Reksa Dana

Biaya Redemption Reksa Dana yang Jadi Tanggungan Investor

Ajaib.co.id – Di dalam dunia investasi, selain keuntungan yang menjadi tujuan dan risiko yang sewaktu-waktu dapat terjadi, biaya yang dikenakan dari instrumen investasi juga menjadi perhatian. Apalagi jika kamu ingin mencoba berinvestasi menggunakan reksa dana. Ada beberapa biaya yang harus diperhatikan.

Pasalnya, investasi reksa dana membutuhkan manajer investasi untuk mengelola dan memasarkan reksa dana yang dimiliki di pasar modal demi mencapai target keuntungan. Biaya yang harus diperhatikan biasanya ada pada biaya yang ditanggung oleh seorang investor.

Biaya ini meliputi biaya pembelian reksa dana atau subscription fee, biaya redemption reksa dana atau penjualan kembali, hingga biaya pengalihan atau switching fee.

Penting bagi kamu untuk memperhatikan setiap biaya yang harus dikeluarkan ketika berinvestasi reksa dana. Hal ini akan berpengaruh dengan nilai reksa dana dan keuntungan yang didapat.

Nah, untuk memahami lebih jauh mengenai biaya yang harus dikeluarkan saat berinvestasi reksa dana, perhatikan penjelasannya berikut ini.

Biaya Pembelian Reksa Dana atau Subscription Fee

Biaya pembelian reksa dana ini merupakan biaya yang akan kamu keluarkan ketika membuat akun baru atau rekening baru. Di mana, biaya ini akan dikenakan berdasarkan jenis reksa dana yang digunakan sebesar 0 sampai 5 persen. Biaya ini biasanya dikenakan pada jenis reksa dana aktif, di mana manajer investasi akan memperdagangkan portofolio aset reksa dana secara aktif.

Jenis reksa dana aktif ini meliputi reksa dana pendapatan tetap, campuran, serta saham dengan tujuan mendapatkan keuntungan secara maksimal. Lain halnya dengan jenis reksa dana pasif yang meliputi reksa dana pasar uang dan reksa dana indeks. Selanjutnya, biaya pembelian ini juga mencakup transaksi kedua atau top up akun yang dimiliki.

Pemilik akun reksa dana bisa melakukan top up atau penambahan dana sesuai ketentuan di awal perjanjian. Di transaksi ketiga yaitu autodebet, di mana transaksi top up reksa dana ini dapat dihubungkan dengan tabungan yang dimiliki untuk dipotong dan dipindahkan dananya ke akun reksa dana. Autodebet ini tentu akan memudahkan nasabah dalam top up dana karena akan terpotong secara otomatis.

Biaya Redemption Reksa Dana

Ketika akun reksa dana yang dimiliki sudah berusia cukup lama dengan saldo dan nilai reksa dana sesuai target, maka investor bisa melakukan pencairan atas keuntungan yang telah didapat. Dalam proses pencairan dana atau penjualan kembali, investor akan dikenakan biaya yang disebut biaya redemption reksa dana.

Biaya redemption reksa dana yang dikenakan oleh investor berbeda-beda. Tergantung dari kebijakan dan kesepakatan di awal antara calon nasabah dengan manajer investasi. Selain itu, investasi reksa dana yang jangka waktunya sudah bertahun-tahun juga memiliki perbedaan dari segi biaya redemption reksa dana. Bahkan tidak akan dikenakan biaya redemption reksa dana sama sekali.

Hal ini jelas menguntungkan kamu yang memilih investasi reksa dana dengan jangka waktu panjang. Selain itu, untuk waktu pencairan reksa dana biasanya membutuhkan waktu maksimal 7 hari kerja hingga dana bisa masuk ke rekening yang dicantumkan oleh investor.

Biaya Pengalihan Reksa Dana atau Switching Fee

Di dalam investasi reksa dana, jika seorang investor akan melakukan pengalihan atau switching pada reksa dana, maka akan dikenakan biaya pengalihan. Transaksi pengalihan sendiri merupakan transaksi yang bisa dilakukan investor pada jenis reksa dana yang dimiliki ke jenis reksa dana lain. Misalkan saja, jika investor ingin mengalihkan reksa dana pendapatan tetap menjadi reksa dana saham.

Ketika menggunakan transaksi switching, investor tidak perlu melakukan penjualan kembali, lalu membeli reksa dana jenis lain karena akan dikenakan dua biaya. Investor bisa melakukan switching reksa dana dan hanya dikenakan biaya switching. Selain itu, transaksi juga akan lebih efisien karena investor bisa melakukan transaksi jual dan beli reksa dana di hari yang sama.

Untuk biaya yang dikenakan dari transaksi switching ini juga sesuai dengan kebijakan dari perusahaan yang menjadi manajer investasi reksa dana para investor. Akan tetapi, transaksi pengalihan pada jenis reksa dana ini masih memiliki kekurangan yaitu tidak semua jenis reksa dana dapat melakukan transaksi pengalihan.

Biaya Transaksi Transfer Antar Bank

Biaya selanjutnya yang harus diperhatikan oleh investor ada pada biaya transfer bank atau kliring. Biaya ini muncul ketika rekening bank yang kamu miliki berbeda dengan rekening bank yang terdaftar di produk reksa dana.

Misalnya saja pada rekening bank yang kamu gunakan adalah bank C, namun produk reksa dana menggunakan rekening bank YA. Maka saat melakukan pencairan ke rekening bank tersebut akan dikenakan biaya kliring antar bank.

Untuk mengantisipasi biaya kliring ini kamu bisa menggunakan periode pencairan atau kuota pada reksa dana yang dimiliki. Ketika keuntungan yang kamu targetkan sudah tercapai, kamu bisa mulai untuk melakukan pencairan.

Contoh Perhitungan Biaya Transaksi pada Reksa Dana

Untuk memahami bagaimana perhitungan dari setiap reksa dana yang dimiliki dan biaya yang dikenakan, berikut penjelasannya:

Biaya Pembelian Reksa Dana

Seorang investor membeli reksa dana dengan nilai Rp200 juta dan biaya pembelian sebesar 2 persen. Harga per reksa dana yaitu Rp1.000. Maka perhitungannya:

Biaya pembelian = Rp200 juta – (Rp200 juta/1+2%)

Biaya pembelian = Rp200 juta – Rp196.078.431

Biaya pembelian = Rp3.921.569

Perolehan unit = Rp196.078.431/Rp1000 = 196.078.4310 unit

Biaya Redemption Reksa Dana

Pada tahun berikutnya, harga reksa dana mengalami kenaikan menjadi Rp1.500 dan membuat investor tersebut menjual semua reksa dana dengan biaya redemption reksa dana sebesar 0,5%. Maka perhitungannya:

Penjualan = 196.078.431o unit x Rp1500

Penjualan = Rp294.117.646

Biaya penjualan = 0,5% x Rp294.117.646

Biaya penjualan = Rp1.470.588

Perolehan penjualan = Rp294.117.646-Rp1.470.588 = Rp292.647.058

Penghitungan ini tentu hanya gambaran yang bisa menjadi acuan kamu ketika akan berinvestasi reksa dana. Mengingat setiap biaya yang dikenakan oleh manajer investasi kepada para investor tergantung kebijakan yang telah ditetapkan. Baik biaya pembelian reksa dana, biaya redemption reksa dana, atau biaya pengalihan dari reksa dana yang dimiliki.

Namun, biaya ini tentu menyesuaikan dengan nilai reksa dana yang kamu miliki. Oleh karena itu, pilihlah manajer investasi atau perusahaan efek reksa dana yang memudahkan para nasabahnya untuk berinvestasi. Apalagi kini investasi reksa dana bisa dilakukan secara online hanya melalui smartphone dengan menggunakan aplikasi Ajaib.

Ajaib hadir untuk memudahkan kamu dalam berinvestasi khususnya pada investasi reksa dana. Dengan Ajaib, kamu dapat menemukan jenis reksa dana yang sesuai dengan kebutuhan. Tentunya dengan keuntungan besar dan risiko yang rendah. Jadi, saatnya kamu untuk mencoba berinvestasi sebagai bentuk perencanaan keuangan di masa mendatang dengan reksa dana. Yuk, download aplikasi reksa dana di smartphone kamu dan temukan kemudahan dalam berinvestasi sekarang.

Bacaan menarik lainnya:

Mark M. Carhart. (1997). On Persistence in Mutual Fund Performance


 Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait