Net Sell Asing Rp2,7 Triliun Sepekan Bukan Tanda Asing Kabur, Begini Cara Membedah Rotasinya
Afif Alfaris•September 17, 2026

Key Takeaways
- Investor asing mencatat penjualan bersih sekitar Rp2,7 triliun sepanjang 7 sampai 11 September 2026, tetapi angka itu adalah hasil pengurangan, bukan gambaran satu arah.
- Di balik angka bersih tersebut, terdapat sekitar Rp2,02 triliun pembelian yang terkonsentrasi di sepuluh saham teratas dan sekitar Rp4,72 triliun penjualan yang tersebar di saham lain.
- Tujuh saham tambang, yaitu ANTM, AADI, PTBA, TINS, CUAN, UNTR, dan AMMN, menyerap sekitar Rp1,82 triliun atau hampir 90% dari total pembelian bersih sepuluh saham teratas, sementara BBCA menjadi sumber penjualan terbesar sekitar Rp1 triliun.
- Dua pekan pertama September justru menunjukkan arus yang nyaris saling meniadakan, dengan net buy Rp2,74 triliun pada 1 sampai 4 September dan net sell Rp2,7 triliun pada pekan berikutnya.
Judul berita yang berbunyi “asing net sell Rp2,7 triliun” hampir selalu memancing reaksi cemas. Kesan yang muncul, investor asing sedang meninggalkan pasar saham Indonesia beramai-ramai. Padahal, angka bersih semacam itu menyimpan cerita yang jauh lebih kompleks daripada yang terbaca di permukaan.
Pada pekan 7 sampai 11 September 2026, angka penjualan bersih asing itu ternyata tidak menggambarkan pelarian dana secara serempak, melainkan sebuah rotasi posisi antarsektor. Sebagian dana keluar dari saham tertentu, tetapi sebagian lain justru masuk deras ke kelompok saham yang berbeda. Artikel ini membedah cara membaca angka net sell yang benar, ke mana dana sebenarnya berpindah, dan bagaimana trader bisa memverifikasinya sendiri.
Angka Rp2,7 Triliun Itu Hasil Pengurangan, Bukan Aliran Keluar Tunggal
Kata “net” dalam net sell sering terlewat dibaca. Angka yang muncul di berita adalah selisih antara total pembelian dan total penjualan investor asing, bukan jumlah dana yang benar-benar keluar dari pasar. Konsekuensinya, satu angka bersih bisa menyembunyikan dua arus besar yang berlawanan arah di dalamnya.
Tabel 1. Membedah net sell asing 7 sampai 11 September 2026
| Komponen | Nilai |
| Pembelian bersih di sepuluh saham teratas | ±Rp2,02 triliun |
| Penjualan bersih di saham lainnya | ±Rp4,72 triliun* |
| Angka bersih yang muncul di berita | net sell ±Rp2,7 triliun |
| Porsi terhadap net sell sejak awal 2026 | ±3,8% |
*Selisih antara pembelian bersih sepuluh saham teratas dan angka bersih seluruh pasar merupakan perhitungan sendiri.
Artinya, pada pekan yang sama ketika berita menulis asing melepas Rp2,7 triliun, ada lebih dari Rp2 triliun dana asing yang justru masuk ke saham-saham tertentu. Angka bersih hanyalah hasil akhir setelah kedua arus itu saling dikurangkan.
Skalanya juga perlu ditempatkan dalam konteks. Net sell sepekan itu hanya setara sekitar 3,8% dari total penjualan bersih asing sepanjang 2026 yang mencapai sekitar Rp71,4 triliun. Satu pekan bukan peristiwa luar biasa dalam tren yang sudah berjalan sepanjang tahun.
Baca juga: Memahami Net Buy Asing dan Net Sell Asing
Ke Mana Uangnya Berpindah
Setelah tahu angka bersih itu hasil pengurangan, pertanyaan berikutnya adalah ke saham apa pembelian sebesar Rp2,02 triliun tadi diarahkan.
Tabel 2. Pembelian bersih asing terbesar, 7 sampai 11 September 2026
| Saham | Net buy asing | Sektor |
| ANTM | Rp649,4 miliar | Barang Baku |
| AADI | Rp389,2 miliar | Energi |
| PTBA | Rp306,0 miliar | Energi |
| TINS, CUAN, UNTR, AMMN | tercakup dalam total | Barang Baku dan Energi |
| Tujuh saham tambang dan komoditas | ±Rp1,82 triliun | ±90% dari net buy sepuluh besar |
Sumber: data RTI periode 7 sampai 11 September 2026; persentase merupakan perhitungan sendiri.
Di sisi berlawanan, BBCA menjadi sumber penjualan bersih terbesar dengan sekitar Rp1 triliun, atau kira-kira 21% dari seluruh penjualan bersih yang terjadi pekan itu. Pola ini sejalan dengan kinerja sektoral. Sepanjang Agustus 2026, sektor Barang Baku menguat 10,12% dan Energi 9,86%, sementara sektor Keuangan hanya naik 2,17%, di bawah IHSG yang menguat 4,64%.
Karena sektor Keuangan menguasai 25,97% kapitalisasi pasar bursa, penjualan di satu saham perbankan besar otomatis berbobot lebih berat pada angka agregat dibanding pembelian dengan nilai sama di saham berkapitalisasi lebih kecil. Meski demikian, pola ini lebih tepat dibaca sebagai rotasi posisi sektoral, bukan bukti bahwa dana asing telah meninggalkan sektor keuangan secara permanen.
Ingin melihat sendiri ke mana arah dana asing bergerak hari ini? Anda dapat menggunakan fitur Foreign Flow di Ajaib untuk menampilkan aliran dana masuk dan keluar investor asing secara langsung, tanpa menunggu rekap berita mingguan.
Dua Pekan, Dua Headline Berlawanan, Indeks Nyaris Datar
Bukti paling kuat bahwa headline mingguan perlu dibedah justru datang dari membandingkan dua pekan yang berurutan.
Tabel 3. Perbandingan dua pekan pertama September 2026
| Periode | Arus asing | Pergerakan IHSG |
| 1 sampai 4 September | net buy Rp2,74 triliun | +1,70% ke 6.636,48 |
| 7 sampai 11 September | net sell ±Rp2,7 triliun | -1,43% |
| Gabungan dua pekan | ±+Rp40 miliar* | ±+0,25% dari akhir Agustus* |
*Perhitungan sendiri dari kedua periode.
Dua headline yang terdengar bertolak belakang ternyata menghasilkan arus bersih yang praktis nol dan pergerakan indeks yang praktis datar dibanding penutupan Agustus di 6.525,48. Angka yang tampak dramatis bila dibaca terpisah menjadi nyaris tidak berarti bila dibaca berdampingan.
Pembalikannya bahkan bisa terjadi dalam hitungan hari. Pada 8 September, BBCA justru menjadi saham dengan pembelian bersih asing terbesar senilai Rp269,6 miliar saat IHSG naik 1,01% ke 6.686. Keesokan harinya, pada sesi pertama 9 September, saham yang sama menjadi sumber penjualan bersih terbesar senilai Rp416,1 miliar. Ayunan sekitar Rp686 miliar pada satu saham dalam satu hari bursa menunjukkan bahwa menyimpulkan tren dari satu angka mingguan, apalagi harian, berisiko keliru.
Secara historis pun hubungannya tidak sekuat yang diasumsikan. Dalam lima periode September terakhir, arah aliran dana asing dan arah IHSG hanya sejalan pada dua dari lima periode. Pada September 2025 misalnya, asing mencatat net sell Rp3,80 triliun tetapi indeks justru naik 2,94%. Aliran dana asing dan arah indeks, dengan kata lain, tidak selalu bergerak seiring.
Cara Membedahnya Sendiri Lewat Foreign Flow dan Broker Summary

Membedah angka seperti ini tidak memerlukan alat rumit. Yang dibutuhkan adalah urutan pemeriksaan yang konsisten, dan berikut lima langkahnya.
- Lihat arah dan besarannya lebih dulu. Fitur Foreign Flow di aplikasi Ajaib menampilkan aliran dana masuk dan keluar investor asing, sehingga besaran dan arahnya bisa dilihat langsung tanpa menunggu rekap berita. Ini adalah titik awal sebelum masuk ke detail per saham.
- Turunkan ke level saham. Angka agregat tidak memberi tahu saham mana yang dibeli dan mana yang dilepas. Di sinilah pemeriksaan per emiten diperlukan untuk memisahkan rotasi dari arus keluar yang sesungguhnya, karena dua kondisi ini terlihat sama di angka bersih tetapi berbeda maknanya.
- Verifikasi siapa yang bertransaksi. Fitur Broker Summary di Ajaib menampilkan broker pembeli dan penjual terbesar, net buy dan net sell per broker, serta harga rata-rata beli dan jual masing-masing. Dari sini terlihat apakah satu saham benar-benar diserap banyak pihak atau hanya berpindah di antara sedikit broker.
- Periksa konsistensinya beberapa hari. Pola akumulasi yang bertahan beberapa sesi jauh lebih berarti dibanding lonjakan satu hari, seperti terlihat pada ANTM yang konsisten berada di posisi teratas pembelian asing pada 9 dan 10 September. Konsistensi inilah yang membedakan akumulasi nyata dari transaksi sesaat.
- Perhatikan harga rata-rata broker pembeli. Jika harga berjalan masih berada di sekitar atau di bawah harga rata-rata beli broker yang mengakumulasi, area tersebut bisa menjadi acuan level psikologis, meski tetap bukan jaminan arah harga. Informasi ini membantu menilai apakah posisi masuk masih relatif wajar.
Baca artikel ini untuk mempelajari broker summary di Ajaib.
Apa yang Perlu Diperhatikan Trader
Selain kelima langkah pemeriksaan di atas, ada sejumlah prinsip yang perlu dipegang agar tidak salah membaca aliran dana asing.
- Angka bersih bukan gambaran satu arah. Selalu tanyakan berapa besar pembelian yang tersembunyi di balik angka penjualan bersih, dan sebaliknya. Satu angka net selalu merupakan hasil dari dua arus yang berlawanan.
- Perhatikan bobot saham, bukan hanya nilai transaksinya. Penjualan Rp1 triliun di saham perbankan besar berdampak berbeda pada indeks dibanding pembelian dengan nilai sama yang tersebar di beberapa saham tambang, karena bobot kapitalisasinya tidak sama.
- Bedakan pasar reguler dan seluruh pasar. Sebagian aliran asing terjadi di pasar negosiasi yang tidak langsung menekan harga di papan reguler, sehingga cakupan pasar yang dirujuk sebuah angka perlu diperhatikan sebelum menyimpulkan.
- Sadari bahwa penyedia data berbeda bisa menghasilkan angka berbeda. Data foreign flow yang beredar berasal dari sumber seperti RTI, IPOT, dan Stockbit dengan cakupan dan waktu potret yang tidak selalu sama, sehingga selisih kecil antarsumber adalah hal wajar.
- Jangan menjadikan foreign flow sebagai satu-satunya dasar keputusan. Arah indeks juga ditentukan investor domestik, rotasi sektor, kinerja emiten, dan katalis lain yang berjalan bersamaan. Aliran dana asing hanya salah satu potongan dari gambaran yang lebih besar.
Hal yang perlu dipantau berikutnya adalah apakah pembelian di saham tambang bertahan lebih dari satu pekan, apakah tekanan jual di sektor keuangan berlanjut, serta bagaimana keputusan The Fed pada 16 September 2026 memengaruhi arah dana asing ke pasar negara berkembang.
Baca juga: Strategi Trading Mengikuti Foreign Flow di Bursa Saham
Pantau Arah Dana Asing Langsung dari Ajaib
Membedah rotasi seperti ini akan jauh lebih mudah bila datanya bisa diakses kapan saja, bukan menunggu rekap mingguan. Anda dapat menggunakan fitur Foreign Flow di aplikasi Ajaib untuk melihat aliran dana masuk dan keluar investor asing, sementara Broker Summary melengkapinya dengan broker pembeli dan penjual terbesar, net buy dan net sell, serta harga rata-rata tiap broker.
Untuk eksekusinya, Anda dapat menggunakan fitur Fast Trade untuk menyatukan order book, panel beli jual, info cash, trade limit, dalam satu panel, sekaligus merevisi dan membatalkan order dengan cepat saat harga bergerak.
Eksekusi order dengan Fast Trade Ajaib. Download Ajaib dan mulai trading dengan lebih cepat dan powerful.
Disclaimer: Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Sumber:
- Receh.in, “Asing Net Sell Rp2,7 Triliun Sepekan, tapi ANTM hingga AADI Justru Diborong” (12 September 2026)
- Receh.in, “September Effect 2026: Asing Net Buy Rp2,74 Triliun, IHSG Naik 1,70%” (8 September 2026)
- Receh.in, “Asing Net Buy Rp398,1 Miliar, BBCA dan BBRI Jadi Buruan” (8 September 2026) dan “Asing Net Sell Rp577,2 Miliar” (9 September 2026)
- CNBC Indonesia, “Asing Net Sell Rp1,31 T di Sesi 1” (10 September 2026)
- Bursa Efek Indonesia, IDX Monthly Statistics Agustus 2026
Profil Penulis
Writer
-
Artikel Terkait




Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!
