Investasi

Mengenal Hurdle Rate dan Penggunaannya dalam Bisnis

Hurdle Rate

Ajaib.co.id – Untuk mencapai target keuangan dan tujuan perusahaan, investasi jangka panjang dalam perusahaan merupakan hal yang penting dan tidak mungkin untuk dihindari. 

Oleh karena itu, dalam melakukan investasi, perusahaan harus mempertimbangkan banyak kemungkinan agar investasi yang diharapkan memperoleh keuntungan. 

Salah satu istilah investasi yang sering digunakan dalam bisnis adalah hurdle rate. Yuk, simak ulasannya berikut untuk mengenalinya.

Pengertian Hurdle Rate

Hurdle rate adalah tingkat pengembalian minimum pada investasi atau proyek yang diperlukan oleh seorang investor maupun manajer setelah diperhitungkan risiko.

Oleh karena itu, hurdle rate harus ditentukan melalui pertimbangan dan dilakukan dengan hati-hati. 

Hal ini memungkinkan suatu perusahaan untuk membuat berbagai keputusan penting. Keputusan penting tersebut seperti perlu atau tidaknya mengejar suatu proyek tertentu.

Tingkat risiko atau rintangan menggambarkan kompensasi yang sesuai untuk setiap tingkat risiko yang ada dan mungkin untuk dihadapi. Umumnya, tingkat pengembalian yang lebih tinggi berasal dari proyek yang lebih berisiko sedangkan rintangan yang lebih mudah berasal dari keputusan berinvestasi pada proyek yang memiliki risiko lebih kecil.

Nah, jika tingkat pengembalian investasi yang diharapkan berada di atas hurdle rate, maka investasinya dianggap sehat. Sebaliknya, jika tingkat pengembalian turun dan berada di bawahnya, maka investor dapat memilih untuk tidak bergerak maju.

Hurdle rate juga disebut sebagai hasil impas atau break even point.

Kesalahan yang dilakukan dalam menentukan tingkat pengembalian akan berpengaruh atau berdampak buruk bagi sebuah perusahaan. Apabila hurdle rate yang telah diestimasi terlalu tinggi, maka akan berpotensi untuk melakukan penolakan terhadap berbagai proyek-proyek yang menguntungkan lainnya. 

Namun, jika diestimasi terlalu rendah akan membuat proyek yang sebenarnya tidak menguntungkan akan tetap dijalankan. Untuk menentukan tarifnya, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan, seperti biaya modal, risiko terkait, dan juga pengembalian proyek atau investasi lain yang mungkin.

Perusahaan menentukan apakah mereka akan mengambil proyek modal berdasarkan tingkat risiko yang terkait dengannya. Perusahaan sering menggunakan biaya modal rata-rata tertimbang (WACC) sebagai hurdle rate.

Terdapat dua cara untuk dapat mengevaluasi kelayakan suatu proyek, yaitu: 

  • Investor menggunakan hurdle rate dalam melakukan analisis arus kas yang didiskonto dan untuk sampai pada nilai sekarang bersih (NPV) dari suatu investasi untuk mempertimbangkan nilainya.
  • Tingkat pengembalian internal (IRR) pada suatu proyek dihitung dan juga dibandingkan dengan hurdle rate. Apabila nilai IRR melebihi hurdle rate, maka kemungkinan besar proyek akan dilanjutkan.

Cara Menggunakan Hurdle Rate

Umumnya, premi risiko yang ditetapkan pada investasi potensial untuk menunjukkan jumlah risiko yang dapat diantisipasi. Oleh karena itu, semakin tinggi risikonya maka seharusnya semakin tinggi premi risikonya. 

Hal ini menjadi pertimbangan karena jika risiko kehilangan uang yang mungkin dihadapi lebih tinggi, maka pengembalian investasinya juga harusnya akan lebih tinggi. Nah, untuk dapat mencapai tingkat rintangan yang lebih tepat, maka premi risiko ini biasanya ditambahkan ke WACC.

Menggunakan hurdle rate dalam menentukan potensi investasi akan membantu menghilangkan bias yang mungkin  diciptakan oleh preferensi terhadap suatu proyek. Maka dengan menetapkan faktor risiko yang dianggap sesuai, hurdle rate dapat digunakan oleh investor karena menunjukkan manfaat finansial dari suatu proyek tertentu. 

Contoh:

Jika perusahaan X ingin membeli mesin baru, dan berdasarkan perkiraan mesin baru ini dapat meningkatkan penjualan barang, serta menghasilkan pengembalian dari investasinya sebanyak 11 persen.

WACC untuk perusahaan X tersebut adalah 5 persen dan risiko tidak menjual barang tambahan adalah rendah, sehingga premi risiko juga rendah dan ditetapkan yakni sebesar 3 persen. Maka perhitungannya adalah berikut ini, 

Rumus:

WACC + Premi risiko

5% +  3% = 8%

Berdasarkan perhitungan di atas, hasilnya adalah 8% maka pengembalian investasi yang diharapkan seharusnya lebih tinggi yakni pada angka 11%. 

Maka, perusahaan dapat membeli mesin baru karena akan menjadi investasi yang baik.

Kelemahan Hurdle Rate

Beberapa kelemahannya antara lain:

  1. Investasi yang kemungkinan memiliki tingkat pengembalian yang tinggi berdasarkan persentase, biasanya cocok menggunakan hurdle rate bahkan meskipun nilai dolar lebih kecil. 
  2. Pemilihan premi risiko merupakan suatu hal yang sulit karena bukan merupakan angka yang akan dijamin. Suatu proyek atau investasi mungkin saja kembali lebih atau bahkan kurang dari yang diharapkan, dan jika pemilihan yang dilakukan tidak benar, keputusan penggunaan dana menjadi tidak efisien yang juga mengakibatkan hilangnya peluang.

Nah, demikian pembahasan mengenai hurdle rate yang penting dalam pertimbangan bisnis sebelum membuat keputusan investasi yang akan berdampak pada pendapatan perusahaan.

Perhitungan yang rinci juga membutuhkan pemahaman yang baik dan tepat mengenai model yang digunakan dan data yang di input merupakan data yang akurat. Selain itu yang tak kalah penting, hurdle rate adalah sebuah hal yang juga harus dikaji ulang secara berkesinambungan. 

Sama halnya dengan kamu yang ingin berinvestasi, informasi mengenai investasi dan instrumennya penting untuk diketahui sebelum memutuskan untuk berinvestasi. 

Berinvestasi di instrumen investasi seperti saham, reksa dana saat ini juga sudah sangat mudah untuk dilakukan. Informasi yang disediakan juga sangat banyak dan pastinya bermanfaat. 

Jika kamu masih bingung untuk memilih aplikasi investasi, Ajaib adalah aplikasi investasi yang memudahkan para investor untuk melakukan investasi dengan fiturnya yang lengkap. Yuk, mulai investasi di aplikasi Ajaib Sekuritas sekarang!

Artikel Terkait