Perencanaan Keuangan

Cara Membuat Buku Keuangan Pribadi Biar Enggak Tekor

cara membuat buku keuangan pribadi

Ajaib.co.id – Membuat buku keuangan pribadi memang menjadi hal yang kurang populer di kalangan masyarakat Indonesia. Apakah kamu menjadi salah satu yang sudah melakukan pencatatan keuangan atau belum tertarik melakukannya? Tahukah kamu cara membuat buku keuangan pribadi?

Sebetulnya, meskipun kamu bukan seorang pengusaha, mencatat keuangan secara berkala tetap penting dilakukan. Hal ini dilakukan supaya kamu dapat mengelola keuangan dengan baik. Dalam melakukan pencatatan keuangan kamu bisa melakukannya secara manual atau menggunakan berbagai software keuangan yang sudah tersedia saat ini.

Apa saja yang ada di buku keuangan pribadi? Buku ini menyediakan laporan keuangan personal di mana di dalamnya memuat sumber-sumber pendapatan dan jumlahnya, aliran pemasukan, aliran pembelanjaan, pos pembelanjaan berkala, alokasi kebutuhan di masa depan, hingga hal-hal lainnya yang berkaitan dengan dana pribadi.

Hal pertama yang dirasakan lewat membuat laporan keuangan pribadi ini adalah kamu bisa melakukan evaluasi keuangan secara bulanan atau tahunan. Sehingga dari situ akan terlihat bagaimana keuangan kamu berjalan selama periode tertentu. Misalnya, dari satu bulan tertentu apakah ada kenaikan pendapatan atau ada pengurangan pengeluaran hingga apakah ada pertumbuhan aset.

Tujuan

Berikut beberapa tujuan yang bisa diperoleh jika kamu rutin membukukan arus keuangan pribadimu.

1. Mengontrol Pengeluaran

Jika kamu mencoba untuk memerhatikan, orang-orang yang tidak melakukan pencatatan keuangan biasanya lebih konsumtif dalam melakukan pembelanjaan. Hal ini karena mereka tidak mengetahui bagaimana mengatur pengeluaran tersebut dan dampaknya terhadap situasi keuangan bulanan personal mereka.

Untuk itu, laporan keuangan ini akan membantu kamu dalam menentukan pengeluaran mana yang harus menjadi prioritas. Bahkan kamu bisa juga mengatur pengeluaran mana yang sebetulnya bisa untuk ditunda agar bisa meraih tujuan finansial yang ebih cepat.

2. Mengamankan Finansial

Tujuan selanjutnya adalah untuk mengamankan keuangan kamu. Ketika pemasukan dan pengeluaran telah direncanakan dengan baik, kamu bisa menghindari munculnya risiko kekurangan dana jika ada hal darurat yang terjadi. Hal ini akan berdampak terhadap keuangan kamu di kemudian hari.

3. Mengalokasikan Dana Investasi

Selain itu, melakukan pengelolaan uang dengan mencatatkannya akan berpengaruh pada rencana investasi. Karena memang berinvestasi adalah salah satu usaha mencapai kemandirian finansial yang penting dilakukan. Namun, saat ini masih banyak orang yang belum mengetahui pentingnya investasi ini.

Namun, apabila kamu bisa melakukan investasi dengan tepat, kamu akan memperoleh penghasilan pasif. Hal ini pun membantu memperlancar arus kas keuangan pribadi kamu. Dalam hal ini, pencatatan keuangan pribadi bisa membantu kamu dalam menentukan besaran dana yang bisa diinvestasikan.

Tipe Neraca Buku Keuangan Pribadi

1. Laporan cash flow individu (individual aliran kas pernyataan)

Laporan cash flow individu adalah neraca keuangan yang di dalamnya terdapat informasi cash flow masuk dan keluar selama periode tertentu. Sehingga dalam satu laporan ini akan memperlihatkan penghasilan dan pengeluaran kamu pada periode waktu tertentu.

Untuk cash flow masuk terdiri dari apa saja yang menghasilkan uang. Contohnya, upah, gaji bulanan, bunga rekening tabungan, deposito, pendapatan tambahan lainnya, dividen investasi, hingga hasil pemasaran aset personal baik berupa rumah, kios, hingga kendaraan.

Sementara itu, cash flow keluar ialah semua pengeluaran yang kamu kerjakan seperti ongkos sewa rumah, berbelanja bulanan, makan, tagihan listrik, ongkos selingan, dan sebagainya.

2. Laporan neraca keuangan individu (individual balance sheet)

Sementara itu, neraca keuangan individu ini memberi informasi keseluruhnan dari kekayaan yang kamu miliki pada waktu periode tertentu.

Ada beberapa hal yang pada umumnya dicatat dalam laporan neraca individu, misalnya saya pencatatan aset, kekayaan bersih, hingga liabilitas.

Cara Membuat Buku Keuangan Pribadi

Bagaimana sudah mulai merasa penting membuat buku keuangan pribadi? Jika jawabannya iya, kamu bisa memulainya saat ini. Karena terdapat banyak panduan yang bisa kamu lihat dan menjadi referensi mencatatkan keuanganmu. Caranya dengan melihat laporan arus kas dan melakukan evaluasi serta penyesuaian dengan keuangan kita.

Lewat melihat contoh yang ada, kamu bisa meninjau apa saja pengeluaran rutin yang sudah seharusnya disetop dulu. Terlebih jika kamu sedang menggunakan kartu kredit, maka melakukan kontrol melalui laporan keuangan itu penting.

Begini cara membuat buku keuangan pribadi:

1. Membuat spreadsheet

Hal pertama yang dilakukan untuk membuat laporan keuangan pribadi adalah membuat spreadsheet dan mengisi beberapa bagian seperti aset, liabilitas hingga cash flow. Selain itu, bisa juga dengan menambah sisi khusus yang berguna untuk menghitung net worth atau kekayaan bersih yang dimiliki.

2. Catat daftar aset dan nilainya

Selanjutnya, membuat kolom yang berisi daftar dan nilai aset yang dimiliki. Salah satu contohnya, aset yang ada di rekening di bank beserta besaran saldonya, kemudian saham dan nilainya hingga aset properti yang kamu miliki.

3. Catat daftar liabilitas

Selanjutnya, kamu bisa membuat kolom yang berisikan informasi terkait keharusan utang atau liabilitas yang perlu dibayar. Beberapa contohnya berupa saldo kartu credit, hingga besaran utang di bank.

4. Tentukan keseluruhan net worth

Tahap selanjutnya yakni menentukan net worth secara keseluruhan. Dengan membuat daftar aset dan liabilitas beserta nilainya, semuanya dikalkulasikan dari tiap-tiap kelompok. Contohnya, total nilai aset berharga yang kamu miliki adalah Rp100 juta lalu total liabilitas Rp10 juta. Maka kamu bisa mempunyai nilai akan kekayaan bersih yang sebetulnya kamu miliki.

5. Buat laporan cash flow

Cara yang terakhir, pada bagian terpisah buatlah semua saluran arus kas bulanan dalam keuangan pribadimu. Jumlahkan penghasilan yang kamu miliki baik dari upah bulanan atau pendapatan tambahan. Kemudian, catat semua pengeluaran kamu pada bulan tersebut, mulai dari pengeluaran untuk membayar tagihan listrik, transportasi, belanja bulanan, dan lain sebagainya.

Dari keseluruhan penghasilan dan pengeluaran tersebut, kamu bisa memperoleh selisihnya untuk kemudian diketahui pendapatan bersih yang kamu peroleh.

Artikel Terkait