Bisnis & Kerja Sampingan

Disruption adalah Istilah di Dunia Bisnis dan Teknologi

era disruption

Ajaib.co.id – Disruption adalah salah satu kata yang paling sering digunakan dalam dunia bisnis beberapa tahun belakangan. Namun tahukah kamu arti dari disruption serta apa itu era disruption? Yuk simak ulasan berikut ini untuk mengetahui maksud dari era disruption.

Apa itu Disruption?

Istilah “disruption” dicetuskan oleh Clayton Christensen pada tahun 1997, melalui bukunya berjudul The Innovator’s Dilemma. Di dalam bukunya, Christensen memperkenalkan bentuk atau gagasan “disruptif innovation” yang ia kaitkan kedalam dunia bisnis.

Ia juga menggunakan bahwa ungkapan ini merupakan salah satu cara dalam memikirkan perusahaan yang sukses dan tidak hanya memenuhi kebutuhan pelanggan saat ini, namun juga mengantisipasi kebutuhan perusahaan untuk menghadapi bisnis di masa depan, yang biasanya berkaitan dengan memanfaatkan teknologi yang ada demi meningkatkan kualitas bisnis itu sendiri.

Adapun bentuk teorinya menjelaskan bagaimana perusahaan kecil dengan sumber daya yang minim bisa mampu memasuki pasar dan menggantikan sistem yang sudah terkonsolidasi.

Melalui bukunya, Christensen memperkenalkan model disruptif Inovasi atau yang dikenal dengan The Disruptive Innovation Model. Ini merupakan sebuah kemampuan pelanggan dalam mendapatkan manfaat dari sesuatu yang baru dalam satu lini.

Adapun lini terendahnya adalah sebuah pelanggan yang cepat puas dan cukup berada dalam golongan ekonomi tertinggi yang digambarkan sebagai pelanggan yang terus menuntut. Distribusi pelanggan ini secara median juga bisa diambil sebagai bentuk garis putus-putus untuk menerapkan teknologi baru.

Inovasi Disruptif

Adapun inovasi disruptif (disruptif innovation) ini merupakan inovasi yang membantu kamu dalam menciptakan pasar baru, mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, dan pada akhirnya disruption menggantikan teknologi terdahulu tersebut.

Inovasi disruptif mengembangkan suatu produk atau layanan dengan cara yang tak diduga pasar, umumnya dengan menciptakan jenis konsumen berbeda pada pasar yang baru dan menurunkan harga pada pasar yang lama.

Bentuk masalah dalam mengidentifikasi disruptor sangat membutuhkan banyak waktu untuk melihat dampaknya. Prosesnya yang cukup panjang selama lebih dari berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Masalah lainnya yang timbul juga seringkali dilakukan dengan model bisnis disruptor yang terlihat sangat berbeda dariapa yang sudah ada, maka dari itu, tentunya sangat sulit untuk mengidentifikasi disruptor pada tahap awal.

Namun demikian, karena semua orang ingin meningkatkan bisnisnya, segala sesuatu yang tampaknya inovatif menjadi terlihat disruptif. Sebagai contohnya, Netflix yang memulai bisnisnya di mana para blockbuster menganggapnya tidak signifikan. Blockbuster tidak melihat tren masa depan ketika konsumen ingin menonton film. Namun ketika Netflix mendatangi blockbuster untuk bekerjasama dan Blockbuster menolaknya. Sebenarnya Netflix telah mulai melihat trend masa depan dari pasar Blockbuster tapi Blockbuster tidak menyadarinya. Saat ini, Netflix mendapatkan keuntungan miliaran dan Blockbuster bangkrut. Inilah salah satu contoh di dalam era disruptif.

Adapun salah satu contoh dari Inovasi disruptif (disruption innovation) antara lain adalah dari platform berita yang mana platform berita merupakan salah saru disruptif yang mampu merusak pasar media tradisional atau media cetak. Seperti yang kebanyakan terjadi saat ini adalah beberapa media cetak terpaksa mengakhiri bisnisnya karena oplah semakin berkurang karena kedatangan media online digital.

Sementara dalam dunia transportasi mobil ketika pertama kali diciptakan adalah merupakan sebuah revolusi teknologi. Namun tentunya tidak semua orang mampu membeli mobil, sehingga ini juga bisa disebut dengan disruptif.

Mitos Tentang Era Baru atau Disruptif

Berbicara soal disruption, seringkali dihubungkan dengan perubahan secara digital. Apa-apa harus dikaitkan dengan teknologi sehingga menjadi sebuah pola pikir (yang belum tentu benar) bahwa disruption berarti transformasi teknologi dan digital secara radikal. Namun, ada beberapa mitos yang banyak mengatakan mengenai disruption ini, antara lain :

1. Disruption Mendorong Perubahan Secara Radikal

Ada sebuah mitos yang mengatakan bahwa disruption mendorong perubahan secara radikal, namun faktanya disruption mendorong perubahan lebih ke arah digital di mana ini mengutamakan peningkatan pelayanan konsumen.

Beberapa pemangku kebijakan dalam perusahaan meyakini bila ingin bertahan dalam era disrupsi mereka haruslah mengubah value proposition. Namun yang menjadi tantangan sebetulnya adalah bagaimana nantinya perusahaan menemukan cara pemanfaatan teknologi digital untuk mampu dapat meningkatkan dan memenuhi keinginan konsumennya.

2. Hal Digital Akan Menggantikan Fisik

Fakta selanjutnya mengenai disruption adalah di mana beragam hal digital akan menggantikan kinerja secara fisik. Disruption akan mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan untuk menggantikan tindakan fisik yang mampu memcukupi kebutuhan konsumen.

Namun, keberadaan disrupsi ini tidak secara keseluruhan mampu membuat perusahaan-perusahaan mengalami perubahan hebat dengan mengganti sesuatu yang bersifat fisik dengan digital, namun mendorong kolaborasi antara digital dan fisik. Ini dilakukan agar keinginan konsumen bisa terpenuhi dengan lebih baik.

Sebagai contoh personal shopper yang mampu mengetahui detail kebutuhan kamu ketika berbelanja. Personal shopper biasanya memiliki pengetahuan dalam informasi kebutuhan konsumen sehingga lebih mampu memuaskan konsumen.

3. Disruption Berarti Mengakuisisi Startup

Mitos bahwa distruption bakal mengakuisisi startup, faktanya sebuah perusahaan yang merasa haeus melakukan akuisisi terhadap startup dapat bertahan pada era disrupsi dimana tidak seluruhnya bisa berhasil.

Akuisisi terhadap startup dapat berisiko menghancurkan kultur stratup. Risikonya adalah talenta human capital yang memang memiliki nilai harus pergi begitu saja dengan startup. Padahal mereka bisa saling memberi influence dalam menciptakan ragam inovasi.

4. Disruption Adalah Semua Hal Tentang Teknologi

Mitos bahwa distrupsi adalah semua hal mengenai teknologi, pada faktanya disruptif adalah semua hal terkait dengan konsumen. Maka dari itu, semua petinggi di perusahaan pastinya melaukan tidakan disruptif.

Disisi lain, para petinggi perusahaan juga menyadari bahwa transformasi teknologi digital adalah salah satu bentuk disruptif dan menyadari bahwa hal ini merupakan sebuah bentuk peningkatan kualitas pelauanan kepada konsumen.

Misalkan saja dalam operasional yang lebih efektif, fleksibel dan hal yang lebih memudahkan konsumen dimana hal ini tidak akan menutup kemungkinan perubahan dimana perusahaan dituntut untuk lebih berpikir out of the box dan mengembangkan potensi yang ada.

Tips Menghadapi Disruption dalam Dunia Bisnis

Disruption adalah gangguan yang akan selalu muncul seiring terus berkembangnya ilmu teknologi. Membicarakan disruption bukan hanya persoalan bisnis tapi juga yang akan terjadi pada masa depan. Di bawah ini adalah beberapa tips menghadapi disruption:

1. Dengarkan Pelanggan & Amati Tren Industri

Tips pertama menghadapi disruption adalah mengamati tren yang saat ini sedang terjadi. Di mana, tren teknologi akan terus berkembang dari waktu ke waktu. Contoh sederhananya adalah tren belanja online. Di mana, kamu bisa mengubah sistem penjualan produk atau jasa menjadi secara online agar mampu menarik lebih banyak konsumen.

Selain dengan mengamati tren yang sedang terjadi, kamu juga harus tetap bisa menjaga hubungan dengan konsumen. Cobalah untuk melakukan riset dan cari tahu apa saja yang dibutuhkan pelanggan.

Kamu bisa menghubunginya dengan menggunakan telepon, video call, atau bertemu langsung dengan mereka. Ini menjadi cara tepat untuk mengatasi perubahan yang saat ini tengah terjadi, khususnya dalam dunia bisnis karena adanya disruption.

b. Fokus Pada Inovasi Model Bisnis

Inovasi yang dilakukan pada model bisnis akan mampu membuat nilai perusahaan menjadi semakin meningkat, sehingga akan meningkatkan daya tarik pelanggan pada bisnis kamu.

Kamu bisa coba membuat model bisnis dengan menggunakan kanvas agar semakin mudah untuk diidentifikasi tujuan bisnis perusahaan. Jadi, cobalah hindari terlalu fokus pada perubahan teknologi dan usahakanlah untuk terus melakukan inovasi pada model bisnis dan kembangkan terus hal tersebut.

c. Jangan “Berlindung” di Bawah Regulasi 

Perkembangan teknologi yang semakin pesat akan membuat pelanggan memiliki lebih banyak pilihan produk barang dan jasa. Jadi, jika bisnis kamu masuk ke dalam perusahaan yang mengalami disruption, maka tidak boleh terus-menerus berlindung di bawah payung peraturan pemerintah dengan terus mencari-cari kesalahan kompetitor.

Ada ataupun tidak adanya regulasi pemerintah, kompetitor akan terus berkembang dengan sendirinya, dan jika kamu tidak ikut berkembang, maka perusahaanmu akan tertinggal.

d. Jangan Mudah Merasa Puas

Menurut teori The 4 Product Life Cycle Stages (PLC), sebuah produk akan memiliki 4 tahapan masa siklus yaitu perkenalan, perkembangan, kematangan, dan penurunan. Untuk itu, jika produk ataupun jasa kamu sedang berada dalam tahap perkembangan, maka jangan terlalu cepat merasa puas. Karena pada masa tersebut, kompetitor lain akan lebih mampu mencuri pasar baru dengan berbagai produk baru yang mampu mereka buat.

Contoh Disruptive Technology

Kini kamu bisa dengan mudah melihat contoh disruptive technology, misalnya saja transportasi online, situs berita online, e-commerce, dan sebagainya. Perhatikanlah bagaimana terganggunya tukang ojek karena adanya transportasi ojek online.

Ini merupakan salah satu ciri produk disruption yang mampu memudahkan pelanggan dalam segi aksesnya. Di mana, ketika ingin menggunakan jasa transportasi online, maka kamu hanya harus membuka smartphone dari rumah, lalu nantinya pihak driver akan menjemput sesuai dengan titik lokasi.

Contoh lainnya adalah situs berita online yang mampu menggeser koran dan majalah konvensional. Di mana, saat ini banyak orang lebih memilih membaca berita dengan smartphone dari pada harus membeli koran ataupun majalah.

Itulah maksud dari era disruption yang saat ini sedang terjadi. Nah, bagi kamu yang ingin menjadi bagian dari disruptif adalah dengan mencoba memulai investasi di Ajaib.

Dengan Ajaib, kamu bisa mendapatkan akses di zona nyaman, terutama ketika ingin melakukan investasi kapan dan di mana saja. Sehingga, kamu tidak perlu lagi datang ke bank hanya untuk berinvestasi. Di Ajaib, kamu juga bisa memilih instrumen investasi, baik reksa dana maupun saham untuk memberi kebebasan kamu dalam berinvestasi. Yuk mulai nikmati inovasi baru dalam berinvestasi dengan Ajaib!

Artikel Terkait