Investasi Lebih Aman dengan Reksa Dana Terproteksi!

reksa dana terproteksi
reksa dana terproteksi

Apakah kamu ingin berinvestasi aman dengan imbal hasil yang cukup tinggi? Kamu bisa mencoba reksa dana terproteksi. Untuk lebih lanjutnya, simak ulasan redaksi Ajaib berikut ini.

Biasanya, selama ini reksa dana yang sering dikenal banyak orang adalah jenis konvensional (pasar uang, saham, dan lainnya). Lalu, apa bedanya dengan reksa dana terproteksi?

Terdapat tiga komponen dalam investasi reksa dana, yakni dana dari pemberi modal, dana diinvestasikan ke dalam portofolio efek, dan dana dikelola oleh manajer investasi.

Dana dari pemberi modal dengan jumlah banyak dan nominalnya cukup kecil, maka akan dikelola oleh manajer investasi. Sehingga, peran manajer investasi sangat penting, terutama untuk menyesuaikan profil risiko dari investor. Salah satu investasi dengan profil risiko yang aman adalah reksa dana terproteksi.

Reksa dana terproteksi memiliki proteksi 100% dari pokok investasi awal hingga jatuh tempo di periode investasi. Reksa dana terproteksi memberikan return secara periodik.

Mengenal Reksa Dana Terproteksi

Reksa dana menjadi salah satu solusi bagi pemodal kecil yang ingin berinvestasi dalam jangka pendek. Reksa dana terproteksi sangat cocok bagi kamu yang memiliki tujuan berinvestasi dalam jangka pendek.

Misalnya saja, investor pemula memiliki dana sebesar Rp1.500.000 untuk reksa dana terproteksi melalui perusahaan manajer investasi.

Kemudian, investasi reksa dana terproteksi jatuh tempo dalam waktu tiga tahun dengan bunga sebesar 10% yang dibayarkan setiap enam bulan. Sehingga, saat jatuh tempo tiga tahun lagi, investor bakal menerima return paling sedikit Rp1.500.000 dengan bunga (10% x 1.500.000) x 3 tahun.

Reksa dana terproteksi diminati oleh para investor pemula, terutama bagi kamu yang gemar menyimpan dana dalam bentuk deposito. Reksa dana terproteksi memiliki tiga karakteristik, yaitu:

  • Memiliki masa jatuh tempo.
  • Return investasi yang dibagikan secara berkala.
  • Nilai pokok investasi yang utuh saat jatuh tempo.

Biasanya, poin terakhir sering salah dimengerti oleh para investor. Reksa dana terproteksi tidak menjamin nilai pokok investasi yang akan tetap sama saat jatuh tempo.

Mekanisme

Mekanisme atau cara kerja dari reksa dana yang terlindungi ini sudah diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Salah satu poin yang paling penting adalah reksa dana akan memproteksi 100 persen nilai pokok investasi saat jatuh tempo dengan jangka waktu yang ditentukan.

Produk reksa dana ini mirip dengan deposito. Bedanya, deposito menentukan jangka waktu pihak bank, lalu reksa dana jatuh temponya ditentukan oleh manajer investasi.

Dalam kasus ini, pihak bank bisa berperan sebagai agen penjual reksa dana. Jika bank berperan sebagai agen penjual, maka fungsi bank hanyalah sebatas menyampaikan kebijakan perusahaan manajer investasi terhadap nasabah.

Manajer investasi juga bisa melakukan investasi secara pasif, yakni membeli obligasi dan menahannya hingga masa jatuh tempo.

Obligasi sendiri adalah jenis investasi yang aman dan bisa digunakan sebagai penjamin nilai pokok investasi dari nasabah reksa dana terproteksi.

Risiko Kerugian

Risiko kerugian yang bisa terjadi adalah pihak investor dan obligor gagal membayar atau mencairkan investasi sebelum masa jatuh tempo.

Potensi kerugian tersebut terjadi karena kesalahan pihak investor sendiri. Biasanya, mereka membutuhkan dana cepat atau merasa jika produk investasinya tidak berjalan sesuai harapan. Dalam reksa dana yang terlindungi, ada tiga poin yang bisa menyebabkan kerugian, yaitu:

  • Menurunnya harga obligasi karena obligor gagal melunasi utang obligasi.
  • Investor mencairkan dana investasi sebelum jatuh tempo saat harga obligasi di bawah harga pembelian.
  • Penyebab lainnya adalah jenis investasi terproteksi ini terdiri dari obligasi dan unsur lain, seperti saham dan pasar uang. Sehingga, nilai imbal hasilnya tergantung dari unsur lain.

Jenis dan Karakteristik Reksa Dana

Seperti yang diketahui, ada beberapa jenis dan karakteristik dari reksa dana. Berikut ini adalah ulasannya:

Reksa Dana Pendapatan Tetap

Jenis reksa dana ini akan menginvestasikan sebagian uangmu dalam efek utang. Komposisi dari reksa dana pendapatan tetap adalah 80% hingga 100% pada obligasi, kemudian 0% hingga 20% dalam saham atau pasar uang.

Keuntungan dari reksa dana pendapatan tetap lebih tinggi dibanding reksa dana pasar uang. Keuntungan dan risiko dari reksa dana pendapatan tetap berkisar antara 7% hingga 12%.

Umumnya digunakan untuk investasi jangka menengah atau satu tahun.

Reksa Dana Pasar Uang

Mengalokasikan seluruh investasi pada pasar uang yang memiliki jangka kurang dari satu tahun. Misalnya, deposito, SBI, obligasi yang jatuh kurang dari satu tahun, dan surat berharga lainnya.

Jenis reksa dana ini tergolong paling rendah risikonya. Hal itu disebabkan karena reksa dana ini tidak terlalu fluktuatif dibanding reksa dana lainnya.

Potensi keuntungan dari reksa dana pasar uang hanya berkisar antara 5% hingga 7% atau lebih tinggi dibanding deposito.

Reksa Dana Campuran

Reksa dana campuran menawarkan imbal hasil yang lebih besar dibanding reksa dana pendapatan tetap. Tingkat keuntungan dari reksa dana ini adalah sekitar 10% – 15% per tahun.

Jenis reksa dana ini juga sering digunakan sebagai investasi jangka menengah hingga panjang.

Reksa Dana Saham

Menginvestasikan minimal 80% – 100% aset dalam instrumen saham, kemudian 0% – 20% dalam obligasi dan pasar uang.

Meskipun ­imbal hasilnya cukup besar, reksa dana saham memiliki tingkat risiko dibanding jenis reksa dana lainnya.

Reksa dana saham lebih cocok untuk investasi jangka panjang, yaitu lima tahun atau lebih. Sebab, hampir seluruh portofolio investasinya berbentuk saham dan nilai pergerakannya mengikuti harga saham yang fluktuatif.

Kapan Memilih Reksa Dana Terproteksi?

Sebelum kamu memilih instrumen investasi, sebaiknya kamu harus memahami tujuan keuangan dan kebutuhanmu terlebih dahulu.

Jika kamu mengharapkan proteksi, maka kamu bisa memilih reksa dana terproteksi sebagai instrumen investasimu.

Bacaan menarik lainnya:

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Jakarta


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait