Inilah Pengertian Transaksi, Bukti Transaksi Serta Jenisnya

pengertian transaksi
pengertian transaksi

Meskipun sudah banyak yang mengetahui, tetapi ada saja yang belum paham betul mengenai pengertian transaksi. Oleh karena itu, redaksi Ajaib menghimpunya dalam ulasan berikut ini.

Pengertian transaksi dalam kehidupan bermasyarakat identik dengan adanya aktivitas jual-beli suatu barang, biasanya transaksi jual-beli tersebut sering kita jumpai di sebuah tempat perbelanjaan seperti mal, supermarket, dll.

Selain itu, transaksi juga sering kamu lakukan ketika menggunakan layanan keuangan seperti transfer uang, jual-beli valuta asing, dll.

Namun seiring dengan semakin majunya teknologi, kini transaksi jual-beli produk tidak hanya dilakukan melalui toko fisik saja, melainkan juga bisa kamu lakukan melalui online.

Sebetulnya, kegiatan transaksi sudah ada dan dilakukan sejak zaman dahulu, jika pada waktu itu masyarakat belum mengenal mata uang sebagai alat tukar. Mereka bertransaksi jual-beli barang dengan menggunakan cara barter, yaitu melalui pertukaran barang.

Jika memang kegiatan transaksi sudah ada dan dilakukan sejak dahulu kala, tentunya hal ini menimbulkan rasa penasaran dan keingintahuan, sebenarnya, apa sih pengertian transaksi itu sendiri? Tanpa basa-basi lagi yuk kita simak artikel berikut.

Pengertian Transaksi Menurut Para Ahli

  • Transaksi adalah suatu kejadian yang terjadi dalam dunia bisnis dan bukan hanya terjadi ketika proses jual-beli saja, penerimaan dan pembayaran uang. Namun transaksi terjadi akibat adanya kebakaran, kehilangan, arus, dan kejadian lainnya yang dapat dinilai dengan uang (Mursyidi, 2010).
  • Suatu kejadian keuangan atau ekonomi yang setidaknya melibatkan dua pihak yang saling melakukan pertukaran, terlibat dalam perserikatan usaha, dan pinjam-meminjam yang didasarkan pada sama-sama suka ataupun dasar ketetapan hukum (Zulkifli, 2003).
  • Transaksi adalah pertemuan yang dilakukan kedua belah pihak, yaitu penjual dan pembeli dimana saling menguntungkan dengan disertai bukti transaksi pendukung yang dimasukkan ke dalam jurnal setelah melalui pencatatan (Bastian, 2007).

Jadi, dapat kita simpulkan bahwa transaksi bukan hanya terjadi dalam dunia bisnis dan ketika terjadi transaksi jual-beli saja melainkan terjadi karena adanya kebutuhan yang ingin dipenuhi dari kedua belah pihak, yaitu permintaan dan penawaran.

Hal ini umum terjadi bukan hanya di perusahaan saja melainkan juga terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita seperti beli makanan ringan di warung, beli pulsa, dan lain sebagainya.

Jenis-jenis Transaksi

Keuangan di perusahaan ternyata dibagi menjadi dua jenis transaksi, yaitu transaksi internal dan eksternal sebagai berikut:

Transaksi Internal

Merupakan transaksi keuangan yang menyangkut pencatatan pengeluaran dan penerimaan di sebuah perusahaan.

Contoh transaksi internal:

  • Pembayaran gaji pegawai.
  • Biaya penyusutan aset seperti kendaraan, gedung, dan alat-alat.
  • Pengalokasian beban usaha.
  • Penghapusan piutang usaha.

Secara sederhana, transaksi internal di perusahaan dapat diartikan sebagai hal-hal keuangan yang menyangkut aktivitas perusahaan itu sendiri secara internal.

Transaksi Eksternal

Kalo jenis transaksi di perusahaan satu ini, kebalikan dari transaksi internal, yang mana biasanya transaksi eksternal perlu melibatkan pihak ketiga dalam membantu proses transaksinya. Umumnya, pihak ketiga yang dilibatkan adalah perbankan, pengembang aplikasi, dan berbagai hal lainnya.

Seperti diketahui setiap transaksi yang dilakukan pasti membutuhkan pencatatan baik itu secara manual ataupun digital, inilah mengapa peran pihak ketiga diperlukan ketika proses transaksi eksternal di perusahaan terjadi, agar tercipta transparansi dan kepercayaan dari setiap pihak yang terlibat dalam transaksi tersebut.

Contoh bukti transaksi eksternal dapat berupa:

  • Kwitansi.
  • Faktur.
  • Cek.
  • Bilyet giro.
  • Bukti setoran bank.
  • Cek.
  • Dan lain-lain.

Ini merupakan bukti transaksi yang biasa dikeluarkan oleh pihak bank sebagai pihak ketiga yang dilibatkan dalam proses transaksi eksternal yang terjadi di perusahaan.

Manfaat Bukti Transaksi

Selain untuk membantu mempermudah pencatatan transaksi yang terjadi antara kedua belah pihak, ternyata bukti transaksi memiliki manfaat lainnya sebagai berikut:

Sebagai Suatu Dokumen yang Bisa Dipertanggungjawabkan

Bukti transaksi dijadikan suatu hal yang bisa dipertanggungjawabkan di kemudian hari, karena semua pihak yang terlibat masing-masing memegang bukti transaksi sesuai dengan kebutuhannya. Sehingga mempermudah proses klaim yang nantinya terjadi.

Misalkan saja, di perusahaan ritel, invoice berbentuk tiga rangkap, dimana invoice tersebut akan diberikan masing-masing satu rangkap untuk pembeli, admin, dan finance. Hal ini berguna, untuk pengajuan garansi toko dan lain sebagainya.

Menimalisir Kekurangan atau Defisit Barang

Bukti transaksi pada perusahaan ritel yang memiliki sejumlah gerai, invoice biasanya harus dikumpulkan setiap satu minggu sekali. Yaitu ketika diadakan meeting mingguan oleh masing-masing Head Store. Selain, untuk mempercepat dan mempermudah perhitungan penjualan mingguan.

Hal ini juga dirasa sangat membantu kinerja tim dari auditor ketika terjadi selisih antara jumlah produk secara fisik dan yang terdapat di sistem. Karena, biasanya terjadi kesalahan sistem ketika bertransaksi sehingga pihak toko atau ritel membuatkan invoice secara manual untuk pembeli. Dikarenakan padam listrik, gangguan internet, dll.

Mempermudah Perhitungan Pengeluaran dan Pemasukan

Adanya bukti transaksi yang dimiliki oleh perusahaan baik itu pengeluaran ataupun pemasukan juga menjadi hal yang sangat baik. Hal itu untuk melihat atau menilai sejauh mana perusahaan tersebut memiliki manajemen akuntansi yang baik.

Bukti transaksi bukan hanya sekedar kertas. Karena beberapa perusahaan sudah melihat adanya kesalahan ketika cara-cara lama tersebut dilakukan. Dimana mereka lebih memilih menyimpan bukti transaksi melalui bantuan software dari pihak ketiga.

Apalagi jika perusahaan tersebut memiliki begitu banyak gerai, dimana pengawasan keuangan jadi lebih sulit untuk dilakukan. Oleh karena itu, pihak perusahaan lebih memilih untuk menggunakan software seperti POS.

Dimana, mereka bisa memantau ratusan gerai yang dimiliki hanya melalui sebuah aplikasi atau website saja. Tentunya yang berisikan data inventory, penjualan, harga menu, dll.

Semua itu akan mempermudah perhitungan harian, bulanan, hingga tahunan dari masing-masing gerai. Selanjutnya hal tersebut dilaporkan ke pihak perusahaan dengan cepat, mudah, dan lebih akurat.

Itulah pengertian transaksi serta serba-serbinya yang bisa Ajaib sampaikan kepada kamu. Jadi janganlah buang bukti transaksi keuangan kamu karena hal tersebut dapat bermanfaat. Khususnya ketika kamu ingin mencatat pengeluaran dan pemasukan keuangan rumah tanggamu nanti.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.  

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait