Bisnis & Kerja Sampingan

Risk Avoidance dan Risk Reduction dalam Manajemen Risiko

manajemen risiko

Ajaib.co.id – Serupa tapi berbeda, apa sih perbedaan signifikan dari Risk avoidance dan risk reduction dalam manajemen risiko? Untuk mengetahuinya, simak ulasan berikut ini.

Bagaimana bisnis bisa mendapatkan modal yang besar? Bagaimana individu berani mengambil risiko besar untuk investasi? Bagaimana bisnis asuransi menentukan premi yang harus dibayar oleh peserta setiap bulannya? Pertanyaan-pertanyaan tersebut bermuara ke satu jawaban, yaitu manajemen risiko.

Bisnis mendapatkan modal yang besar karena mereka tahu risiko yang akan mereka hadapi, tapi juga tahu risikonya, mereka berinvestasi besar dengan risiko yang tinggi karena memahami risikonya, begitupun dengan bisnis asuransi yang memahami risiko yang akan dihadapi oleh pesertanya berdasarkan pengumpulan data profil yang sesuai.

Pada dasarnya manajemen risiko merupakan proses identifikasi, peninjauan, dan pengendalian risiko terhadap sesuatu, mengingat manajemen risiko dapat diterapkan di seluruh aspek kehidupan.

Risiko atau ancaman tersebut berasal dari berbagai faktor, mulai dari ketidakpastian, kecelakaan, bangkrut, sakit, bencana alam, hingga strategi tidak berjalan sesuai rencana.

Dengan kata lain, manajemen risiko adalah strategi yang diterapkan individu/perusahaan untuk melindungi suatu aset/objek dari risiko yang berpeluang terjadi.

Dengan mengimplementasikan strategi manajemen risiko, individu/perusahaan dapat menentukan peristiwa atau risiko potensial sebelum terjadi. Kemampuan untuk mengenali risiko dan mengendalikan risiko memungkinkan individu/perusahaan lebih percaya diri di setiap pengambilan keputusan untuk mencapai target.

Terdapat banyak pendekatan yang dipakai untuk mengelola manajemen risiko, di antaranya Risk Avoidance dan Risk Reduction. Meskipun. Meskipun terdengar serupa secara penerapan, dua metode untuk mengelola risiko ini benar-benar berbeda.

Risk Avoidance atau pencegahan risiko fokus menyingkirkan risiko apapun yang berpotensi menyebabkan kerugian, sementara Risk Reduction atau pengurangan risiko berfokus untuk meminimalisasi risiko yang besar kemungkinannya terjadi.

Untuk dapat memahami lebih dalam perbedaan antara kedua metode dalam manajemen risiko ini, berikut ulasan singkat terkait risk avoidance dan risk reduction, serta bagaimana implementasinya di kehidupan sehari-hari.

Risk Avoidance

Sesuai dengan namanya. Risk avoidance merupakan tindakan preventif yang artinya tidak melakukan hal yang menyebabkan sebuah risiko terjadi. Metode risk avoidance berupaya untuk meminimalisasikan risiko yang dapat menimbulkan ancaman dengan cara menghindar, mitigasi melalui kebijakan dan prosedur, pelatihan, serta implementasi teknologi.

Ada banyak contoh penerapan risk avoidance, misalnya individu tidak ingin mendapatkan kanker di umur tuanya bisa menghindari konsumsi rokok di usia mudanya atau sebuah bank memutuskan untuk tidak mendanai sebuah bisnis perencanaannya yang berisiko.

Contoh lainnya, perusahaan manufaktur menghentikan proses pekerjaan karena cuaca yang buruk untuk mencegah pegawai-pegawainya mengalami kecelakaan, atau perusahaan ritel memutuskan untuk tidak melanjutkan mengumpulkan data pribadi konsumen untuk mencegah risiko pencurian data.

Kasus lain yang lebih konkrit terkait risk avoidance adalah bagi investor. Misalnya, kamu adalah seorang investor yang memiliki dana lebih dari cukup untuk membeli saham sebuah perusahaan minyak dan gas, tetapi sayangnya harga minyak turun secara signifikan selama beberapa bulan terakhir.

Terdapat risiko politik terkait dengan produksi minyak dan risiko kredit yang sedang menimpa perusahaan minyak tersebut. Kamu memahami jika berinvestasi pada perusahaan minyak yang sedang bermasalah tersebut sangat berisiko sehingga kamu memutuskan untuk menghindari kepemilikan saham di perusahaan tersebut. Langkah pencegahan ini dianggap sebagai risk avoidance.

Risk Reduction

Berbeda dengan risk avoidance yang berfokus pada pencegahan sebelum risiko tersebut terjadi. Metode risk reduction melihat menghilang seluruh risiko benar-benar bukanlah hal masuk akal, tetapi sangat memungkinkan untuk mengurangi risiko tersebut sekecil apapun untuk mencegah kerugian dan konsekuensi dari risiko tersebut dengan skala yang lebih besar terjadi.

Beberapa contoh risk reduction yang diterapkan di kehidupan sehari-hari adalah ketika orangtua khawatir akan anak balitanya tenggelam di kolam renang, Ia akan memilih untuk membeli rumah tanpa kolam renang di halaman belakang.

Contoh lainnya, ketika perusahaan asuransi yang mendaftar asuransi kesehatan, mereka akan menyediakan perawatan kesehatan secara berkala atau voucher program kebugaran bagi peserta untuk mengurangi risiko penyakit yang bisa muncul kapan saja jika tubuh tidak bugar.

Sama halnya dengan risk reduction di industri investasi. Jika kamu sebagai investor sudah menyimpan saham yang cukup banyak di perusahaan minyak, lalu ada risiko politik terkait produksi minyak dan stok memiliki tingkat risiko tidak sistematis yang tinggi.

Kamu dapat mengurangi risiko tersebut dengan melakukan diversifikasi portfolio membeli saham di industri yang tidak berkaitan atau berlawanan dengan industri minyak dan gas.

Untuk terlibat dalam manajemen risiko, individu atau organisasi harus mengukur dan memahami kewajibannya. Evaluasi risiko keuangan menjadi salah satu aspek yang paling penting dan paling sulit dalam manajemen risiko. Namun, hal ini sangat penting bagi keberlangsungan aset seseorang dengan memahami keseluruhan risiko tersebut.

Misalnya seorang investor mendiversifikasikan portfolio-nya dan berinvestasi di industri yang berbeda-beda, Namun, Ia menghadapi risiko sistematis karena terjadinya penurunan ekonomi.

Investor tersebut dapat mengurangi risiko tersebut dengan melalui lindung nilai, investor melindungi posisi buy dan mengurangi risikonya dengan membeli opsi put untuk posisi buy. Dia dilindungi karena mampu menjual sahamnya dengan harga yang telah ditentukan dalam periode tertentu.

Investor yang menghindari risiko kehilangan akan kehilangan keuntungan yang dimiliki stok minyak. Di sisi lain, investor yang mengurangi risikonya masih memiliki potensi keuntungan.

Jika pasar saham bergerak lebih tinggi, posisi buy-nya akan menambah nilainya. Namun, jika posisinya menurun nilainya, ia dilindungi oleh opsi putnya.

Diversifikasi keuangan adalah salah satu strategi pengurangan risiko yang paling dapat diandalkan. Ketika risiko keuangan kamu terdiversifikasi, efek samping yang merugikan akan dialihkan.

Jadi, sudah memahami perbedaan antara risk avoidance dan risk reduction?

Artikel Terkait