Pensiun

Dana Pensiun PNS: Jenis dan Hal-hal yang Perlu Kamu Ketahui

dana pensiun pns

Ajaib.co.id – Tahukah kamu, dana pensiun PNS memiliki ragam jenis-jenis yang perlakuannya tidak sama antara satu dengan yang lainnya? Jika kamu tertarik akan hal ini, redaksi Ajaib akan membahas tuntas mengenai dana pensiun PNS dalam ulasan ini.

Pensiun adalah saat dimana seseorang yang sudah tidak bekerja lagi karena usianya sudah lanjut atau atas kehendak kemauannya sendiri sehingga harus diberhentikan dari pekerjaannya. Saat memasuki usia pensiun, kita sebagai pekerja akan mendapatkan hak uang pensiun, uang pesangon dan uang penghargaan.

Ada baiknya sebelum kamu memasuki usia pensiun, hendaknya kamu mengetahui jenis-jenis uang pensiun, dana pensiun dan program apa saja yang ditawarkan oleh lembaga/perusahaan yang mengelola dana pensiun.

Uang pensiun adalah hak pekerja hak pekerja yang berupa penghasilan yang diperoleh setelah bekerja sekian tahun dan sudah memasuki usia pensiun. Di Indonesia biasanya usia pensiun dimulai dari umur 55-60 tahun tergantung dari kebijakan perusahaan masing-masing.

Penghasilan dari pensiun ini biasanya berupa sejumlah uang yang dapat diambil setiap bulannya dalam jumlah nominal tertentu atau dapat pula diambil sekaligus satu kali pada saat seseorang memasuki masa usia pensiun, tentunya hal ini juga tergantung dari kebijakan yang terdapat dalam suatu perusahaan.

Dalam proses pelaksanaannya para pekerja yang telah memasuki masa usia pensiun dapat memilih salah satu dari beberapa jenis pensiun yang ditawarkan.

Hal ini dimaksudkan agar tidak salah memilih jenis pensiun apa yang akan dipilih, ada baiknya kamu mengetahui jenis-jenis dari pensiun ini, yang tentunya tetap harus dilihat berdasarkan situasi dan kondisi yang terjadi.

Berikut dijelaskan beberapa jenis pensiun yang ditawarkan oleh perusahaan:

Pensiun Normal

Pensiun normal adalah pensiun yang diberikan untuk karyawan yang usianya telah mencapai masa usia pensiun yang telah ditetapkan oleh perusahaan, karyawan disini tentunya adalah karyawan tetap bukan karyawan magang maupun karyawan kontrak/lepasan.

Di wilayah Indonesia rata-rata usia seseorang memasuki masa usia pensiun adalah pada usia 55 tahun sampai 60 tahun pada profesi tertentu.

Pensiun Dipercepat

Pensiun dipercepat adalah pensiun yang dilakukan perusahaan saat perusahaan menginginkan pengurangan karyawan di dalam tubuh perusahaan.

Pensiun Ditunda

Pensiun ditunda adalah pensiun yang diminta langsung oleh karyawan meskipun usianya belum memasuki usia pensiun, dengan kata lain karyawan tersebut meminta untuk berhenti bekerja tetapi dana pensiun miliknya di tempat dia bekerja baru bisa dicairkan pada masa umur karyawan tersebut telah memasuki masa usia pensiun.

Pensiun Cacat

Pensiun cacat adalah dana pensiun yang diberikan kepada karyawan yang mengalami kecelakaan sehingga dianggap tidak mampu lagi dipekerjakan seperti sebelum ia mengalami kecelakaan, sedangkan umurnya belum memenuhi masa usia pensiun.

Baru-baru ini terdapat kabar terkini soal pemindahan dana pensiun PNS, TNI, dan Polri yang selama ini dikelola PT Taspen (Persero) dan PT Asabri (Persero) ke BP Jamsostek masih menjadi permasalahan. Karena permasalahan ini, timbul pertanyaan bagaimana nasib PNS dengan adanya pengalihan dana ini?

Pengalihan program jaminan hari tua atau pensiun sudah tercantum dalam Undang-Undang (UU) Nomor 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Salah satu bagian dari Kementerian Keuangan mengatakan bahwa hingga saat ini kemenkeu masih harus melakukan pendekatan dengan kementrian dan stakeholder terkait dalam menyusun jalannya atau roadmap pengalihan dana pensiun ini. Termasuk mengenai dana yang dikelola oleh Taspen dan Asabri selama ini.

Di sisi lain, salah satu anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) mengatakan, jika tahun 2029 pengalihan dana pensiun itu dilakukan, maka akan ikut kebijakan baru itu adalah PNS yang baru masuk di tahun itu.

Dengan kata lain, dana pensiun PNS yang lama tetap ikut dana pensiun yang lama yaitu Taspen dan Asabri. Sementara untuk PNS yang saat ini masih aktif dan masa pensiunnya masih lama, dapat memilih dua pilihan. Bisa tetap ikut Taspen/Asabri atau ikut ke BP Jamsostek.

Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi BP Jamsostek memastikan pihaknya siap untuk menampung dana pensiun PNS, TNI dan Polri yang sebelumnya dikelola oleh Taspen dan Asabri. Terlebih, BP Jamsostek telah berpengalaman dalam menjalankan pengalihan program selama 42 tahun ini.

Contohnya saja pada tahun 1996, BP Jamsostek pernah menerima peralihan jaminan hari tua BUMN dari Taspen dan juga pada tahun 2014, BP Jamsostek pernah melakukan pengalihan program jaminan pemeliharaan kesehatan dari Jamsostek ke BPJS Kesehatan.

Adapun informasi terkait dana yang dikelola oleh BP Jamsostek hingga akhir Desember 2019, totalnya lebih besar daripada dana yang dikelola Taspen yaitu sebesar Rp 431,67 triliun, sedangkan yang dikelola Taspen sepanjang tahun 2018 sebesar Rp 231 triliun.

Selain pengalihan dana ternyata tersiur kabar lain yang menyatakan bahwa akan bertambahnya kenikmatan yang menghampiri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mulai dari berbagai tunjangan, dapat melakukan work from home hingga sulitnya untuk mem-PHK PNS, kini PNS akan diberi kenikmatan oleh dana pensiun yang totalnya dapat mencapai Rp1 miliar.

Kabar tersebut terdengar pertama kali dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo. Namun saat dimintai konfirmasi, Tjahjo mengatakan bahwa ia belum pernah mengusulkan ke Menteri Keuangan agar PNS menerima dana pensiun Rp1 miliar.

Yang benar, ia mengatakan bahwa dirinya sempat berdiskusi mengenai pengelolaan dana tabun PNS dengan Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) dan juga dengan PT Taspen.

Dia menjelaskan bahwa yang dibahas sebetulnya adalah pengelolaan iuran bulanan yang dikelola PT Taspen bagi ASN sejak awal karier sampai akhir masa kerja ASN. Nah, harapannya ini salah satunya agar nominal pensiunan itu bisa sampai Rp1 miliar.

Artikel Terkait