Bisnis Iklan Rugi, FORU Rights Issue Rp27,1 Triliun Pindah ke Tambang Batu Bara
Afif Alfaris•September 17, 2026

Key Takeaways
- FORU akan menggelar rights issue senilai maksimal Rp27,10 triliun dengan menerbitkan 215,10 miliar saham baru pada harga pelaksanaan Rp126 per saham, salah satu yang terbesar di pasar Indonesia.
- Rasio HMETD ditetapkan 100:46.235, artinya setiap 100 saham lama berhak atas 46.235 saham baru, dengan potensi dilusi mencapai 99,78% bagi yang tidak menebus.
- Sekitar Rp20,82 triliun atau 76,8% dana digunakan untuk mengakuisisi 49% saham PT Borneo Prima lewat skema inbreng, sedangkan sisanya disalurkan sebagai pinjaman modal kerja tambang.
- Latar belakangnya terbaca di laporan keuangan, dengan pendapatan kuartal I 2026 anjlok 70,8% menjadi Rp5,41 miliar dan perseroan membukukan rugi bersih Rp4,16 miliar.
Memahami Skema Rights Issue FORU dan Potensi Dilusinya
PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) dijadwalkan akan menggelar rights issue senilai maksimal Rp27,1 triliun untuk berubah identitas menjadi perusahaan induk dengan eksposur ke pertambangan batu bara. Aksi korporasi ini menarik karena perpindahan sektor bisnis, perbedaan antara nilai aksi korporasinya, dan ukuran bisnis yang dijalankan selama ini.
Aksi sebesar itu tentu tidak muncul tanpa sebab. Laporan keuangan kuartal I 2026 memperlihatkan bisnis periklanan FORU yang sedang tertekan cukup dalam. Namun sebelum masuk ke sana, mari pahami terlebih dahulu detail rights issue karena mampu membantu kita melihat seberapa besar dampaknya bagi pemegang saham.
Detail Rights Issue FORU, dari Rasio hingga Jadwalnya
Berikut adalah detil right issue dari FORU.
Tabel 1. Rincian rencana PMHMETD I FORU
| Komponen | Keterangan |
| Jumlah saham baru | maksimal 215.096.316.400 lembar |
| Nilai nominal | Rp100 per saham |
| Harga pelaksanaan | Rp126 per saham |
| Rasio HMETD | 100 : 46.235 |
| Target dana maksimal | ±Rp27,10 triliun |
| Potensi dilusi | hingga 99,78% |
| Persetujuan RUPSLB | 22 Juli 2026 |
| Efektif dari OJK | 11 September 2026 |
Sumber: Keterbukaan Informasi FORU dan prospektus PMHMETD I.
Tabel 2. Jadwal pelaksanaan HMETD FORU
| Agenda | Tanggal |
| Cum date di pasar reguler dan negosiasi | 21 September 2026 |
| Ex date di pasar reguler dan negosiasi | 22 September 2026 |
| Record date | 23 September 2026 |
| Pencatatan efek di BEI | 25 September 2026 |
| Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD | 25 September sampai 6 Oktober 2026 |
| Tanggal penjatahan | 8 Oktober 2026 |
Sumber: Jadwal pelaksanaan HMETD FORU
Dengan jumlah rasio sebesar 100:46.235, berarti setiap pemegang 100 saham lama berhak atas 46.235 saham right issue pada harga yang telah ditetapkan. Rasio ini termasuk paling ekstrem di pasar modal Indonesia, jauh di atas rights issue pada umumnya.
Dampaknya terlihat pada angka dilusi, pemegang saham yang tidak menebus haknya akan melihat porsi kepemilikannya nyaris habis atau hingga sekitar 99,78%. Dengan jumlah saham beredar melonjak dari 465,22 juta menjadi sekitar 215,56 miliar lembar.
Pasar merespons rencana itu dengan antusias. Saham FORU sempat menyentuh auto reject atas (ARA) 25% ke Rp4.650 pada 14 September 2026, setelah pernyataan efektif OJK terbit pada 11 September.
Adapun penggunaan dananya terbagi dua. Sekitar Rp20,82 triliun atau 76,8% dipakai memperoleh 49% saham PT Borneo Prima melalui skema inbreng, yaitu penyetoran modal dalam bentuk selain uang tunai oleh pemegang saham pengendali IMR Asia Holding Pte Ltd.
Sisanya, maksimal Rp6,28 triliun atau 23,2% dari pelaksanaan HMETD publik, disalurkan sebagai pinjaman modal kerja kepada Borneo Prima. Realisasi pinjaman ini bergantung pada partisipasi pemegang saham publik, sehingga tidak otomatis terwujud.
Pertanyaan berikutnya adalah, mengapa FORU berani memutuskan aksi sejauh ini.
Kondisi Bisnis Iklan FORU yang Terbaca dari Laporan Keuangan Kuartal I 2026
Jawabannya terbaca cukup jelas dari laporan keuangan kuartal I 2026.
Tabel 3. Kinerja keuangan FORU kuartal I 2026
| Indikator | 31 Maret 2026 | 31 Maret 2025 | Perubahan |
| Pendapatan usaha | Rp5,41 miliar | Rp18,53 miliar | -70,80% |
| Beban langsung | Rp1,50 miliar | Rp11,66 miliar | -87,17% |
| Laba kotor | Rp3,91 miliar | Rp6,87 miliar | -43,05% |
| Beban usaha | Rp7,83 miliar | Rp6,14 miliar | +27,54% |
| Laba (rugi) usaha | (Rp3,91 miliar) | Rp0,74 miliar | dari laba ke rugi |
| Laba (rugi) bersih | (Rp4,16 miliar) | Rp0,74 miliar | dari laba ke rugi |
| Laba (rugi) per saham | (Rp8,94) | Rp1,59 | dari laba ke rugi |
Sumber: laporan keuangan konsolidasian FORU per 31 Maret 2026 (tidak diaudit); persentase merupakan perhitungan dilakukan berdasarkan data yang tersedia.
Tabel 4. Pendapatan FORU per lini jasa kuartal I 2026
| Lini jasa | 31 Maret 2026 | 31 Maret 2025 | Perubahan |
| Jasa periklanan | Rp2,05 miliar | Rp7,34 miliar | -72,03% |
| Produksi digital | Rp1,68 miliar | Rp6,45 miliar | -73,95% |
| Jasa kehumasan | Rp0,97 miliar | Rp3,10 miliar | -68,76% |
| Media | Rp0,54 miliar | Rp1,29 miliar | -58,08% |
| Aktivasi | Rp0,17 miliar | Rp0,34 miliar | -51,69% |
| Jumlah | Rp5,41 miliar | Rp18,53 miliar | -70,80% |
Sumber: Catatan 17 laporan keuangan FORU; persentase dihitung berdasarkan data yang tersedia.
Beberapa hal penting bisa dibaca dari kedua tabel tersebut.
- Pendapatan anjlok merata di seluruh lini bisnis.
Terjadi penurunan pendapatan sebesar 70,8% dari total lini bisnis FORU. Jasa periklanan sebagai lini terbesar turun 72,03%, produksi digital 73,95%, dan kehumasan 68,76%. Tidak ada satu pun lini yang tumbuh, sehingga ini menandakan tekanan struktural pada lini bisnis utama.
- Beban usaha bergerak berlawanan arah dengan pendapatan.
Ketika pendapatan turun 70,8%, beban usaha justru naik 27,54% menjadi Rp7,83 miliar. Akibatnya beban usaha mencapai sekitar 145% dari pendapatan, dibanding hanya 33% pada periode yang sama tahun lalu. Selisih inilah yang mengubah laba usaha Rp735 juta menjadi rugi usaha Rp3,91 miliar.
- Rugi bersih dan laba per saham berbalik arah.
FORU membukukan rugi bersih Rp4,16 miliar, berbalik dari laba Rp738,57 juta setahun sebelumnya, dengan rugi per saham Rp8,94 dibanding laba Rp1,59. Margin kotor memang membaik ke 72,34% dari 37,08%, tetapi kenaikan tersebut nyatanya belum dapat dianggap sebagai hal positif karena skala pendapatannya sudah menyusut drastis.
- Konsentrasi pelanggan makin tinggi.
Empat pelanggan menyumbang 73,50% dari total pendapatan pada kuartal I 2026, naik tajam dari 43,93% pada periode sama tahun lalu. Ketergantungan seperti ini menambah kerapuhan, karena kehilangan satu klien maka pendapatan FORU bisa langsung tergerus.
Dengan pendapatan kuartalan hanya Rp5,41 miliar, artinya nilai rights issue FORU sebesar Rp27,1 triliun setara dengan ribuan kali lipat pendapatan bisnis existing-nya dalam satu kuartal. Inilah latar di balik keputusan FORU untuk berpindah sektor, meski tepat atau tidaknya baru bisa dinilai dari realisasinya kelak.
Tertarik Ikut Rights Issue FORU? Ikuti Langkah Ini
Bagi pemegang saham FORU yang ingin menggunakan haknya, proses penebusan bisa dilakukan langsung dari aplikasi Ajaib. Berikut langkah-langkahnya.
- Pastikan sudah memegang saham FORU sebelum cum date
Hak HMETD hanya diberikan kepada pemegang saham yang tercatat, sehingga pembelian yang dilakukan setelah 21 September 2026 tidak lagi memberikan hak tersebut.
- Cek HMETD di halaman Portofolio
Setelah record date, HMETD akan muncul sebagai aset di menu Portofolio aplikasi Ajaib dalam bentuk kode saham berakhiran R.
- Pastikan saldo RDN mencukupi
Dana yang dibutuhkan adalah harga pelaksanaan Rp126 dikalikan jumlah hak yang ditebus, dan saldo Rekening Dana Nasabah harus tersedia sebelum proses penebusan dilakukan.
- Masukkan jumlah lot yang ingin ditebus
Penebusan bisa dilakukan seluruhnya atau sebagian sesuai ketersediaan dana, karena tidak ada kewajiban menebus semua hak yang dimiliki.
- Lakukan penebusan pada jam yang ditentukan
Penebusan dilakukan selama periode perdagangan HMETD, yaitu 25 September sampai 6 Oktober 2026, pada pukul 09.00 sampai 11.00 WIB.
- Konfirmasi dan tunggu distribusi saham
Setelah dikonfirmasi, Buying Power berkurang sesuai nominal tebus, dan saham hasil penebusan didistribusikan ke portofolio sesuai tanggal penjatahan 8 Oktober 2026.
Pemegang saham yang tidak ingin menebus masih bisa menjual HMETD selama periode perdagangan. Namun hak yang tidak digunakan sampai periode berakhir akan hangus. Sebaiknya jangan menunggu hari terakhir, karena penyediaan dana butuh waktu dan order penebusan yang sudah dikonfirmasi tidak dapat dibatalkan.
Rights issue FORU menjadi salah satu aksi korporasi dengan rasio paling ekstrem di pasar modal Indonesia, dan keputusannya berangkat dari kondisi bisnis inti yang sedang tertekan. Meski demikian, nilai transaksi yang besar belum otomatis berarti penciptaan nilai, apalagi FORU hanya mengambil 49% Borneo Prima tanpa disertai perubahan pengendalian. Bagi pemegang saham, jadwal pelaksanaan, tingkat dilusi, dan kemampuan finansial masing-masing perlu dicermati lebih dulu sebelum memutuskan menebus atau melepas haknya.
Pantau Momentum Rights Issue FORU di Ajaib
Periode cum-right hingga perdagangan HMETD dapat membuat pergerakan FORU lebih dinamis. Karena itu, kamu bisa memantau harga dan informasi saham FORU di Ajaib untuk mengikuti pergerakan harga, grafik, berita, serta perkembangan aksi korporasinya.
Kamu juga bisa mengakses berbagai Saham Indonesia di Ajaib untuk menyesuaikan strategi trading dengan kondisi pasar dan toleransi risiko masing-masing. Download Ajaib sekarang!
Disclaimer: Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Sumber:
- Laporan Keuangan Konsolidasian PT Fortune Indonesia Tbk dan Entitas Anaknya per 31 Maret 2026 (tidak diaudit)
- Keterbukaan informasi dan prospektus PMHMETD I PT Fortune Indonesia Tbk
- Bisnis.com, “Masuk Bisnis Tambang, Fortune (FORU) Dapat Restu Rights Issue Rp27,10 Triliun” (14 September 2026)
- IDNFinancials, “FORU Siapkan Rights Issue Rp27,1 Triliun untuk Garap Tambang Batu Bara” (September 2026)
- Bloomberg Technoz, “Dari Media ke Tambang, FORU Rights Issue Rp27 T” (14 September 2026)
- Ajaib, “Cara Exercise Saham Right Issue” dan “Tebus dan Jual Right Issue di Ajaib”
Profil Penulis
Writer
-
Artikel Terkait



Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!

