Ajaib
Menu

Berita

Saham DSSA Melonjak 12% Usai Diburu Investor Asing Rp317 Miliar, Apa yang Membuatnya Menarik?

SalsabillaAugust 7, 2026

Key Takeaways

  • Investor asing mencatatkan net buy Rp317 miliar pada saham DSSA dalam perdagangan Kamis (7/8), saat secara keseluruhan pasar justru mencatatkan net sell Rp273 miliar.
  • Saham DSSA naik 12,14% ke level Rp940 dengan nilai transaksi mencapai Rp1,21 triliun, seiring perhatian pasar terhadap aksi korporasi dan transformasi bisnis Perseroan.
  • DSSA tengah mempercepat diversifikasi bisnis dari dominasi batu bara menuju infrastruktur digital, pusat data, energi rendah karbon, dan teknologi AI, meski kontribusi pendapatan masih didominasi sektor energi melalui Golden Energy Mines (GEMS).

Saham DSSA Diborong Asing di Tengah Tekanan Jual Pasar

Investor asing kembali menunjukkan minat terhadap saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) pada perdagangan Kamis (7/8). Berdasarkan data perdagangan, investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp317 miliar pada saham DSSA, menjadikannya salah satu saham yang paling banyak dikoleksi asing pada perdagangan tersebut.

Menariknya, aksi akumulasi tersebut terjadi ketika investor asing secara keseluruhan masih mencatatkan jual bersih (net sell) Rp273 miliar di pasar saham. Saham DSSA bahkan menjadi salah satu penggerak utama perdagangan dengan kenaikan harga sebesar 12,14% ke level Rp940 dan nilai transaksi mencapai Rp1,21 triliun.

Selain DSSA, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga menjadi salah satu saham yang banyak dibeli asing dengan nilai pembelian sekitar Rp105,6 miliar. Sementara itu, tekanan jual asing terbesar terjadi pada saham BBCA dan EMAS, masing-masing dengan nilai jual bersih Rp214,98 miliar dan Rp109,74 miliar.

Berikut daftar saham dengan aktivitas jual asing terbesar pada perdagangan Kamis (7/8):

SahamNilai Net Sell Asing
BBCARp214,98 miliar
EMASRp109,74 miliar
PTRORp100,66 miliar
BBRIRp82,68 miliar
BBNIRp44,73 miliar

Di tengah dinamika tersebut, IHSG ditutup melemah tipis 0,12% ke level 6.343. Total nilai transaksi Bursa Efek Indonesia mencapai Rp18,18 triliun, dengan volume perdagangan sebesar 54,90 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 2,67 juta kali.

Meski asing mencatatkan jual bersih secara agregat, aktivitas transaksi menunjukkan bahwa aliran dana asing tetap selektif terhadap saham tertentu. DSSA menjadi salah satu emiten yang mendapatkan perhatian karena kombinasi faktor aksi korporasi dan perubahan strategi bisnis yang sedang berlangsung.

Aksi Korporasi DSSA: Pelepasan Saham Treasury hingga Restrukturisasi BMT

Salah satu faktor yang menjadi perhatian pasar adalah rencana DSSA untuk melakukan pengalihan saham treasury maksimal 9,63 miliar saham atau sekitar 5% dari total saham beredar melalui mekanisme penjualan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Aksi tersebut dijadwalkan mulai berlangsung pada 10 Agustus 2026 dengan pelaksanaan mengikuti ketentuan POJK Nomor 29 Tahun 2023. Karena merupakan bagian dari pemenuhan regulasi terkait saham hasil buyback, aksi ini dapat dilakukan tanpa memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Saat ini, DSSA masih memiliki sekitar 37,91 miliar saham treasury yang berasal dari program pembelian kembali saham sebelumnya. Berdasarkan data BEI per 31 Juli 2026, struktur kepemilikan DSSA terdiri dari:

Pemegang SahamJumlah SahamPersentase
PT Sinar Mas Tunggal115,38 miliar saham59,9%
DSSA (saham treasury)37,91 miliar saham19,68%
Investor institusi asing

Beberapa investor institusi asing juga masih tercatat memiliki saham DSSA, termasuk UOB Kay Hian Pte Ltd sebesar 3,76%, Fitzgerald & Wilkinson Investments Ltd sebesar 3,45%, dan Citibank Hong Kong S/A PBG Clients HK sebesar 2,97%.

Selain pengalihan saham treasury, DSSA juga telah menyelesaikan restrukturisasi PT Bali Media Telekomunikasi (BMT) melalui proses konversi convertible debt. Setelah transaksi tersebut, BMT resmi menjadi anak usaha yang dikendalikan penuh oleh DSSA.

Dalam proses tersebut, BMT menerbitkan 8,54 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp1.000 per saham. Dana yang dihimpun mencapai sekitar Rp8,54 triliun dan seluruhnya digunakan untuk memperkuat struktur permodalan BMT, bukan untuk pengalihan aset.

Restrukturisasi ini memperkuat posisi DSSA dalam mengembangkan bisnis telekomunikasi dan infrastruktur digital, termasuk melalui kepemilikan tidak langsung terhadap sektor telekomunikasi yang lebih luas.

Transformasi DSSA: Dari Batu Bara Menuju Infrastruktur Digital dan Energi Bersih

Di balik aksi korporasi tersebut, DSSA tengah menjalankan strategi transformasi bisnis untuk mengurangi ketergantungan terhadap sektor batu bara. Saat ini, sekitar 89% pendapatan DSSA masih berasal dari Golden Energy Mines (GEMS) dengan kontribusi sekitar US$2,48 miliar pada 2025.

Namun, Perseroan mulai memperbesar kontribusi bisnis baru melalui dua pilar utama, yaitu Sinarmas Energy & Infrastructure serta Sinarmas Communication & Technology.

Berikut gambaran strategi bisnis DSSA:

Segmen BisnisFokus Pengembangan
EnergiBatu bara, pembangkit listrik, energi baru terbarukan, dan kimia
Infrastruktur digitalFiber optic, broadband, pusat data, dan konektivitas
TeknologiAI, machine learning, serta layanan digital

Pada sektor digital, DSSA memperkuat ekosistem melalui berbagai investasi, seperti:

  • Jaringan fiber optic dan broadband
    DSSA mengembangkan infrastruktur jaringan dengan jangkauan besar melalui bisnis telekomunikasi. Melalui kombinasi aset digital, perusahaan mengoperasikan jaringan fiber optic yang mendukung kebutuhan pelanggan ritel maupun korporasi.
  • Bisnis MyRepublic Indonesia
    Ekspansi broadband menjadi salah satu strategi DSSA untuk meningkatkan pendapatan berulang (recurring income) melalui layanan internet berbasis fiber-to-the-home (FTTH).
  • Pusat data Tier IV SMX01
    DSSA melalui PT SMPlus Digital Investama (SM+) mengembangkan pusat data di Jakarta dengan standar Tier IV dan kapasitas lebih dari 18 megawatt yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026.
  • Pengembangan teknologi AI
    Perseroan juga membangun kapabilitas teknologi melalui kerja sama dengan perusahaan teknologi asal China, iFLYTEK, untuk mengembangkan solusi machine learning dan AI.

Selain bisnis digital, DSSA juga memperluas portofolio energi rendah karbon melalui pengembangan panel surya, geothermal, serta elektrifikasi operasional tambang.

Perseroan telah membangun fasilitas manufaktur sel dan modul surya terintegrasi berkapasitas 1 GW per tahun di Kendal serta mengembangkan proyek panas bumi dengan potensi awal mencapai 440 MW di enam wilayah strategis Indonesia.

Apa yang Perlu Dicermati Investor dan Trader Saham DSSA?

Pergerakan saham DSSA yang mendapatkan akumulasi asing menunjukkan adanya perhatian pasar terhadap prospek transformasi bisnis Perseroan. Namun, investor tetap perlu melihat saham ini secara menyeluruh karena terdapat sejumlah faktor yang dapat memengaruhi pergerakan harga ke depan.

Bagi trader saham, aktivitas asing dan kenaikan volume transaksi dapat menjadi indikator penting untuk membaca momentum jangka pendek. Namun, kenaikan harga yang cepat juga perlu diimbangi dengan manajemen risiko karena volatilitas dapat meningkat setelah terjadi lonjakan harga.

Beberapa hal yang dapat menjadi perhatian trader antara lain:

  • Perhatikan volume dan keberlanjutan akumulasi asing
    Kenaikan harga yang didukung oleh peningkatan volume transaksi biasanya menunjukkan minat pasar yang lebih kuat. Namun, trader tetap perlu melihat apakah arus beli berlanjut atau hanya terjadi dalam satu sesi perdagangan.
  • Cermati dampak pelepasan saham treasury
    Rencana pengalihan saham treasury dapat meningkatkan jumlah saham yang beredar di pasar. Investor perlu memahami potensi dampaknya terhadap likuiditas dan sentimen pasar.
  • Pantau perkembangan bisnis non-batu bara
    Transformasi DSSA membutuhkan waktu karena kontribusi bisnis digital dan energi baru masih dalam tahap pengembangan. Perubahan komposisi pendapatan menjadi salah satu katalis yang perlu diperhatikan dalam jangka menengah hingga panjang.

Sementara itu, jika kamu merupakan investor dengan orientasi jangka panjang, strategi diversifikasi DSSA dapat menjadi faktor yang menarik untuk diperhatikan. Pergeseran menuju bisnis digital, pusat data, dan energi rendah karbon berpotensi membuka sumber pertumbuhan baru.

Pantau Pergerakan Saham DSSA dan Peluang Pasar Bersama Ajaib

Pergerakan saham seperti DSSA menunjukkan bahwa peluang di pasar saham dapat muncul dari berbagai katalis, mulai dari aksi korporasi, perubahan strategi bisnis, hingga aktivitas transaksi investor asing.

Dengan memahami informasi fundamental dan membaca sentimen pasar, kamu dapat membuat keputusan investasi maupun trading saham dengan lebih presisi. Mulai perjalanan investasi kamu bersama Ajaib. Download aplikasinya di Play Store & App Store sekarang!

Profil Penulis

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Sumber:
[1] https://katadata.co.id/finansial/bursa/6a7529d7a588f/investor-asing-net-buy-rp-273-m-lepas-saham-bbca-dan-emas-borong-dssa
[2] https://katadata.co.id/finansial/bursa/6a712a82b39b5/membaca-arah-baru-dssa-di-balik-perubahan-pemegang-saham-bersiap-lepas-treasuri

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!