Investasi

Biar Tahu Keuntungannya, Begini Cara Menghitung Bunga Deposito

Biar Tahu Keuntungannya, Begini Cara Menghitung Bunga Deposito

Lebih dari 70% masyarakat Indonesia kini menempatkan dananya ke bentuk simpanan, seperti deposito. Bagi mereka, deposito merupakan alternatif menabung agar dana tidak habis ditarik. Deposito bisa membantu nasabah mengelola keuangan pribadinya, baik untuk kebutuhan jangka menengah maupun jangka panjang. Dibandingkan tabungan, deposito memberikan bunga yang lebih tinggi.

Besar kecilnya bunga deposito mengikuti bunga acuan Bank Indonesia (BI). Ketika bunga acuan BI trennya sedang naik, maka bunga deposito ikut naik, begitupun sebaliknya. Selain itu penyimpanan dana berupa deposito dianggap aman karena mendapat perlindungan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Kendati demikian, masih banyak orang yang belum paham bagaimana cara menghitung bunga deposito.

Perbedaan Deposito dan Tabungan

Keduanya sama-sama layanan produk bank berbentuk simpanan, perbedaan deposito dan tabungan terletak pada bunga dan waktu penarikannya. Jika dana di tabungan bisa ditarik kapanpun, maka pada deposito hal itu tidak berlaku. Deposito punya konsep menabung dengan jangka waktu tertentu. Selama jangka waktu tersebut, uang yang disimpan dalam deposito tidak dapat ditarik dan terdapat resiko penalti.

Karena sifatnya yang tidak dapat diambil sewaktu-waktu menjadikan deposito termasuk dalam instrumen investasi sama seperti saham, reksa dana, dan obligasi. Namun, pada umumnya minimal dana yang dibutuhkan untuk deposito sekitar Rp8 juta-Rp10 juta. Akan tetapi semua kembali ke kebijakan masing-masing layanan bank. Intinya semakin lama masa tenor atau jangka waktunya, bunga yang didapat relatif tinggi.

Cara Menghitung Bunga Deposito

Bagi yang mau membuka rekening deposito, wajib untuk tahu cara menghitung bunga deposito. Menghitung bunga itu tidak sesimpel kelihatannya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti pajak deposito dan jangka waktunya. Maka didapat rumus menghitung bunga deposito adalah:

Bunga x Dana Pokok Deposito x 30 hari x 80% (pajak) : 365 (hari)

Untuk penjelasannya simak ilustrasi berikut:

Markus yang bekerja di perusahaan multinasional memiliki gaji Rp8 juta per bulannya. Markus ingin rutin menyisihkan 20% dari gajinya hingga bisa terkumpul 40 juta. Dari jumlah tersebut, ia akan mendepositokan sebesar Rp30 juta. Markus kemudian membuka deposito di salah satu bank dengan besaran bunga 6% selama tiga bulan. Lalu ia penasaran bagaimana cara menghitung bunga deposito? Berapa besaran yang ia terima setiap bulannya?

Berdasarkan rumus di atas, maka bunga yang diterima Markus adalah:

6% x Rp 30 juta x 30 hari x 80% / 365 = 118.356,164 tiap bulan.

Catatan: 80% merupakan persentase keuntungan yang sudah dikenai pajak deposito sebesar 20%.

Dengan begitu, pada bulan pertama Markus akan menerima keuntungan pasif sebesar Rp118 ribu. Untuk itu semakin besar uang yang kamu depositokan, bunga yang diterima makin besar. Terkait soal pajak, perlu diketahui bahwa aturan rumus di atas hanya untuk dana deposito lebih dari Rp7,5 juta ya. Sementara pajak deposito nilainya sama dengan PPh atau pajak penghasilan, sesuai peraturan pemerintah nomor 131 Tahun 2000, KMK-51/KMK.04/2001, dan SE-01/PJ.43/2001.

Itulah tadi cara menghitung bunga deposito, semoga dengan penjelasan di atas kamu bisa menerapkannya dan menjadi salah satu penyemangat saat ingin membuka rekening deposito. Penyimpanan dana deposito juga cocok sebagai investasi, tetapi bukan termasuk yang ideal untuk mempercepat diri menjadi kaya. Maka dari itu pilih instrumen investasi sesuai kebutuhan dan kemampuan keuangan kamu.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait