Contoh Laporan Laba Rugi & Cara Membuatnya

Contoh Laporan Laba Rugi & Cara Membuatnya
Contoh Laporan Laba Rugi & Cara Membuatnya

Bagi kamu yang bekerja di dunia keuangan, kamu pasti sudah akrab dengan laporan laba rugi perusahaan tempat bekerja. Namun, bagi pemula, laporan ini sangat membingungkan karena belum dikuasai.

Dalam pengertiannya, laporan ini disusun oleh perusahaan mempunyai unsur pendapatan serta seluruh beban pada periode yang sedang berjalan. Pada dasarnya, penyusunan laporan laba rugi sangatlah mudah. Sebab, kamu hanya perlu mengintip saldo-saldo pada akun pendapatan dan beban dalam kolom laba rugi di neraca jalur.

Secara menyeluruh, agar lebih dipahami, definisi Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menyajikan ringkasan dari pendapatan dan biaya untuk suatu periode waktu tertentu. Misalnya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun, berdasarkan konsep perbandingan (matching concept) atau konsep pengaitan atau pemadanan, antara pendapatan dan beban yang terkait.

Fungsi Laporan Laba Rugi

Laporan ini digunakan untuk menunjukkan performance atau kinerja keuangan perusahaan. Seluruh pendapatan dan biaya atau beban disajikan dalam laporan ini. Selisih antara keduanya merupakan laba atau rugi perusahaan.

Sebagaimana telah disinggung pada bagian awal tulisan ini, laporan laba rugi adalah laksana dasbor pada kendaraanmu, maka cukup dengan melihat dasbor kita akan mengetahui kondisi kendaraan.

Bentuk Laporan Laba Rugi

Laporan Laba-Rugi dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu:

1. Single Step Income Statement

a. Seluruh pendapatan hasil dari penjualan dikelompokkan dan dijumlahkan;

b. Seluruh beban dikelompokkan dan dijumlahkan,

c. Jumlah pendapatan dikurangi dengan jumlah beban,

d. Hasil selisihnya merupakan laba bersih atau rugi bersih.

2. Multiple Step Income Statement

a. Pada akun pendapatan dibedakan menjadi pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha,

b. Beban dibedakan menjadi beban usaha usaha dan beban di luar usaha,

c. Pendapatan dan beban usaha disajikan pada bagian pertama, setelahnya adalah penyajian pendapatan dan beban di luar usaha.

Pada intinya kedua bentuk laporan ini hanya dibedakan oleh apakah menyusun dengan cara pengelompokkan pendapatan dan bebannya atau tidak.

Format Laporan Laba Rugi

Format laporan laba rugi hampir sama dengan penyusunan laporan lainnya yaitu pada header ditulis:

a. Identitas perusahaan

b. Laporan Laba Rugi

c. Periode berjalan

Untuk kamu ketahui juga, pada bagian header laporan ditulis identitas perusahaan, jenis laporan keuangan yang disajikan dan periode tahun laporan. Lalu memuat komponen utama dari laporan laba rugi perusahaan yaitu:.

a. Total pendapatan

b. Total beban

c. Laba atau rugi

Komponen total pendapatan dan total beban diperoleh dari kolom laba/rugi pada neraca saldo (kertas kerja). Komponen ini merupakan selisih dari total pendapatan dan total beban.

Apabila pendapatan lebih besar dari beban, maka diakui sebagai laba. Sebaliknya, jika pendapatan lebih kecil daripada total beban maka diakui sebagai rugi.

Komponen dalam Laporan Laba Rugi

Untuk membuat laporan laba rugi, setidaknya kamu harus mengetahui 12 elemen atau komponen yang ada didalmnya, apa saja itu? Di bawah ini adalah beberapa elemen utama dalam laporan.

1. Pendapatan 

Pendapatan yang dimaksud di sini adalah jumlah pendapatan yang diukur pada nilai wajar imbalan yang diterima atau dapat diterima, kemudian dikurangi jumlah diskon dan rabat volume.

2. Beban Pokok Penjualan 

Ini adalah pos yang merupakah biaya persediaan yang diakui sebagai beban selama periode laporan. Di mana, yang termasuk di dalam beban pokok penjualan merupakan

a. Biaya-biaya yang sebelumnya diperhitungkan dalam pengukuran persediaan yang saat ini telah dijual

b. Overhead produksi (BOP) yang tidak teraloksi

c. Jumlah biaya produksi persediaan yang tidak normal.

3. Penyajian Beban Usaha 

Pos di dalam laporan laba rugi yang merupakan beban kegiatan utama perusahaan yang dilaporkan berdasarkan fungsinya.

4. Pendapatan lainnya

Pendapatan yang didapatkan di luar usaha atau pendapatan lainnya yang tidak dapat dihubungkan langsung dengan kegiatan utama perusahaan.

5. Biaya Keuangan 

Biaya bunga dan biaya lain yang ditanggung perusahaan sehubungan dengan peminjaman dana dan biaya lainnya yang terjadi dari transaksi instrumen keuangan seperti amortisasi premi/diskonto, kontrak berjangka yang bertujuan untuk lindung nilai dan amortisasi biaya perolehan pinjaman.

6. Bagian Laba/Rugi dari Entitas Asosiasi

Pos ini adalah bagian perusahaan atau laba/rugi suatu entitas asosiasi dan/atau bagian partisipasi perusahaan yang dicatat dengan metode ekuitas pada periode berjalan.

7. Beban Pajak

Beban pajak penghasilan dalam laporan laba rugi umumnya adalah jumlah agregat pajak kini (current tax) dan pajak tangguhan (deferred tax) yang diperhitungkan dalam menentukan laba/rugi pada suatu periode.

8. Laba/Rugi Operasi yang Dihentikan

Laba/Rugi yang dihentikan disajikan sebagai suatu jumlah tunggal dalam laporan laba rugi komprehensif yang merupakan jumlah dari:

a. Laba/rugi setelah pajak dari operasi yang dihentikan

b. Laba/rugi setelah pajak yang diakui dalam mengukur nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual aset atau kelompok lepasan yang terkait dengan operasi yang dihentikan.

9. Laba/Rugi Periode Berjalan

Cara mendapatkan angka ini adalah dengan menghitung total pendapatan dikurangi beban, namun tidak termasuk komponen pendapatan komprehensif lain.

10. Pendapatan Komprehensif Lain

Pendapatan ini berisi pos pendapatan dan beban termasuk penyesuaian reklasifikasi yang tidak diakui dalam laba rugi.

Itulah beberapa hal yang harus diketahui perusahaan dalam membuat laporan laba rugi. Dengan mengetahui laba/rugi perusahaan, kamu bisa dapat dengan mudah mengetahui kondisi dan kinerja perusahaan.

Ini juga penting bagi kamu yang ingin memulai investasi, yaitu mengecek laporan laba rugi perusahaan untuk mengetahui kinerja perusahaan tersebut sebelum kamu menyimpan dana di perusahaan tersebut.

Bacaan menarik lainnya:

Baridwan, Zaki. (2004). Intermediate Accounting.Yogyakarta: BPFE
Sirri, E. R., & Tufano, P. (1998). Costly search and mutual fund flows. Journal of finance, 1589-1622.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait