Investasi

Rahasia Untung Besar dari Investasi: Compounding Interest

Ajaib.co.id – Mungkin compounding interest masih terdengar asing di telinga kamu, terutama untuk kamu yang baru mulai tertarik dengan dunia investasi. Sebelum terjun ke dunia investasi, kamu tentunya harus mengetahui maksud dari istilah yang sangat berkaitan dengan investasi tersebut. Compounding interest adalah sebuah keajaiban dalam dunia investasi, terutama bagi mereka yang berinvestasi jangka panjang dan mengalami keuntungan terus-menerus, hasil dari investasinya pun bisa melambung berkali-kali lipat.

Hal itu karena bunga compounding interest sendiri memiliki bunga yang akan bertambah setiap tahunnya. Jadi, bunga ini tidak bergerak statis di situ-situ saja. Bukan hanya nilai modalnya saja yang berbunga, melainkan bunganya juga akan berbunga. Di sinilah yang membedakan tingkat bunga menabung di bank dengan berinvestasi.

Compounding interest intinya sangat menguntungkan bagi para investor. Investasi dalam jangka panjang sangat cocok mengandalkan skema bunga berbunga seperti ini, karena jumlah investasi bertambah seiring dengan berjalannya waktu.

Jadi, semakin lama berinvestasi, maka semakin banyak keuntungan yang kamu dapatkan. Bisa dikatakan bunganya akan bertambah setiap hari dan tidak ada istilah penurunan suku bunga.

Tidak mengherankan jika banyak yang mengatakan compounding interest bisa mengalahkan inflasi yang ditakutkan masyarakat. Hal ini karena seseorang yang berinvestasi akan terjamin dengan keuntungan yang berkelanjutan yang otomatis menutupi efek kenaikan harga barang yang tidak diharapkan atau inflasi.

Apa itu Compounding Interest?

Compound interest atau bunga berbunga (bunga majemuk) adalah jumlah bunga yang dihitung dari jumlah pokok dan besaran bunga yang diperoleh sebelumnya. Jadi, selain bunga yang dibayarkan atas sejumlah dana pokok, juga terdapat pembayaran bunga yang terakumulasi dari waktu ke waktu. Inilah yang kemudian menjadi bunga berbunga.

Sehingga tidak heran jika keuntungan yang didapatkan menjadi berkali lipat. Sudah mendapatkan bunga dari dana pokok, ditambah lagi bunga dari bunga yang diperoleh sebelumnya. Keuntungan yang berlipat, bukan?

Sehingga istilah ‘bunga berbunga’, adalah kebalikannya  simple interest atau bunga tunggal. Berbeda dengan bunga majemuk, bunga tunggal ini hanya dihitung berdasarkan jumlah uang simpanan saja.

Contoh simple interest, kamu menabung Rp10 juta dengan bunga 5% per tahun, maka di tahun I jumlah tabungan Anda menjadi Rp10,5 juta.

Beda Compounding dengan Simple Interest

Compounding interest sering disandingkan dengan simple interest. Nah, Simple interest ini sebenarnya lebih dekat dengan bunga yang kamu dapatkan di bank melalui tabungan biasa.

Dikatakan simple interest karena perhitungan bunganya termasuk simpel, tidak bertambah seperti compounding interest. Selain bunganya kecil, perhitungan bunga dengan metode simple interest biasanya dilakukan secara bulanan.

Lalu, bagaimana bunga compounding interest bisa berbunga kembali? Hal ini dikarenakan perhitungan hasil bunga sebelumnya diakumulasikan ke bunga setelahnya. Inilah aturan yang mendasari compounding interest.

Berikut ilustrasi perhitungan antara compounding interest dengan simple interest:

Seandainya seseorang memiliki uang Rp1.000.000 dan ditempatkan pada instrumen keuangan yang memberikan bunga dengan metode simple interest dan compounding interest yang memberikan bunga 10% pertahunnya, maka akan terlihat jelas perbedaannya setelah 10 tahun kemudian.

Dapat dilihat bahwa setelah 10 tahun perhitungan menggunakan metode compound interest memberikan keuntungan lebih besar 10,2%. Sedangkan pada metode simple interest menghasilkan keuntungan lebih kecil karena bunga yang diberikan hanya mengacu pada nilai setoran tahun pertama saja.

Hal-Hal yang Diperhatikan dalam Berinvestasi

Jika kamu tertarik masuk ke dunia investasi, tidak ada salahnya mempelajari dulu tentang compounding interest dan mencari tahu lebih jauh tentang kriterianya, dan strategi apa yang harus kamu susun demi mendapatkan apa yang kamu inginkan.

Ketika melakukan investasi, tentunya kamu harus tahu tujuanmu apa, sehingga kamu bisa menikmati hasil investasi tersebut di waktu yang tepat.

Investasi membutuhkan perencanaan yang matang, meski iming-iming keuntungannya menggiurkan, investasi juga memiliki risiko, Jadi, kamu sebaiknya memiliki strategi untuk menghadapinya.

Untuk berinvestasi, sebaiknya kamu memperhatikan hal-hal ini terlebih dahulu:

1. Telah Menetapkan Tujuan keuangan

Tujuan investasi sebaiknya bersifat jangka panjang. Misalnya, kamu ingin mendirikan kos-kosan yang memiliki 10 kamar ketika masa pensiun tiba, dan modalnya didapat dari berinvestasi. Dari sanalah kamu akan memiliki semangat berinvestasi secara serius untuk mendapatkan apa yang kamu cita-citakan.

Menentukan tujuan keuangan secara jelas bisa membuatmu pantang menyerah dan mencoba peluang yang ada di sekitarmu. Tujuan keuangan bisa apa saja karena yang menentukannya adalah kamu. Sebaiknya investasimu tersebut mampu menghasilkan passive income.

2. Modal Awal Berpengaruh Terhadap Hasil Investasi

Besarnya modal awal cukup berpengaruh terhadap hasil investasi. Karena, semakin besar modal yang kamu tanam untuk investasi, maka bunga yang kamu dapatkan pun akan semakin besar.

3. Waktu juga berpengaruh terhadap hasil investasi

Jika kamu sudah yakin dengan jalanmu di dunia investasi, dan kamu yakin ingin serius menggelutinya, waktu yang tepat untuk berinvestasi adalah sekarang juga. Orang yang berinvestasi selama 20 tahun akan mendapatkan hasil yang berbeda dari mereka yang berinvestasi 10 tahun.

Sekali lagi ini adalah hukum waktu yang berpengaruh di dalam investasi. Karena semakin lama seseorang berinvestasi maka semakin banyak potensi keuntungan yang akan ia dapatkan. Di sinilah compounding interest bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Untuk mendapatkan keuntungan yang melimpah, waktu kapan kamu memulai investasi akan sangat menentukan.

Penyimpanan dana atau investasi dengan compound interest akan sangat terasa hasilnya jika kamu melakukan penempatan jangka panjang. Karena sifatnya yang statis, yaitu kepastian akan seberapa besar peningkatannya.

Sedangkan, di sisi lain jenis simpanan ini juga tidak ada risiko berkurang atau turun tajam seperti investasi di saham yang dikenal sangat fluktuatif dan penuh spekulasi, tiba-tiba untung hari itu juga tapi bisa terjun bebas di hari yang sama. Jadi, bisa dibilang cara aman untuk melipatgandakan uang adalah melalui compound interest.

Artikel Terkait