiap enam bulan.

Sehingga, saat jatuh tempo tiga tahun lagi, investor bakal menerima return paling sedikit Rp1.500.000 dengan bunga (10% x 1.500.000) x 3 tahun. Reksa dana terproteksi diminati oleh para investor pemula, terutama bagi kamu yang gemar menyimpan dana dalam bentuk deposito.

Reksa dana terproteksi memiliki tiga karakteristik, yaitu:

  • Memiliki masa jatuh tempo.
  • Return investasi yang dibagikan secara berkala.
  • Nilai pokok investasi yang utuh saat jatuh tempo.

Biasanya, poin terakhir sering salah dimengerti oleh para investor. Reksa dana terproteksi tidak menjamin nilai pokok investasi yang akan tetap sama saat jatuh tempo.

Mekanisme

Mekanisme atau cara kerja dari reksa dana yang terlindungi ini sudah diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Salah satu poin yang paling penting adalah reksa dana akan memproteksi 100 persen nilai pokok investasi saat jatuh tempo dengan jangka waktu yang ditentukan.

Selain itu, pendanaan ini juga dapat berinvestasi pada 70 – 100 persen ditempatkan pada instrumen efek bersifat utang dan 0-30 persen pada instrumen pasar uang. Hal ini pula yang menjadi alasan instrumen ini pas untuk kebutuhan jangka pendek maupun menengah.

Bisa dikatakan jika reksa dana terproteksi mirip dengan deposito. Bedanya, jatuh tempo deposito ditentukan oleh perbankan tempat kita berinvestasi. Sedangkan masa jatuh tempo reksa dana ditentukan oleh manajer investasi.

Dalam kasus ini, pihak bank bisa berperan sebagai agen penjual reksa dana. Jika bank berperan sebagai agen penjual, maka fungsi bank hanyalah sebatas menyampaikan kebijakan perusahaan manajer investasi terhadap nasabah.

Manajer investasi juga bisa melakukan investasi secara pasif, yakni membeli obligasi dan menahannya hingga masa jatuh tempo. Obligasi sendiri adalah jenis investasi yang aman dan bisa digunakan sebagai penjamin nilai pokok investasi dari nasabah reksa dana terproteksi.

Risiko Kerugian

Risiko kerugian yang bisa terjadi adalah pihak investor dan obligor gagal membayar atau mencairkan investasi sebelum masa jatuh tempo.

Potensi kerugian tersebut terjadi karena kesalahan pihak investor sendiri. Biasanya, mereka membutuhkan dana cepat atau merasa jika produk investasinya tidak berjalan sesuai harapan. Dalam reksa dana yang terlindungi, ada tiga poin yang bisa menyebabkan kerugian, yaitu:

  • Menurunnya harga obligasi karena obligor gagal melunasi utang obligasi.
  • Investor mencairkan dana investasi sebelum jatuh tempo saat harga obligasi di bawah harga pembelian.
  • Penyebab lainnya adalah jenis investasi terproteksi ini terdiri dari obligasi dan unsur lain, seperti saham dan pasar uang. Sehingga, nilai imbal hasilnya tergantung dari unsur lain.

Kapan Memilih Reksa Dana Terproteksi?

Sebelum kamu memilih instrumen investasi, sebaiknya kamu harus memahami tujuan keuangan dan kebutuhanmu terlebih dahulu. Jika kamu mengharapkan proteksi, maka kamu bisa memilih reksa dana terproteksi sebagai instrumen investasimu.

Jika kamu tipe yang mengandalkan investasi untuk likuiditas yang tinggi, lebih baik memakai tipe reksadana konvensional pasar uang saja. Namun kamu bisa memilih reksadana terproteksi jika memang niatmu untuk mendapatkan imbal hasil secara periodik dari dana investasi yang kamu tanamkan.

Kalo misalnya kamu sudah berinvestasi di instrumen ini dan ingin menarik sebelum jatuh tempo, kamu harus siap resiko potensi akan turunnya nilai pokok. Tapi sebenarnya Reksa Dana ini cocok untuk kamu yang sudah paham resiko dan karakteristik dari Reksa Dana Terproteksi.

Pelaksanaan reksadana terproteksi sendiri sudah diatur secara ketat oleh OJK. Terbukti sejak Januari hingga awal April 2020 setidaknya terdapat 70 produk reksa dana terproteksi maupun terproteksi syariah yang dibubarkan. Hal ini berdasarkan data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Pembubaran unit reksa dana terproteksi akibat permintaan bank kustodian masing-masing. Kendati beberapa unit reksa dana jenis ini dibubarkan sepanjang 2020, dana kelolaan reksa dana secara total akhir Maret 2020 mencapai 9,76 persen dibandingkan dengan Februari 2020.

Dari penurunan tersebut, AUM reksa dana terproteksi tercatat menyusut tipis yakni 0,22 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Penyusutan tersebut paling minim dibandingkan dengan jenis reksa dana lainnya.

Jenis dan Karakteristik Reksa Dana

Seperti yang diketahui, ada beberapa jenis dan karakteristik dari reksa dana. Berikut ini adalah ulasannya:

  • Reksa Dana Pendapatan Tetap

Jenis reksa dana ini akan menginvestasikan sebagian uangmu dalam efek utang. Komposisi dari reksa dana pendapatan tetap adalah 80% hingga 100% pada obligasi, kemudian 0% hingga 20% dalam saham atau pasar uang.

Keuntungan dari reksa dana pendapatan tetap lebih tinggi dibanding reksa dana pasar uang. Keuntungan dan risiko dari reksa dana pendapatan tetap berkisar antara 7% hingga 12%. Umumnya digunakan untuk investasi jangka menengah atau satu tahun.

  • Reksa Dana Pasar Uang

Mengalokasikan seluruh investasi pada pasar uang yang memiliki jangka kurang dari satu tahun. Misalnya, deposito, SBI, obligasi yang jatuh kurang dari satu tahun, dan surat berharga lainnya.

Jenis reksa dana ini tergolong paling rendah risikonya. Hal itu disebabkan karena reksa dana ini tidak terlalu fluktuatif dibanding reksa dana lainnya. Potensi keuntungan dari reksa dana pasar uang hanya berkisar antara 5% hingga 7% atau lebih tinggi dibanding deposito.

Reksa dana campuran menawarkan imbal hasil yang lebih besar dibanding reksa dana pendapatan tetap. Tingkat keuntungan dari reksa dana ini adalah sekitar 10% – 15% per tahun. Jenis reksa dana ini juga sering digunakan sebagai investasi jangka menengah hingga panjang.

  • Reksa Dana Saham

Menginvestasikan minimal 80% – 100% aset dalam instrumen saham, kemudian 0% – 20% dalam obligasi dan pasar uang. Meskipun ­imbal hasilnya cukup besar, reksa dana saham memiliki tingkat risiko dibanding jenis reksa dana lainnya.

Reksa dana saham lebih cocok untuk investasi jangka panjang, yaitu lima tahun atau lebih. Sebab, hampir seluruh portofolio investasinya berbentuk saham dan nilai pergerakannya mengikuti harga saham yang fluktuatif.

Artikel Terkait