Ajaib
Menu

Saham

Rekomendasi Saham Hari Ini: Simak MBMA, SIDO, dan TPIA Usai The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps

Ratih MustikoningsihSeptember 17, 2026

Key Takeaway

  • The Fed menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 3,75%-4%, kenaikan pertama sejak Juli 2023.
  • IHSG turun 0,38% ke 6.436 dan mencatat koreksi selama enam hari beruntun, dengan investor asing membukukan outflow Rp592 miliar di pasar reguler.
  • MBMA merencanakan buyback hingga 1,465 miliar saham senilai maksimal Rp1,383 triliun pada 17 September–16 Desember 2026.

IHSG Koreksi Enam Hari Beruntun

IHSG ditutup melemah pada perdagangan Rabu (16/9/2026). Indeks turun 0,38% atau 24,30 poin ke level 6.436, sekaligus memperpanjang koreksi menjadi enam hari perdagangan beruntun. Investor asing mencatatkan outflow Rp592 miliar di pasar reguler.

Meski demikian, pasar keuangan domestik disebut memiliki daya tahan dalam merespons keputusan suku bunga The Fed.

Imbal hasil obligasi SBN tenor 10 tahun tetap stabil di level 7,14% pada 16 September, didukung oleh real yield domestik sebesar 4%, dengan inflasi Agustus 2026 sebesar 3,1%.

Sementara itu, rupiah terapresiasi 2,6% dari level terendahnya hingga berada di Rp17.712 per dolar AS pada 16 September.

IHSG pada perdagangan hari ini diprediksi bergerak bervariasi dalam rentang 6.400–6.500.

IndikatorData
IHSG6.436
Perubahan IHSG-0,38%
Penurunan-24,30 poin
Koreksi6 hari beruntun
Foreign flow pasar regulerRp592 miliar outflow
Yield SBN 10Y7,14%
Real yield domestik4%
RupiahRp17.712/USD
Inflasi Agustus 20263,1%

Likuiditas SRBI Mencapai Rp1.062,91 Triliun

Efektivitas instrumen SRBI dengan imbal hasil 6,8%-7,3% pada lelang 11 September 2026 turut menopang kondisi pasar domestik.

SRBI tercatat berhasil menyerap likuiditas hingga Rp1.062,91 triliun per Agustus 2026, atau meningkat 40,83% secara YtD.

Meski kondisi pasar saat ini masih terjaga, risiko capital outflow tetap ada karena penguatan mata uang AS setelah kenaikan suku bunga dapat memicu tekanan terhadap rupiah.

Wall Street Koreksi Setelah The Fed Naikkan Suku Bunga

Dari global, bursa Wall Street kompak melemah setelah The Fed menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 3,75%-4% dalam pertemuan September 2026.

Keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar dan menjadi kenaikan suku bunga pertama The Fed sejak Juli 2023.

Kekhawatiran terkait suku bunga sebelumnya telah tercermin dalam koreksi pasar beberapa waktu terakhir. Pada perdagangan 16 September, Dow Jones turun 1,21%, sedangkan S&P 500 melemah 0,44%.

Sejalan dengan arah suku bunga, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik ke 5,020% pada 16 September. Angka tersebut melanjutkan reli sejak akhir Agustus 2026 dan menjadi level tertinggi sejak Januari 2007.

Saham Pilihan Ajaib Sekuritas 17 September 2026

SahamRekomendasiClosing PriceTarget PriceStop Loss
MBMAAccum Buy500515480
SIDOAccum Buy348356340
TPIASpeculative Buy1.8251.8801.740

MBMA — Accum Buy

Closing Price: 500
Target Price: 515
Stop Loss: 480

MBMA berada di area support dan berpotensi membentuk pola morning star. Indikator stochastic menunjukkan crossing di area oversold, yang menjadi indikasi rebound jangka pendek.

Selain itu, PT Merdeka Battery Materials Tbk merencanakan pembelian kembali saham sebanyak-banyaknya 1,465 miliar lembar saham dengan total alokasi dana maksimum Rp1,383 triliun.

Program buyback tersebut dijadwalkan berlangsung pada 17 September–16 Desember 2026 atau selama tiga bulan.

MBMALevel
Closing Price500
Target Price515
Stop Loss480
Maksimum saham buyback1,465 miliar saham
Maksimum dana buybackRp1,383 triliun
Periode buyback17 Sep–16 Des 2026

SIDO — Accum Buy

Closing Price: 348
Target Price: 356
Stop Loss: 340

SIDO bergerak sideways dengan posisi harga di area support. Indikator MACD menunjukkan bar histogram melemah secara terbatas dan masih berada dalam momentum akumulasi.

Berdasarkan analisis regresi CAPM terhadap 1.200 sampel imbal hasil harian selama periode September 2021 hingga September 2026, sektor kesehatan (IDXHEALTH) memiliki beta 0,427 dan R-Squared 18,7%.

TPIA — Speculative Buy

Closing Price: 1.825
Target Price: 1.880
Stop Loss: 1.740

TPIA berada di area support. Indikator stochastic menunjukkan crossing di area jenuh jual, yang menjadi indikasi rebound setelah mengalami koreksi selama 10 hari berturut-turut.

TPIA telah berdiri selama 34 tahun sejak 1992 dan memperluas perannya dari produsen bahan baku petrokimia domestik menjadi grup industri terintegrasi di kawasan Asia Tenggara.

Perseroan memiliki pilar bisnis energi dan kimia, infrastruktur terpadu, serta solusi mobilitas untuk mendukung kemandirian dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Pantau Saham Pilihan di Ajaib

The Fed menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 3,75%-4%, sementara IHSG masih berada dalam tren koreksi enam hari beruntun.

Pantau pergerakan MBMA, SIDO, dan TPIA beserta level target price dan stop loss yang tersedia dalam riset Ajaib Sekuritas.

Download Ajaib dan mulai trading saham potensial pilihanmu.

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi  ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Sumber: Ajaib Sekuritas

Profil Penulis

Ratih Mustikoningsih
Ratih Mustikoningsih

Financial Expert Ajaib

Ratih Mustikoningsih merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman lebih 10 tahun di pasar modal Indonesia, khususnya dalam analisis saham dan strategi investasi. Melalui artikel dan edukasi yang ia sajikan, Ratih membantu investor memahami fundamental perusahaan, dinamika pasar, serta mengambil keputusan investasi saham yang lebih tepat.

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!