Emas

Emas Palsu Banyak Beredar, Ini Kiat Mengenali yang Asli

emas palsu
\

Ajaib.co.id – Ada saja cara orang cari untung dengan tidak benar, salah satunya membuat emas palsu. Ayo cari tahu cara membedakan emas asli dan palsu biar investasimu aman.

Investasi emas sedang digandrungi banyak orang karena nilainya yang rata-rata selalu mengalami kenaikan. Selain itu, emas juga minim fluktuasi tajam, tidak seperti saham.

Sayangnya, ada saja pihak-pihak yang masih cari celah untung dengan cara instan, yakni mengedarkan emas palsu. Dengan membuat emas palsu, para penipu ini hanya butuh modal kecil untuk kemudian menangguk untung dari mereka yang tertipu.

Kalau kamu termasuk salah satu yang sedang tekun berinvestasi emas, pengetahuan tentang emas palsu sangat wajib. Paling tidak, kamu harus tahu cara membedakan emas asli dan palsu. Jangan sampai emas palsu ikut masuk dalam portofolio investasimu. Bisa jadi ‘investasi bodong’ nantinya. Ini dia cara membedakan emas asli dan palsu. Sebagian bisa kamu lakukan sendiri, lho!

Cek Fisik Emas Secara Langsung

Untuk mengecek keaslian emas, ada baiknya kamu memegang langsung emas tersebut dengan tanganmu sendiri. Biasanya, emas batangan asli akan memiliki cap atau tanda yang menunjukkan kadar atau karat emas tersebut.

Kadar emas (fineness) biasanya tertulis 1 – 999 atau 0,1 – 0,999. Sedangkan karat biasanya tertulis 18K, 22K, atau 24K. Makin sering mengecek emas secara langsung, kamu akan makin ahli melihat perbedaan emas palsu dan asli.

 Menggosok Emas

Selagi masih memegang emas fisik secara langsung, kamu bisa tambahkan satu langkah pengecekan lagi, yakni dengan mengusap atau menggosok emas. Wah, emasnya bisa rusak, dong. Eits, jangan bayangkan kita akan menggosok emas dengan keras, ya.

Cukup gosok dengan telapak tangan atau jari telunjuk. Jika tidak ada perubahan warna, berarti emas tersebut asli. Namun, jika terjadi perubahan warna, atau ada beberapa bagian emas yang memudar warnanya, berwaspadalah dan pastikan dulu keaslian emas tersebut.

Beli Emas di Toko atau Gerai Resmi

Karena mengecek fisik emas secara langsung adalah hal yang penting, akan lebih baik jika kamu membeli emas dengan datang langsung ke toko. Pilih toko atau gerai resmi yang memiliki jaminan keaslian emas. Untuk emas batangan, kamu bisa langsung beli di Butik Emas ANTAM yang sudah terjamin keasliannya dan telah menjadi pihak terpercaya untuk penjualan emas batangan.

Pastikan juga toko emas yang kamu datangi memiliki sertifikat jaminan keaslian emas, bahkan garansi tukar baru jika memang ternyata emas yang dijual palsu. Kalau pun harus membeli emas secara online, pilih unit bisnis dari ANTAM atau toko online lain yang menjadi reseller resmi ANTAM.

Cek Keaslian Sertifikat Emas Batangan

Emas batangan dari PT ANTAM akan selalu disertai dengan sertifikat. Namun, jangan tenang dulu melihat sertifikat terselip di balik emas batangan yang kamu beli. Kalau emas saja bisa dipalsukan, apalagi sertifikatnya.

Untungnya, ada cara untuk mengecek keaslian sertifikat emas batangan ANTAM. Mudah saja, kamu tinggal mengecek sertifikat tersebut di bawah sinar ultraviolet. Sertifikat asli akan menampakkan garis-garis berwarna-warni seperti pada uang kertas. Selain itu, kamu juga bisa melihat watermark logo perusahaan pencetak sertifikat.

Lihat Perubahan Warna Kulit

Untuk memeriksa keaslian perhiasan emas, kamu juga bisa mencoba memakainya. Emas palsu akan membuat kulit kita tampak berwarna kehijauan dan agak gelap setelah beberapa menit. Perhiasan emas asli tidak akan menimbulkan efek seperti itu. Namun, masalahnya tidak semua mata manusia bisa peka dengan perubahan warna kulit tersebut. Jadi, cara ini sebaiknya tidak dijadikan sebagai patokan utama.

Menggigit Emas

Emas adalah salah satu jenis logam yang lunak. Makin tinggi kadar emas, makin lunak pula fisiknya. Karena itulah, keaslian emas bisa diperiksa dengan cara digigit. Jika emas yang kita gigit adalah emas asli, akan timbul bekas gigitan. Namun, hati-hati juga dengan kemungkinan material lunak lain yang digunakan untuk memalsukan emas, misalnya timah.

Mendekatkan dengan Magnet

Emas asli tidak bersifat magnetik. Dengan demikian, salah satu cara termudah untuk mengecek keasliannya adalah dengan mendekatkan emas ke magnet. Emas yang asli tidak akan menempel ke magnet. Lain halnya dengan emas palsu yang mungkin dibuat dari logam yang bersifat magnetik.

Uji dengan Asam Nitrat

Sebelum mencoba cara ini, kamu perlu ketahui bahwa asam nitrat sangat keras dan bersifat korosif. Dengan sifat tersebut, sangat mungkin emas mengalami kerusakan saat diuji. Jadi, pastikan kamu menggunakan cara ini untuk tujuan khusus, misalnya berbisnis jual-beli emas, atau semacamnya.

Emas asli tidak akan bereaksi dengan asam nitrat. Caranya, kita bisa buat sedikit goresan pada emas yang kemudian ditetesi dengan sedikit asam nitrat. Jika timbul reaksi, kemungkinan besar emas tersebut tidak asli atau sudah dicampur dengan logam lainnya dengan kadar yang tinggi.

Misalnya, jika muncul reaksi kuning keemasan, itu berarti logam kuningan berlapis emas. Jika reaksi yang muncul adalah warna hijau, berarti logam tersebut adalah besi berlapis emas. Sedangkan jika muncul reaksi warna putih susu, berarti logam tersebut adalah perak berlapis emas.

Emas Tenggelam dalam Air

Emas adalah logam yang padat sehingga seharusnya akan langsung tenggelam dalam segelas air. Cobalah untuk memasukkannya ke dalam segelas air. Jika tidak tenggelam, bisa jadi emas tersebut hanyalah emas imitasi yang jauh lebih ringan daripada emas asli. Selain itu, emas asli tidak mudah berkarat atau pudar ketika basah.

Menggoreskan Emas pada Keramik

Cara ini juga cukup mudah dilakukan yaitu dengan menggoreskan emas pada permukaan keramik, seperti lantai atau piring keramik. Jika timbul bekas goresan warna hitam, berarti emas tersebut palsu. Emas asli seharusnya tidak akan tergores oleh keramik. Hati-hati karena cara ini juga mungkin dapat merusak emas.

Ada banyak cara untuk menguji keaslian emas, bukan? Jadi jangan ragu untuk mengeceknya sendiri untuk menghindari penipuan. Jadilah konsumen maupun investor yang cerdas dan cermat, ya. Kamulah yang memegang keputusan, karena itu selalu waspada dan berhati-hatilah.

Artikel Terkait