IPO JELI: Simak Prospek dan Daftar Saham Consumer Non-Cyclicals di Bursa Efek
Salsabilla•June 22, 2026

Key Takeaways
- Produsen INACO bersiap melantai di BEI dengan kode saham JELI dan berpotensi menghimpun dana hingga Rp392 miliar.
- JELI masuk ke sektor consumer non-cyclicals, sektor yang dikenal relatif stabil karena produknya tetap dibutuhkan dalam berbagai kondisi ekonomi.
- Selain prospek ekspansi bisnis dan pasar ekspor yang luas, investor juga dapat membandingkan JELI dengan sejumlah emiten konsumer non-siklikal yang telah lebih dahulu tercatat di BEI.
Mengenal IPO JELI dan Daya Tarik Sektor Consumer Non-Cyclicals
Kabar menarik datang dari pasar modal Indonesia. IPO JELI menjadi salah satu penawaran saham perdana yang cukup menyita perhatian investor pada pertengahan 2026. PT Niramas Utama Tbk, produsen berbagai produk berbasis kelapa dan serat alami dengan merek INACO, dijadwalkan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli 2026 dengan harga penawaran Rp900–Rp1.120 per saham.
Perusahaan yang berdiri sejak 1990 ini dikenal luas melalui produk seperti Nata de Coco, Mini Jelly, Pudding, Jelly Drink, hingga berbagai produk makanan ringan berbasis serat alami. Tidak hanya kuat di pasar domestik, produk INACO juga telah dipasarkan ke berbagai negara seperti Jepang, Amerika Serikat, Kanada, Australia, Singapura, dan China.
Kehadiran JELI di bursa juga menarik karena perusahaan berada di sektor consumer non-cyclicals, yaitu kelompok bisnis yang menjual produk kebutuhan sehari-hari yang cenderung tetap dicari masyarakat meski kondisi ekonomi mengalami perlambatan.
Sekilas Tentang PT Niramas Utama Tbk
PT Niramas Utama Tbk memiliki model bisnis yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Perusahaan mengoperasikan empat fasilitas produksi yang tersebar di Bekasi, Pontianak, Sukabumi, dan Pasuruan untuk mendukung berbagai lini produknya. Selain itu, jaringan distribusi perusahaan juga cukup luas, mencakup pasar modern, pasar tradisional, distribusi B2B, hingga pasar ekspor internasional.
Dari sisi pasar, INACO memiliki posisi yang cukup kuat dengan pangsa pasar jelly sebesar 49,57%, pangsa pasar nata de coco sebesar 19,87%, serta pangsa pasar pudding sebesar 16,01%. Posisi tersebut menjadikan perusahaan sebagai salah satu pemain utama dalam kategori makanan penutup berbasis kelapa dan serat alami di Indonesia.
Mengapa Sektor Consumer Non-Cyclicals Menarik?
Saham consumer non-cyclicals merupakan saham perusahaan yang menjual produk atau layanan yang tetap dibutuhkan masyarakat, baik saat ekonomi tumbuh maupun melambat.
Berbeda dengan sektor consumer cyclical yang sangat dipengaruhi daya beli dan siklus ekonomi, sektor non-siklikal cenderung memiliki pendapatan yang lebih stabil karena produknya termasuk kebutuhan sehari-hari.
Beberapa industri yang termasuk dalam sektor ini antara lain:
- Makanan dan minuman
- Produk rumah tangga
- Produk kebutuhan pokok
- Ritel kebutuhan harian
- Produk perawatan pribadi
Karakteristik tersebut membuat sektor ini sering menjadi pilihan investor yang mencari bisnis dengan pertumbuhan yang relatif konsisten dalam jangka panjang.
Prospek Sektor Consumer Non-Cyclicals
Prospek sektor consumer non-cyclicals Indonesia masih cukup menjanjikan meski sempat tertinggal dibanding beberapa sektor lainnya dalam beberapa tahun terakhir. Sektor yang mencakup makanan dan minuman, produk rumah tangga, ritel kebutuhan pokok, hingga produk perawatan pribadi ini dikenal relatif defensif karena produknya tetap dibutuhkan masyarakat dalam berbagai kondisi ekonomi.
Pertumbuhan sektor ini diperkirakan didukung oleh beberapa faktor utama:
- Konsumsi rumah tangga yang masih menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
- Valuasi sejumlah saham consumer non-cyclicals yang dinilai masih menarik dibanding rata-rata historisnya.
- Pertumbuhan jumlah penduduk dan meningkatnya kebutuhan terhadap produk kebutuhan sehari-hari.
Meski demikian, investor juga perlu mencermati sejumlah tantangan seperti lemahnya daya beli sebagian masyarakat, fluktuasi nilai tukar rupiah yang dapat memengaruhi biaya bahan baku impor, serta tekanan margin pada beberapa emiten di sektor ini.
Seiring membaiknya kondisi ekonomi dan konsumsi domestik, saham-saham consumer non-cyclicals berpotensi kembali menjadi pilihan investor yang mencari keseimbangan antara stabilitas bisnis dan peluang pertumbuhan jangka panjang. Kondisi ini juga menjadi salah satu faktor yang mendukung prospek emiten baru seperti JELI yang bergerak di industri makanan dan minuman berbasis kelapa dan serat alami.
Daftar Saham Consumer Non-Cyclicals di BEI
Sebelum mempertimbangkan beli saham IPO JELI, investor juga dapat melihat sejumlah emiten sejenis yang telah lebih dulu tercatat di Bursa Efek Indonesia sebagai bahan perbandingan.
Beberapa saham consumer non-cyclicals yang cukup dikenal antara lain:
- UNVR – Unilever Indonesia Tbk
- ICBP – Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
- INDF – Indofood Sukses Makmur Tbk
- MYOR – Mayora Indah Tbk
- ULTJ – Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk
- CMRY – Cisarua Mountain Dairy Tbk
- DMND – Diamond Food Indonesia Tbk
- GOOD – Garudafood Putra Putri Jaya Tbk
- CLEO – Sariguna Primatirta Tbk
- AMRT – Sumber Alfaria Trijaya Tbk
Mayoritas perusahaan tersebut bergerak di industri makanan, minuman, dan kebutuhan konsumen harian yang memiliki karakter bisnis serupa dengan JELI, yakni mengandalkan konsumsi masyarakat yang relatif stabil sepanjang waktu.
Prospek Pertumbuhan JELI ke Depan
Prospek pertumbuhan JELI didukung oleh beberapa faktor penting.
Pertama, perusahaan memiliki merek INACO yang telah dikenal selama lebih dari 35 tahun. Kedua, posisi sebagai pemimpin pasar di beberapa kategori produk memberikan keunggulan kompetitif yang cukup kuat.
Selain itu, industri makanan dan minuman Indonesia masih menjadi salah satu sektor strategis yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Perusahaan juga berencana memperluas pasar ekspor ke kawasan Afrika dan Eropa serta meningkatkan kapasitas produksi melalui penambahan mesin baru setelah IPO.
Dari sisi kinerja keuangan, laba bersih perusahaan pada FY25 tercatat mencapai Rp39 miliar, melonjak 235,5% secara tahunan, didorong oleh strategi efisiensi dan fokus pada produk dengan margin yang lebih tinggi.
Penggunaan Dana Hasil IPO
Dana yang diperoleh dari penawaran saham perdana akan difokuskan untuk mendukung ekspansi bisnis.
Alokasinya meliputi:
- 51,04% untuk penyertaan modal ke anak usaha PT Niramas Pandaan Sejahtera.
- 18,36% untuk pembelian mesin produksi dan perluasan kapasitas gudang.
- 10,63% untuk pelunasan sebagian pinjaman jangka pendek.
- 19,97% untuk modal kerja.
Strategi tersebut menunjukkan fokus perusahaan dalam meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi permintaan pasar domestik maupun ekspor.
Jadwal IPO JELI
Berikut jadwal penting yang perlu dicatat investor:
| Tahapan | Tanggal |
|---|---|
| Book Building | 15–22 Juni 2026 |
| Tanggal Efektif OJK | 29 Juni 2026 |
| Penawaran Umum | 1–3 Juli 2026 |
| Penjatahan | 3 Juli 2026 |
| Distribusi Saham Elektronik | 6 Juli 2026 |
| Pencatatan di BEI | 7 Juli 2026 |
Cara Pesan IPO JELI di Ajaib
Bagi investor yang tertarik mengikuti penawaran saham perdana ini, pemesanan dapat dilakukan langsung melalui aplikasi Ajaib. Cukup buka menu Saham pada aplikasi, pilih bagian Penawaran IPO, lalu cari JELI. Setelah membaca prospektus dan informasi penting lainnya, kamu dapat memasukkan jumlah lot yang ingin dipesan sesuai saldo RDN yang tersedia. Pastikan dana mencukupi sebelum masa penjatahan berakhir agar proses pemesanan berjalan lancar.
Selain memantau IPO terbaru, aplikasi Ajaib juga memudahkan investor untuk memperoleh berbagai informasi pasar dan melakukan transaksi saham secara praktis, termasuk saat ingin beli saham IPO.
Tertarik mengikuti perkembangan saham perdana terbaru di BEI? Mulai perjalanan investasi kamu bersama Ajaib dan jangan lewatkan berbagai peluang IPO menarik yang hadir di pasar modal Indonesia!
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!