Milenial

Cara Mengurus dan Biaya Surat Kehilangan di Kantor Polisi

Ajaib.co.id – Surat Kehilangan dari Kepolisian merupakan salah satu syarat untuk mengurus pembuatan baru dokumen yang hilang. Misalnya kamu kehilangan dompet yang berisi KTP, SIM, ATM, dan STNK. Maka kamu perlu untuk mengurus surat laporan kehilangan di kantor polisi.

Sebaiknya kamu tidak menunda-nunda untuk mengurus surat kehilangan ini. Dikhawatirkan kartu identitas, ATM, dan dokumen penting lainnya disalahgunakan oleh orang lain.

Lagi pula, kamu hanya butuh meluangkan waktu satu kali untuk datang ke kantor polisi. Bahkan, Kepolisian di daerah tertentu telah membuka layanan online untuk mengurus surat kehilangan STNK, surat kehilangan ATM, surat kehilangan KTP, dan dokumen penting lainnya.

Surat kehilangan dari Kepolisian diperlukan untuk mengurus penerbitan dokumen baru sebagai pengganti yang hilang. Berikut ini cara mengurus, syarat, dan biaya surat kehilangan STNK, KTP, ATM, Ijazah, dan dokumen lainnya.

Persyaratan dan Cara Mengurus Surat Kehilangan

Surat kehilangan dari kepolisian atau disebut Surat keterangan Tanda Lapor Kehilangan (SKTLK) dapat kamu peroleh dengan mendatangi kantor Polsel, Polres, maupun Polda. Tidak sulit untuk mengurus surat ini.

Waktu yang dibutuhkan untuk mengurus SKTLK relatif sebentar yaitu hanya sekitar 5-10 menit saja. Mungkin kamu akan menghabiskan waktu lebih lama untuk antre jika banyak orang yang mengurus surat tersebut dalam waktu bersamaan.

Berikut ini beberapa persyaratan untuk mengurus SKTLK di Kepolisian:

1.     Menunjukkan identitas diri

Jika KTP/SIM hilang, kamu bisa menunjukkan dokumen lain seperti paspor, Kartu Keluarga, ijazah, buku nikah, atau dokumen lainnya. Identitas diri ini penting agar laporanmu dapat dipertanggungjawabkan dan tidak dicurigai sebagai laporan palsu.

2.     Siapkan data yang akan dilaporkan

Untuk menghindari ada yang lupa atau terlewat, sebaiknya kamu mencatat apa saja yang hilang. Polisi juga akan menanyakan perkiraan lokasi dan waktu terjadinya kehilangan. Misalnya kemarin pada sore hari ketika kamu di pasar, atau mungkin ketika kamu perjalan menggunakan moda transportasi umum.

Jika kamu tidak ingat kapan waktu dan lokasi tepatnya, kamu bisa menjawab dengan perkiraan yang paling mendekati. Ingat-ingatlah kapan terakhir kali kamu masih menggunakan dokumen yang hilang tersebut. Kamu bisa menjawab dengan jujur dan menceritakan yang kamu ingat kepada petugas.

3.     Fotokopi dokumen yang hilang jika ada

Sebaiknya kamu memiliki fotokopi dokumen-dokumen penting, sehingga akan lebih mudah saat membuat SKTLK dengan menunjukkan fotokopi tersebut. Jika tidak ada, sebisa mungkin carilah dokumen pendukung.

Saat ini, teknologi dapat memudahkan kita untuk menyimpan salinan dokumen penting. Pindailah semua dokumen-dokumen penting milikmu dan keluarga. Kemudian kamu bisa menyimpan file tersebut di cloud storage. Lebih praktisnya, kamu bisa menyimpannya di email dan mengirimkannya ke email anggota keluargamu.

4.     Jika diminta, siapkan dokumen pendukung yang berkaitan dengan dokumen yang hilang

Biasanya, dokumen pendukung ini tidak diminta oleh petugas untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan SKTLK. Namun, untuk kasus-kasus tertentu dokumen pendukung tetap dibutuhkan, misalnya:

–         Jika yang hilang KTP atau Kartu Keluarga, maka lampirkan surat pengantar dari kelurahan atau pemerintah desa setempat.

–         Jika yang hilang kartu ATM atau buku tabungan bank, maka lampirkan surat keterangan dari bank yang mengeluarkan tersebut.

–         Jika yang hilang BPKB, maka lampirkan fotokopi KTP dan STNK sesuai nama di BPKB.

–         Jika yang hilang ijazah, maka lampirkan surat pengantar dari dinas terkait atau sekolah yang mengeluarkan ijazah.

Petugas Kepolisan akan memeriksa laporanmu dan memastikan kebenaran data yang kamu berikan. Polisi juga akan menanyakan beberapa hal terkait dengan laporan kehilanganmu ini.

Jawablah dengan jelas dan jujur semua pertanyaan tersebut. Tidak perlu bertele-tele dan menceritakan secara detail hal-hal yang tidak berkaitan dengan laporan kehilanganmu.

Biaya Mengurus Surat Kehilangan Kepolisian

Layanan SKTLK dari Kepolisian tidak dipungut biaya alias gratis. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada oknum polisi yang melakukan pungutan liar atau pungli.

Hal ini dilakukan baik secara terang-terangan dengan menyebutkan sejumlah nominal yang harus dibayar, maupun secara tersirat dengan berkata, “seikhlasnya saja sebagai ucapan terima kasih”.

Sebagai warga negara yang baik, kamu perlu mendukung Indonesia yang bersih dan bebas KKN dengan tidak memberikan pungli kepada aparat negara. Sebagai ucapan terima kasih, yang perlu kamu lakukan adalah mengucapkan “terima kasih” dengan tulus dan ramah.

Jika kamu mendapatkan pelayanan yang tidak baik maupun adanya pungutan liar di Kepolisian, kamu bisa melayangkan aduan kepada layanan pengaduan kepolisian. Selain itu, kamu juga bisa menyampaikan aduan melalui aplikasi atau website saberpungli.id. Sertakan identitas yang bukti-bukti atas laporanmu. Jangan khawatir, kerahasiaan datamu akan terjamin.

Nah, demikianlah cara mengurus, syarat, dan biaya SKTLK. Perlu diingat bahwa surat kehilangan bukanlah pengganti dari dokumen yang hilang. Setelah mendapatkan surat kehilangan, kamu perlu mengurus ke instansi terkait untuk mengurus penerbitan baru sebagai pengganti dokumen yang hilang.

Jika KTP, Kartu Keluarga, atau Akta Kelahiran hilang, maka kamu perlu mengurus penerbitan kembali ke Dinas Kependudukan setempat. Lampirkan surat keterangan kehilangan dari kepolisian sebagai syarat untuk menerbitkan dokumen kependudukan baru.

Untuk kartu ATM dan buku tabungan yang hilang, ada beberapa bank yang tidak meminta surat laporan kehilangan dari kepolisian. Kamu bisa langsung mendatangi customer service bank bersangkutan untuk menerbitkan kartu ATM atau buku tabungan pengganti tanpa harus mengurus surat kehilangan di kantor polisi.

Jadi, sebaiknya kamu menelepon call center bank terlebih dahulu untuk menanyakan persyaratan yang dibutuhkan jika kartu ATM atau buku tabungan hilang.

Selain karena faktor kecelakaan, hilangnya dokumen bisa terjadi akibat kecerobohan. Oleh karena itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya kamu menyimpan dokumen-dokumen penting dengan rapi dan hati-hati. Jangan lupa untuk membuat salinannya untuk berjaga-jaga, ya.

Artikel Terkait