Ajaib
Menu

Saham AS

Wall Street Hari Ini: META, LLY, dan INTC Jadi Pilihan Saham AS dengan Upside hingga 7,80%

Miftahul Khaer•September 25, 2026

Key Takeaways:

  • Wall Street ditutup mixed pada Kamis (24/9/2026), dengan DJI turun 0,31%, S&P 500 melemah 0,02%, dan Nasdaq Composite naik 0,01%.
  • Kenaikan yield Treasury AS menjadi perhatian pasar, dengan yield 30 tahun mencapai 5,50% dan yield 10 tahun mendekati 5,25%.
  • RKLB menjadi top gainer dengan kenaikan 4,69%, sementara UPS mencatat penurunan terbesar sebesar 3,93%.
  • META, LLY, dan INTC masuk dalam US Stock Picks dengan potensi upside masing-masing 6,59%, 7,80%, dan 7,45%.

Wall Street Ditutup Mixed, Yield Treasury Jadi Perhatian Pasar

Wall Street hari ini berakhir mixed pada perdagangan Kamis (24/9/2026). Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 0,31%, S&P 500 melemah tipis 0,02%, sedangkan Nasdaq Composite mampu naik 0,01%.

Pergerakan indeks utama tersebut menunjukkan bahwa pasar masih bergerak terbatas setelah sebelumnya sempat berada lebih dalam di zona merah. Di tengah kondisi tersebut, perhatian pelaku pasar tertuju pada kenaikan yield Treasury AS yang berada di level tinggi.

Yield Treasury 30 tahun mencapai 5,50%, sementara yield 10 tahun mendekati 5,25% dan yield 2 tahun menuju 5%. Selain itu, pasar akan mencermati data pesanan barang tahan lama AS untuk Agustus yang diperkirakan turun 0,3% setelah meningkat 1,1% pada Juli.

Selain data ekonomi, Jumat menjadi hari perdagangan terakhir sebelum keputusan FDA terkait zilurgisertib milik Mirum (MIRM), obat oral ALK2 inhibitor untuk fibrodysplasia ossificans progressiva.

Top Gainer dan Loser Wall Street

Di tengah pergerakan indeks yang terbatas, sejumlah saham mencatat penguatan cukup signifikan pada perdagangan terakhir. 

RKLB menjadi top gainer saham AS dengan kenaikan 4,69%. META menyusul dengan penguatan 4,50%, kemudian CDNS naik 4,18% dan INTC menguat 3,91%.

Top Gainers

StockReturn
RKLB+4.69%
META+4.50%
CDNS+4.18%
INTC+3.91%

Sebaliknya, tekanan jual terlihat pada sejumlah saham yang masuk daftar top loser. UPS menjadi saham dengan penurunan terbesar sebesar 3,93%, diikuti ORCL yang turun 3,47%. 

Top Losers

StockReturn
UPS-3.93%
ORCL-3.47%
INTU-3.37%
ACN-3.33%

Blue Origin Dilaporkan Raih Pendanaan $10 Miliar

Di luar pergerakan saham, pasar juga mendapat perhatian dari kabar pendanaan Blue Origin milik Jeff Bezos.

Blue Origin dilaporkan telah mengumpulkan $10 miliar dalam putaran pendanaan pertamanya yang melibatkan investor eksternal. Pendanaan tersebut memberikan valuasi perusahaan sekitar $140 miliar.

Bezos turut menambahkan $2 miliar sehingga total investasinya ke perusahaan sejak didirikan pada 2000 mencapai sekitar $30 miliar. Nilai pendanaan tersebut juga berpotensi meningkat melampaui target awal $10 miliar.

Blue Origin mencatat pendapatan sekitar $800 juta pada 2025 dan memperkirakan pendapatan mencapai $1,4 miliar pada 2026. Perusahaan juga memiliki proyeksi pendapatan lebih dari $30 miliar pada 2030.

Saat ini, Blue Origin memiliki sekitar 15.000 karyawan dan mengandalkan roket reusable New Glenn. Roket tersebut telah menjalankan tiga misi, meski peluncurannya ditangguhkan setelah sebuah kendaraan meledak di landasan Florida pada Mei.

Pertumbuhan perusahaan ke depan diharapkan berasal dari layanan peluncuran, bisnis komunikasi satelit, dan jaringan satelit AI, yang membuat persaingan dengan SpaceX semakin langsung.

Rekomendasi Saham AS Hari Ini: META, LLY, dan INTC

Setelah melihat pergerakan indeks dan saham individual, trader dapat mencermati sejumlah saham yang masuk dalam US Stock Picks. Berikut beberapa pilihan berdasarkan skenario trading pada grafik harian (1D):

SahamBuyTake ProfitStop LossUpside
META US$750,99US$800,52US$728,77+6,59% 
LLYUS$1.160,63US$1.251,10US$1.111,15+7,80%
INTCUS$123,34US$132,53US$118,82+7,45%
  1. META

Meta Platforms (META) menggunakan skenario buy on breakout/trend continuation pada grafik harian. Skenario ini mengandalkan momentum reli untuk menguji level psikologis baru di area 800,00.

Trader dapat mencermati level entry di US$750,99. Sementara itu, Stop Loss berada di US$728,77 untuk membatasi risiko penurunan sebesar 2,96%.

Jika skenario berjalan sesuai analisis, Target Price berada di US$800,52 dengan potensi upside sebesar 6,59%. Risk/Reward Ratio yang dihasilkan mencapai 2,23.

  1. LLY

Eli Lilly (LLY) menggunakan skenario buy on dip/swing long. Skenario ini mengandalkan pembentukan higher low di atas area support struktural untuk menguji kembali area swing high terdekat.

Level entry LLY ditetapkan di US$1.160,63 dengan Stop Loss di US$1.111,15. Level tersebut membatasi risiko penurunan sebesar 4,26%.

Target Price berada di US$1.251,10 dengan potensi upside sebesar 7,80%. Adapun Risk/Reward Ratio berada di 1,83.

  1. INTC

Intel Corporation (INTC) memiliki skenario trend continuation pada grafik harian. Skenario tersebut melihat kelanjutan tren naik setelah harga menembus resistance lokal sebelumnya dan bergerak untuk menguji area resistance yang lebih tinggi.

Level entry ditetapkan di US$123,34 dengan Stop Loss di US$118,82. Risiko penurunan yang dibatasi pada level tersebut sebesar 3,67%.

Sementara itu, Target Price berada di US$132,53 dengan potensi upside sebesar 7,45%. Risk/Reward Ratio untuk skenario INTC mencapai 2,03.

Pantau Pergerakan Saham AS di Ajaib

Ingin mengikuti pergerakan saham AS dan mendapatkan informasi pasar terbaru? Pantau dinamika pasar serta berbagai analisis saham AS melalui Ajaib untuk membantu memahami peluang dan risiko sebelum melakukan transaksi.

Perlu diingat, setiap skenario trading merupakan bagian dari analisis pasar dan bukan jaminan atas pergerakan harga saham di masa mendatang. Pastikan mempertimbangkan risiko dan melakukan analisis secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.

Profil Penulis

Miftahul Khaer
Miftahul Khaer

Financial Expert Ajaib

Miftahul Khaer merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengikuti perkembangan pasar saham Amerika Serikat. Ia menyajikan analisis dan edukasi mengenai saham AS, kondisi ekonomi global, serta strategi investasi yang membantu investor memahami peluang di pasar internasional.

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!