Investor Pemula, Saham, Uncategorized

Alasan Mengapa 90% Trader Saham di Indonesia Gagal

Kapan Jam Jual Beli Saham Diperdagangkan?

Ajaib.co.id – Apakah kamu tahu, sejak 2015 jumlah investor individu di Indonesia telah meningkat lebih dari 151%! Sampai saat ini telah ada 2,48 juta orang yang berinvestasi di pasar modal [2]! Dari sekian banyaknya investor, 90% trader menyatakan bahwa return yang mereka dapatkan berada di bawah kinerja IHSG atau bahkan merugi.

Tidak sedikit juga yang berhenti investasi dari 90% trader tersebut di pasar saham sebelum tahun kelima, dan hal ini adalah lumrah. Bahkan ada sebuah lelucon lama di pasar saham yang mengatakan “Jika kamu merugi di pasar saham, berdiskusilah dengan orang lain yang merugi lebih banyak darimu sehingga kamu merasa lebih baik”. Hingga kini lelucon itu masih kerap terdengar di berbagai forum saham.

Lukas Setia Atmadja, seorang akademisi keuangan dan investasi, mengatakan bahwa para investor yang gagal adalah mereka yang tidak memiliki keterampilan dan pengetahuan yang memadai untuk berinvestasi saham[1]. Dilansir dari berbagai sumber, inilah mengapa 90% trader saham di Indonesia gagal.

Minim Pengetahuan yang Memadai

Mungkin kamu tidak tahu bahwa ada banyak sekali investor yang jual-beli saham tanpa memiliki pengetahuan sebelumnya. Jadi setelah pulang seminar Yuk Nabung Saham, para peserta seminar segera jual-beli saham begitu saja tanpa memiliki pengetahuan apa yang mau dibeli dan lain sebagainya. Mungkin kamu terheran-heran apakah benar banyak yang begitu, tapi itu nyata. Kamu bahkan bisa temukan dialog seperti di bawah ini misalnya;

“Beli saham karena random/acak”; kamu mungkin tidak percaya ada alasan seperti itu tapi kamu bisa temukan ribuan chat bernada serupa di forum-forum saham. Serius deh, kamu bisa temukan sendiri dimana-mana chat yang menyuarakan ketidakapahamannya tentang esensi membeli saham. Ternyata kampanye Yuk Nabung Saham memang terbukti sukses menggaet investor-investor baru untuk terjun ke dunia saham.

Sayangnya semangat untuk membuka rekening saham tidak diiringi dengan semangat untuk belajar. Screenshot di atas adalah asli dan penulis terlah mendapat izin untuk memuatnya dalam artikel ini.

Sekarang mengapa kebanyakan 90% trader gagal? Yang paling pertama adalah karena alasan untuk membelinya tidak kuat. Jika kamu telah memiliki pengetahuan yang dibutuhkan maka tentunya kamu bisa membuat keputusan yang baik sebelum membeli.  

Seorang investor yang baik memiliki tujuan keuangan yang jelas, memiliki strategi yang jelas, apakah mau menabung saham atau beli sekaligus, memiliki toleransi risiko dan lain sebagainya. Tidak beli random begitu saja.

Membeli saham bisa diibaratkan seperti memulai bisnis, untuk menghindari keputusan yang buruk tentu kita mesti lakukan analisis yang diperlukan. Analisis pun bisa berbeda-beda, karena kemenarikan saham seringkali berasal dari hal-hal yang berbeda.

Dari banyaknya kisah sukses di pasar saham semuanya menunjukkan bahwa mereka memiliki kepekaan terhadap potensi suatu saham. Hal itu didapat dengan cara menelaah secara teliti. Jarang sekali yang tanpa pengetahuan bisa sukses di pasar saham dalam jangka panjang.

Kamu mungkin mendengar kisah seorang peserta seminar yang bercerita bahwa beliau menabung saham BBCA sejak lama dan kini sudah cuan puluhan kali lipat. Jika kamu lakukan hal yang sama mungkin hasilnya akan berbeda karena harga yang didapat bapak tersebut masih murah saat beliau memulai menabung saham BBCA. 

Lukas S.A. menekankan pentingnya mengenal investasi nilai atau value investing. Value investing memberikan pemahaman tentang fundamental dari sebuah perusahaan yang sahamnya hendak kamu beli. Investor saham yang berhasil selalu memakan waktu sebelum membeli, disiplin, sehingga dapat menghindari banyak jebakan pasar dan mencapai hasil yang diinginkan.

Trading Untuk Balas Dendam

Umumnya orang-orang merasa sukses setelah berhasil dalam satu atau dua trading. Dalam trading kilat, kerugian yang dialami dalam satu kali trading bisa menghapus sebagian besar keuntungan mereka sebelumnya.

90% trader jangka pendek melakukan trading kilat. Trading kilat yang dilakukan dalam sehari memberikan sensasi, rasa petualangan, dan perasaan dapat menjadi kaya dengan cepat. Sayangnya trading cepat, atau yang biasa para trader saham sebut dengan “copetan” seringkali adalah cara cepat menuju kebangkrutan.

Lebih buruk lagi, orang yang merugi dalam trading kilat ini mayoritas melakukan trading lanjutan untuk membalas dendam untuk memulihkan kerugian mereka sebelumnya. Mereka melihat pasar sebagai musuh yang membebankan kerugian yang tidak dapat dibenarkan. Dalam proses ini, emosi mereka mengambil alih proses berpikir rasional, yang mengakibatkan tambahan kerugian. Trading untuk balas dendam adalah salah satu alasan yang mendasari mengapa banyak trader kehilangan seluruh modalnya.

Terlalu bergantung pada penjual rekomendasi jual-beli saham pilihan

Banyak juga orang-orang yang telah menggantungkan keputusan jual-belinya pada para penyedia jasa rekomendasi saham pilihan.  Banyak penyedia saham pilihan yang bagus, namun tetap tidak ada yang sempurna. Yang terbaik sekalipun menghasilkan rasio keberhasilan 7:3, dengan demikian dari 10 kali trading biasanya tiga kali gagal namun tujuh kali sukses. Seorang investor atau trader saham yang baik tidak bergantung 100% kepada para penyedia rekomendasi saham pilihan.

Disarankan bagi setiap investor untuk meneliti ulang rekomendasi yang diberikan, keputusan terakhir tetap ada di tangan masing-masing. Kerugian dan keuntungan adalah milik masing-masing orang. Biasanya klaim yang terlalu fantastis seringkali tidak nyata. Dibutuhkan pengendalian diri dan disiplin untuk menghindari jatuh pada klaim yang fantastis dan kemauan untuk melihat di balik klaim.

Biasanya kegagalan yang dialami membuat seorang investor beralih ke penyedia layanan rekomendasi lainnya. Ketika penyedia layanan lainnya ternyata tidak begitu akurat, investor tersebut pindah lagi ke lain hati. Terus saja begitu dan akhirnya mereka memiliki belasan penyedia layanan rekomendasi saham. Setelahnya keputusan yang diambil tidaklah begitu baik dan ini telah menjadi kisah awal kegagalan dari banyak investor saham Indonesia.

Psikologis Investor; Kurangnya kesabaran saat berinvestasi di pasar saham

Kesabaran adalah salah satu hal terbesar yang dibutuhkan untuk investasi jangka panjang. Investor yang memahami nilai kesabaran, mendapatkan keuntungan darinya, sementara mereka yang tidak akan membayar mahal untuk itu. Dalam jangka pendek, pasar dan harga saham dipengaruhi oleh berita dan emosi para pelaku pasar. Setiap perubahan dalam faktor ekonomi, global atau politik dapat mempengaruhi pasar saham dalam periode jangka pendek. Namun, dalam jangka panjang, harga saham diatur oleh fundamental bisnis dan pendapatannya.

Banyak investor berinvestasi pada saham bagus, tetapi panik dan menjualnya saat ada tanda koreksi pertama yang mengakibatkan mereka ‘Beli rendah dan jual tinggi.’

“Berinvestasi yang sukses membutuhkan waktu, disiplin dan kesabaran. Tidak peduli seberapa besar bakat atau usaha, beberapa hal membutuhkan waktu: Kamu tidak dapat menghasilkan bayi dalam satu bulan dengan membuat sembilan wanita hamil.” – Warren Buffett.

Emiten yang baik adalah yang terus berdiri hingga lebih dari sepuluh tahun ke depan. Jika model bisnis dan manajemennya baik, dan kamu sudah telaah betul-betul dan merasa yakin bahwa perusahaan yang sahamnya kamu pegang masih akan berdiri hingga sepuluh tahun lagi maka untuk apa kamu terburu-buru menjualnya? Sayangnya banyak yang tak sependapat.

Psikologis Investor; Panik

Saham yang secara fundamental sehat memiliki model bisnis yang transparan dan kuat serta dikelola secara profesional. Perusahaan semacam itu bisa bertahan dari kemerosotan ekonomi dan biasanya menjadi yang pertama pulih dan berkinerja lebih baik saat ekonomi membaik.

Di tahun 2008, kita menyaksikan salah satu koreksi terburuk dalam sejarah pasar saham. Banyak investor panik dan menjual seluruh investasinya dengan kerugian besar seolah-olah tidak ada hari esok. Namun, mereka yang tetap berinvestasi mendapatkan penghargaan yang sangat besar karena ternyata pasar saham pulih dalam waktu kurang dari 24 bulan. Terlalu panik juga merupakan masalah bagi banyak investor.

Sumber:

[1] https://investasi.kontan.co.id/news/sekitar-90-investor-saham-indonesia-gagal-simak-cara-ampuh-para-investor-ini

[2] https://money.kompas.com/read/2020/06/30/151729226/sepanjang-2019-jumlah-investor-pasar-modal-indonesia-tembus-248-juta#:~:text=Sepanjang%202019%2C%20Jumlah%20Investor%20Pasar%20Modal%20Indonesia%20Tembus%202%2C48%20Juta,-Kompas.com%20%2D%2030&text=JAKARTA%2C%20KOMPAS.com%20%2D%20PT,sebanyak%201%2C6%20juta%20investor.

Artikel Terkait