IHSG Hari Ini Ditutup Turun 0,38%, Sektor Non-Cyclicals Tetap Hijau +0,11%
Ratih Mustikoningsih•September 16, 2026

Key Takeaway
- IHSG turun 0,38% ke 6.436, memperpanjang koreksi menjadi enam hari perdagangan beruntun.
- Pasar merespons rilis Fitch Ratings terkait peringkat kredit Indonesia Investment Authority (INA) di level BBB dengan Negative Outlook.
- SINI melonjak 708% dalam tiga tahun seiring transformasi bisnis ke holding pertambangan batubara dan logistik.
IHSG Kembali Melemah, Koreksi Berlanjut Enam Hari

IHSG kembali ditutup di zona merah pada perdagangan 16 September 2026. Indeks turun 24,30 poin atau 0,38% ke level 6.436.
Sepanjang perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.535 dan terendah 6.436. Tekanan juga terlihat pada sejumlah indeks utama. IDX30 turun 0,71%, sedangkan LQ45 melemah 0,58%.
Koreksi IHSG tersebut terjadi bersamaan dengan aksi profit taking pada sejumlah saham blue chip.
| Indikator | 16 September 2026 |
| IHSG | 6.436 |
| Perubahan | -0,38% / -24,30 poin |
| High | 6.535 |
| Low | 6.436 |
| Nilai transaksi | Rp12,17 triliun |
| Volume transaksi | 245 juta lot |
| Frekuensi transaksi | 1,85 juta kali |
| IDX30 | -0,71% |
| LQ45 | -0,58% |
Fitch Ratings Jadi Sentimen Pasar
Pasar merespons negatif rilis resmi Fitch Ratings pada 16 September 2026 pukul 13.20 WIB terkait peringkat kredit Indonesia Investment Authority (INA).
Fitch mempertahankan peringkat INA di level BBB, yang berada dalam kategori investment grade, namun memberikan Negative Outlook.
Dalam informasi yang disampaikan, risiko tersebut berkaitan dengan ketergantungan penuh INA pada tingkat kredit pemerintah Indonesia, tingginya konsentrasi pendapatan dari dividen bank BUMN, serta penyusutan cadangan kas akibat akselerasi investasi.
Di sisi kinerja keuangan, total pendapatan INA pada 2025 mencapai Rp8,5 triliun, naik 44% YoY, sedangkan laba bersih mencapai Rp7,4 triliun, meningkat 37% YoY.
Namun, sekitar Rp4,6 triliun atau 55% pendapatan tersebut berasal dari dividen kepemilikan saham di Bank Mandiri dan BRI.
| Kinerja INA 2025 | Nilai |
| Pendapatan | Rp8,5 triliun |
| Pertumbuhan pendapatan | +44% YoY |
| Laba bersih | Rp7,4 triliun |
| Pertumbuhan laba bersih | +37% YoY |
| Pendapatan dari dividen Bank Mandiri & BRI | Rp4,6 triliun |
| Porsi pendapatan dari dividen | 55% |
Fluktuasi sektor perbankan nasional disebut berisiko langsung menekan arus kas INA. Sementara itu, pergerakan harga saham bank BUMN di bursa tidak menyentuh profit and loss (P&L) INA, tetapi tetap dicatat secara mark to market pada bagian ekuitas atau Other Comprehensive Income (OCI) dalam neraca melalui FVOCI.
Dengan demikian, nilai total aset dan ekuitas INA di neraca mengikuti pergerakan harga saham perbankan, yang membuat ROE dan Net Asset Value (NAV) mengalami penurunan.
SINI Melonjak 708% dalam Tiga Tahun
Di tengah tekanan IHSG, PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menjadi salah satu emiten yang mencatatkan performa menonjol.
SINI naik 8,43% pada perdagangan 16 September dengan nilai transaksi mencapai Rp164 miliar.
Pergerakan tersebut terjadi setelah transformasi bisnis SINI dari pengolahan kayu dan akomodasi menjadi perusahaan holding pertambangan batubara dan logistik.
Transformasi tersebut dilakukan secara bertahap sejak 2023 dan berlanjut hingga 2026. Dalam tiga tahun terakhir hingga 16 September 2026, saham SINI telah melonjak 708%.
Pendapatan SINI Naik 147%
Per 31 Juli 2026, pendapatan SINI mencapai Rp537,8 miliar, meningkat 147% YoY. Segmen baru penjualan batubara menyumbang Rp321,9 miliar, atau sekitar 60% dari total pendapatan.
Pada periode yang sama, SINI membukukan laba bersih sebesar Rp674,2 miliar, berbalik dari rugi Rp26,1 miliar.
Namun, pembentukan laba tersebut didominasi oleh gain from bargain purchase atau keuntungan dari akuisisi di bawah harga pasar sebesar Rp662,7 miliar.
| Kinerja SINI | Nilai |
| Kenaikan saham hari ini | +8,43% |
| Nilai transaksi | Rp164 miliar |
| Kenaikan saham 3 tahun | +708% |
| Pendapatan per 31 Juli 2026 | Rp537,8 miliar |
| Pertumbuhan pendapatan | +147% YoY |
| Kontribusi penjualan batubara | Rp321,9 miliar |
| Porsi penjualan batubara | 60% |
| Laba bersih | Rp674,2 miliar |
| Laba bersih periode sebelumnya | Rugi Rp26,1 miliar |
| Gain from bargain purchase | Rp662,7 miliar |
Saham LQ45 yang Naik dan Turun
Berikut lima saham dengan kenaikan dan penurunan terbesar di indeks LQ45 pada perdagangan 16 September 2026.
| Top Gainer LQ45 | Perubahan | Top Loser LQ45 | Perubahan |
| INCO | +4,09% | DEWA | -6,57% |
| AMMN | +1,98% | ADMR | -4,43% |
| ICBP | +1,81% | BUMI | -2,88% |
| MDKA | +1,42% | ESSA | -2,42% |
| JPFA | +1,32% | CUAN | -2,17% |
Market Recap Hari Ini
IHSG ditutup melemah 0,38% ke 6.436, memperpanjang koreksi enam hari beruntun. Sentimen pasar turut dipengaruhi rilis Fitch Ratings terkait peringkat INA di level BBB dengan Negative Outlook.
Di sisi emiten, SINI mencatat kenaikan 8,43% dan telah melonjak 708% dalam tiga tahun terakhir, seiring transformasi bisnis menuju pertambangan batubara dan logistik.
Pantau Pergerakan Saham dan Susun Trading Plan di Ajaib
Pantau pergerakan IHSG, saham pilihan, dan aksi korporasi emiten Indonesia melalui Ajaib. Cek harga saham dan data pasar secara langsung untuk mengikuti perkembangan perdagangan.
Mulai pantau pasar sekarang di Ajaib dan atur strategi tradingmu dengan lebih cerdas!
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Sumber: Ajaib Research, Fitch Ratings, Keterbukaan Informasi BEI
Profil Penulis

Financial Expert Ajaib
Ratih Mustikoningsih merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman lebih 10 tahun di pasar modal Indonesia, khususnya dalam analisis saham dan strategi investasi. Melalui artikel dan edukasi yang ia sajikan, Ratih membantu investor memahami fundamental perusahaan, dinamika pasar, serta mengambil keputusan investasi saham yang lebih tepat.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!