Saham

Daftar Saham Blue Chip Syariah untuk Investasi Amanmu

daftar saham blue chip syariah

Ajaib.co.id – Daftar saham blue chip syariah yang sempat mengalami tekanan nilai akibat isu sentimen pandemi covid-19, akhirnya mampu berbalik menguat di Maret 2020 berkat Paket Stimulus II dari Pemerintah.

Apakah kamu salah satu investor yang sedang berniat untuk membeli saham syariah, namun masih bingung dalam memilih mana yang terbaik di antara sekian banyak pilihan? Untuk melindungi modal investasi dan meraih potensi keuntungan ke depan, pilih saja saham yang punya kapitalisasi pasar terbesar, yang termasuk dalam daftar saham Blue Chip Syariah.

Daftar Saham Blue Chip Syariah merupakan saham yang memiliki kapitalisasi pasar lebih dari Rp10 triliun, sehingga sangat direkomendasikan untuk dijadikan portofolio investasi jangka panjang, terlebih berkat harganya yang stabil naik.

Indeks saham syariah yang dibuat Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti Jakarta Islamic Index (JII) dan Jakarta Islamic Index (JII) 70 adalah tempat bagi kamu untuk memonitor pergerakan daftar saham Blue Chip yang disusun Bursa Efek.

Perlu kamu ingat bahwa tidak berarti semua saham syariah menguntungkan untuk dimiliki. Namun, ada beberapa di antaranya yang selama 5 tahun lebih terbukti menunjukkan performa yang baik, yang bisa dilihat dari revenue atau income yang dihasilkan tiap tahun dan profit atau net income per tahun.

Di samping itu, tingkat likuiditas saham-saham syariah tersebut juga cukup tinggi, hingga grafik harga per lembarnya cenderung naik.

Jadi penasaran saham-saham apa sajakah itu, dan bagaimana pergerakan nilai mereka? Yuk, simak lebih lanjut bersama artikel Ajaib ini.

Daftar Saham Blue Chip Syariah yang Menekan Index JII Saat Isu Covid-19 Baru Merebak:

  1. CPIN    – 6,77%
  2. TLKM  – 1,58%
  3. UNVR  – 1,26%
  4. ASII      – 1,18%

Daftar Saham Blue Chip Syariah yang Mendongkrak Index JII Saat Isu Covid-19 Baru Merebak:

  1. BTPS  +6,80%
  2. KLBF  +2,80%
  3. INTP   +2,43%
  4. INCO  +2,85%

Klaim Ilmiah Berbasis Sentimen Sempat Goyahkan Daftar Saham Blue Chip Syariah

Kepanikan pelaku pasar sempat terpicu beberapa saat lalu akibat sentimen keputusan WHO yang menetapkan wabah Covid-19 sebagai pandemi global. Terseret hingga mencapai 142,361, ISSI sempat tertekan ke level terendah.

Pada 13 Maret 2020, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) masih terpeleset setelah turun 0,153 poin (0,11%) ke level 142,208, bahkan terendah 135,090 menurut data perdagangan BEI. Tercatat, indeks industri dasar turun 3,44%, sektor pertanian 2,08%, industry aneka 0,95%, manufaktur 0,75% dan pertambangan 0,71%.

Sederet saham dalam daftar Blue Chip syariah sempat ramai-ramai berguguran di tengah kepanikan pelaku pasar, dan menjadi top losser:

  1. INTP harganya terkoreksi Rp775 – 1.350.
  2. UNTR harganya terkoreksi Rp1.100.
  3. AALI harganya terkoreksi Rp475 – 750.
  4. ITMG harganya terkoreksi Rp325 – 725.
  5. TPIA harganya terkoreksi Rp475 – 700.
  6. GTMD harganya terkoreksi Rp300.

Paket Stimulus II Jadikan Daftar Saham Blue Chip Syariah Berbalik Menguat

Meski pasar saham Indonesia sempat mengalami pembekuan perdagangan akibat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat anjlok di atas 5 %, berkat Paket Stimulus II Indeks Blue Chips Syariah berhasil berbalik menguat. Namun sayangnya penguatan itu belum bisa diikuti Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).

Paket Stimulus II yang telah diumumkan Pemerintah dan salah satu fungsi pentingnya mengatur tentang penanggungan pajak penghasilan (PPh) pegawai selama 6 bulan mampu meredam kepanikan pelaku pasar mereda. Pelaku impor juga menerima relaksasi yang dituangkan dalam PPh pasal 22 impor, yang berlaku bagi 19 sektor pengolahan, ditambah dengan potongan PPh pasal 25 sebesar 3%. 

Pengumuman Pemerintah tentang stimulus jilid II memang telah berhasil mendorong para investor yang panik akhirnya kembali ke lantai bursa. Giatnya kembali aksi beli saham mereka telah membuat ISSI kembali bangkit, dan menembus zona positif dengan level tertinggi di 143,173.

Prestasi peningkatan nilai saham Blue Chip syariah pencetak top gainer kali ini adalah:

  1. ICBP harga meningkat Rp450.
  2. UNTR harga meningkat Rp400.
  3. MAPA harga meningkat Rp310.
  4. UNVR harga meningkat Rp275.
  5. INDF harga meningkat Rp250. 

Daftar Saham Syariah yang mager di posisi top gainer lebih banyak dihuni saham lapis ke-2:

  1. GHON harga sahamnya meningkat Rp270
  2. BUKK harga sahamnya meningkat Rp80
  3. SIPD harga sahamnya meningkat Rp80
  4. PNSE harga sahamnya meningkat Rp74
  5. PICO harga sahamnya meningkat Rp68.

Biasa kan? Saat sedang krisis, konsumen paling hobi cari item KW yang berkualitas!

Namun, karena krisis masih terus berlangsung, tekanan kembali terjadi ketika ISSI diserang aksi jual jelang sesi penutupan, sehingga kembali sedikit terkoreksi menyambut libur akhir pekan.

Sementara itu, angin segar membuat penguatan terjadi pada dua indeks keping biru syariah, yaitu Jakarta Islamic Index (JII) yang ditutup naik tipis 1,195 poin (0,23%) ke level 514,153. Indeks JII70

juga mengalami penguatan tipis yang menanjak 0,123 poin (0,07%) ke level 171,297.

Hindari 11 Kesalahan Memilih Daftar Saham Blue Chip Syariah

1. Terpaku pada Satu Saham

Perilaku ini sangatlah berbahaya karena membuat investor saham menjadi tidak rasional, mengabaikan hal buruk tentang saham favoritnya saat sudah jatuh cinta, dan hanya ingin mendengar hal baik saja (confirmation bias). Teruslah mengamati saham syariah lain yang juga potensial demi alternatif dan pengaman dana investasi kamu.

2. Awam Sisi Fundamental

Dalam mengambil keputusan untuk membeli sebuah saham, seharusnya faktor fundamental perusahaan menjadi analisis mendasar, terutama karena laba rugi perusahaan menjadi pemicu utama peningkatan harga saham. Sifat ingin untung instan menyebabkan banyak investor lebih suka melihat tren sesaat analisis teknikal.

3. Mudah Putus Asa

Meskipun hanya sebagian, memiliki saham berarti memiliki sebuah bisnis, dimana akan selalu ada risiko ketidakpastian dan kerugian, di samping keuntungan. Mudah putus asa akibat kesalahan dalam investasi tidak akan menjadikanmu investor cerdas sukses bermental baja.

4. Tersandera Saham Murah yang Tidak Potensial

Jangan cepat tergiur yang receh, jangan malas mencari info, rajin meningkatkan literasi, dan menganalisa. Kamu nggak mau dana investasimu mager kan?

5. Enggan Membeli Saham Saat Harga Merosot

Perilaku instan investor hijau adalah rame-rame panic selling saat harganya merosot. Padahal harusnya, cermati dan bandingkan dulu fundamental dan kinerja tiap perusahaan penerbit saham dalam periode tertentu, pilih yang terbaik, dan ketika harganya anjlok karena tertekan situasi pasar, langsung borong sahamnya lebih banyak lagi (kalau dananya ada lho!). Dan justru langsung jual ketika tren harganya melesat naik terus, demi memperoleh profit besar.

6. Terjebak Transaksi Jangka Pendek yang Berisiko

Short selling memang menggiurkan karena bisa untung jutaan rupiah hanya dalam beberapa menit! Tapi, transaksi jenis ini sangat menguras waktu, energi,, emosi serta resiko kerugian besar akibat votilitas harga dan praktek saham gorengan.

8. Phobia Rugi

Terlampau berani dan terlalu takut rugi dalam investasi saham, sama berbahayanya! Latih diri kamu untuk tegas melakukan cut loss pada saham-saham yang sudah terlalu lama karam. Ingat, saham bukan harta karun terpendam ya!

9. Salah Masuk Pasar

Kerap kali kepanikan pasar melahirkan harga saham yang overpriced atau underpriced, akibat sensitif terhadap hembusan situasi makroekonomi media. Hindari ikut-ikutan beli saham saat kondisi pasar bullish, sehingga overpriced, dan sebaliknya, jangan panic selling di pasar bearish, karena bisa terjebak underpriced.

10. Tidak Mengecek Ulang Tips Saham

Investor sukses selalu mengecek ulang tiap saran yang diterimanya. Nggak percayaan itu bukan hal yang tercela kok di dunia bisnis, malah perlu. Teknologi memudahkan komunikasi, gunakan semaksimal mungkin untuk upaya verifikasi dan mengumpulkan informasi yang strategis bagi pengembangan dana investasimu secara mandiri.

Segera wujudkan niatmu berinvestasi di saham-saham yang ada dalam daftar saham Blue Chip Syariah, tapi jangan lupa hindari 10 potensi kesalahan di atas. Minimalkan risikonya dengan investasi yang berintegritas, fleksibel dan menguntungkan seperti reksa dana di Ajaib.

Aplikasi Ajaib ini mudah, menu pilihan paket investasi variatif, minimum modal hanya Rp10.000, menyandang status kelulusan dari program pembinaan inkubator startup terkemuka Y Combinator di Silicon Valley, serta diawasi penuh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk itu, Ajaib tetap jadi pilihan cerdas untuk kaum milenial.

Artikel Terkait