Investasi, Investor Pemula, Reksa Dana

Benarkah Investasi Reksa Dana Bisa Rugi? Cari Tahu Disini

reksa dana bisa rugi

Katanya investasi reksa dana itu tidak akan rugi karena mudah dan aman. Benarkah demikian? Reksa dana bisa rugi karena beberapa hal. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan dari redaksi Ajaib berikut ini.

Sebagian besar orang percaya bahwa reksa dana merupakan investasi yang mudah dan aman, sehingga tidak akan bisa rugi. Benarkah demikian? Di dunia investasi, kamu pasti sering mendengar istilah “high risk high return, low risk low return”.

Pernyataan tersebut sangat masuk akal, tetapi tidak selalu benar juga. Terkadang ada investasi yang punya risiko tinggi, namun return-nya ternyata tidak sesuai. Begitu pula sebaliknya, ada investasi dengan risiko menengah tetapi return yang diberikan tinggi. investasi reksa dana bisa rugi tergantung bagaimana cara kamu mengelolanya.

Salah satu risiko yang bisa terjadi pada investasi reksa dana yaitu penurunan nilai. Kalau kamu memilih produk reksa dana dengan risiko tinggi, maka semakin besar pula peluang untuk rugi atau kehilangan dana. Maka dari itu, jika ada yang bilang reksa dana tidak pernah rugi, berarti kalau begitu reksa dana tidak memiliki risiko. Sementara pada kenyataannya tidak ada investasi yang tidak punya risiko sama sekali.

Investasi Reksa Dana Bisa Rugi

Reksa dana sendiri memiliki 4 jenis yang dipasarkan, yaitu reksa dana pasar uang, reksa dana campuran, reksa dana pendapatan tetap, dan reksa dana saham. Dari keempat macam itu, yang dianggap paling rendah risikonya secara umum ialah reksa dana pasar uang. Atas dasar inilah, banyak para pemula yang disarankan untuk berinvestasi reksa dana pasar uang.

Umumnya produk-produk yang tergabung dalam reksa dana pasar uang memiliki risiko yang rendah dan return yang rendah. Biasanya berupa Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Sertifikati Deposito, Surat Pengakuan Utang, dan Obligasi dengan jatuh tempo kurang dari setahun. Namun, kamu perlu tahu bahwa risiko rendah bukan berarti tidak ada risiko.

Seperti obligasi yang tergolong punya risiko rendah karena jatuh temponya tidak sampai satu tahun. Namun, dalam rentang waktu tersebut ada risiko gagal bayar yang dihadapi investor. Di sisi lain obligasi jadi aset utama di dalam reksa dana pasar uang. Apabila sampai terjadi, maka reksa dana bisa rugi.

Kerugian lainnya bisa saja terjadi jika pasar uang yang dipegang sampai jatuh tempo terpaksa harus dijual karena terjadi redemption dengan jumlah yang besar. Sementara harga jualnya di bawah harga belinya.

Contoh di atas menggambarkan bahwa investasi reksa dana bisa rugi tergantung bagaimana situasi dan cara kamu memahaminya.

Risiko Pada Investasi Reksa Dana

Sebagai investor, kamu harus paham betul apa saja risiko dari investasi reksa dana. Jika kamu mengerti tentang risikonya, tentu kamu pun siap mengelola dampak negatif yang bisa saja terjadi.

Return reksa Dana Tidak Selalu Pasti

Risiko dari reksa dana bisa lebih tinggi, tetapi keuntungannya pun tidak pasti. Begitu pun dengan return reksa dana yang tidak pasti, maka bisa jadi untung dan juga rugi. Supaya bisa menghadapi ketidakpastian itu, para pemodal yang ingin berinvestasi di reksa dana harus memilih reksa dana yang tepat. Karena berbagai macam reksa dana yang ditawarkan memiliki tingkat risiko berbeda.

Memilih reksa dana sesuai dengan tujuan keuangan kamu jadi kunci keberhasilan dalam berinvestasi. Selain itu, disarankan kamu untuk melakukan diversifikasi. Maksudnya, jangan menanamkan investasi di satu tempat saja, tetapi tanamkan juga ke instrumen investasi lainnya. Hal ini supaya jika kamu mengalami kerugian, masih ada investasi lain yang menutupinya.

Tidak Adanya Jaminan

Ini yang harus dimengerti bahwa investasi reksa dana tidak ada yang menjamin atau perlindungan dari pemerintah sekalipun. Berbeda dengan deposito atau tabungan yang sudah pasti dijamin oleh pemerintah, makanya menyimpan uang di tabungan nilainya tidak akan berkurang.

Reksa Dana Bisa Saja Bubar

Ada beberapa kondisi dimana reksa dana dinyatakan bubar, yaitu diminta langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan aturan undang-undang yang berlaku. Kemudian dilihat dari Nilai Aktiva Bersih (NAB) dari reksa dana tersebut nilainya kurang dari Rp 25 miliar dalam rentang waktu 90 hari bursa berturut-turut. Jika situasinya demikian, manajer investasi bisa membubarkannya dan terjadi likuidasi.

Antisipasi Dampak Negatif Reksa Dana

Investasi reksa dana bisa rugi tergantung dari situasinya, dan seperti yang sudah disebutkan penurunan nilai jadi salah satu risikonya. Kendati demikian, kamu bisa menimimalkan risiko tersebut dengan beberapa cara berikut ini.

Investasi Secara Berkala

kamu bisa membeli produk investasi reksa dana secara berkala atau teratur dengan nilai investasi yang tetap pada setiap periode pembeliannya, dan juga tanpa memantau kondisi pasar terkini. Maksudnya adalah kamu menyerahkan investasi kepada manajer investasi untuk dikelola dan disarankan untuk disiplin menyetorkan dana investasi secara rutin.

Supaya tidak lupa, kamu bisa lakukan autodebet atau bantuan program ‘Auto-Invest’ yang akan diset secara otomatis tiap bulannya. Nantinya uang yang ada di tabungan kamu akan otomatis dipotong setiap bulan untuk diinvestasikan ke reksa dana yang sudah kamu pilih.

Jangan Panik

Kebanyakan orang akan panik melihat portfolio investasia sedang dalam posisi turun. Biasanya mereka akan cepat-cepat untuk melepas atau menjual portfolionya sebelum jatuh semakin dalam. Cara tersebut ternyata justru merealisasikan kerugian kamu. Padahal jika portfolio belum dilepas, maka posisi minus pun tidak dianggap sebagai kerugian.

Maka dari itu, tetap tenang dan pahami situasinya. Selain itu, tetap waspada juga ya. Pasalnya, dari ulasan di atas, ternyata reksa dana bisa rugi kan.

Bacaan menarik lainnya:

Petajisto, Antti (2013). Active Share and Mutual Fund Performance. Financial Analyst JournalVolume 69. Number 4. CFA Institute.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.  

Artikel Terkait