Ajaib
Menu

Berita

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Naik di Tengah Beragam Sentimen Global

SalsabillaAugust 7, 2026

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Bertahan di Zona Hijau di Tengah Beragam Sentimen Global

Key Takeaways

  • IHSG dibuka menguat 0,14% ke level 6.352,38, sementara rupiah menguat ke Rp17.905 per dolar AS pada awal perdagangan Jumat (7/8/2026).
  • Pelaku pasar mencermati kombinasi sentimen global, mulai dari pergerakan Wall Street, data tenaga kerja AS, hingga harga minyak.
  • Arus dana asing masih menunjukkan rotasi portofolio, dengan aksi jual pada beberapa saham berkapitalisasi besar namun diikuti akumulasi pada sejumlah saham sektor energi dan perbankan.

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Kembali Menguat di Awal Perdagangan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Jumat (7/8/2026) di zona hijau dan kembali bertahan di atas level 6.350. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG berada di 6.352,38, naik 8,67 poin atau 0,14% dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di level 6.343,71. Di saat yang sama, rupiah juga melanjutkan penguatan dengan terapresiasi tipis ke Rp17.905 per dolar AS.

Pergerakan positif tersebut menunjukkan pasar domestik masih mampu bertahan di tengah beragam sentimen global. Meskipun investor tetap bersikap selektif menjelang sejumlah data ekonomi penting, pembukaan perdagangan mengindikasikan optimisme yang masih terjaga baik di pasar saham maupun pasar valuta asing.

Ringkasan Kondisi Pasar Pagi Ini

IndikatorPosisi
IHSG6.352,38 (+0,14%)
RupiahRp17.905/US$ (+0,03%)
Nilai transaksi awalRp136 miliar
Volume perdagangan301,8 juta saham
Saham naik220
Saham turun62
Saham stagnan681

Sentimen IHSG dan Rupiah Masih Dipengaruhi Faktor Global dan Domestik

Arah perdagangan hari ini dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Dari kawasan Asia, mayoritas bursa dibuka menguat seiring meningkatnya harapan terhadap pembukaan kembali Selat Hormuz yang berpotensi meredakan tekanan harga minyak dunia. Pelaku pasar juga menantikan data perdagangan China sebagai petunjuk permintaan komoditas global.

Di sisi lain, sentimen dari Amerika Serikat masih cenderung berhati-hati. Wall Street ditutup melemah setelah yield US Treasury meningkat dan indeks dolar AS (DXY) kembali menguat mendekati level psikologis 100. Investor global kini menunggu rilis Non-Farm Payrolls (NFP) yang menjadi salah satu indikator penting dalam membaca peluang arah kebijakan suku bunga The Fed.

Faktor yang Menjadi Perhatian Pasar

  • Pergerakan dolar AS. Penguatan DXY berpotensi memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
  • Harga minyak dunia. Kenaikan harga minyak dapat memicu kembali kekhawatiran inflasi global sehingga memengaruhi ekspektasi suku bunga.
  • Data tenaga kerja Amerika Serikat. Hasil NFP berpotensi memengaruhi arah pasar global, terutama ekspektasi terhadap kebijakan The Fed.
  • Wacana IPO BUMN. Pasar juga mulai mencermati rencana IPO sejumlah BUMN setelah proses konsolidasi dan restrukturisasi selesai sebagai salah satu sentimen jangka menengah.

Di dalam negeri, perhatian pasar tidak hanya tertuju pada kondisi makro, tetapi juga pada perkembangan kebijakan dan potensi katalis baru yang dapat memengaruhi minat investor terhadap pasar modal Indonesia.

Arus Dana Asing Masih Berotasi, Apa yang Perlu Dicermati Trader?

Data perdagangan Kamis (6/8/2026) menunjukkan investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp273,5 miliar. Meski demikian, pola transaksi memperlihatkan bahwa aksi tersebut lebih mencerminkan rotasi portofolio dibandingkan keluarnya dana secara menyeluruh dari pasar saham Indonesia.

Investor asing tercatat mengurangi kepemilikan pada beberapa saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, TLKM, ANTM, dan BRMS. Namun di saat yang sama, asing justru meningkatkan akumulasi pada saham DSSA, TPIA, PTRO, serta saham-saham perbankan Himbara seperti BBRI, BBNI, dan BMRI.

Hal yang Dapat Dicermati Trader Saham

  • Perhatikan pergerakan rupiah. Stabilitas nilai tukar sering menjadi salah satu faktor yang mendukung sentimen pasar saham domestik.
  • Amati pergerakan investor asing. Rotasi sektor sering kali memberikan gambaran mengenai area yang mulai mendapat perhatian pasar.
  • Waspadai volatilitas setelah rilis data AS. Publikasi data NFP berpotensi meningkatkan fluktuasi pasar global maupun domestik pada akhir pekan perdagangan.

Dalam kondisi seperti ini, banyak pelaku pasar cenderung menunggu konfirmasi dari data ekonomi sebelum mengambil posisi yang lebih agresif. Oleh karena itu, memantau perkembangan sentimen global bersamaan dengan indikator domestik menjadi salah satu pendekatan yang umum dilakukan trader ketika volatilitas meningkat.

Pantau Pergerakan IHSG dan Trading Saham Lebih Mudah di Ajaib

Pergerakan IHSG dan rupiah masih akan dipengaruhi perkembangan sentimen global maupun data ekonomi domestik dalam beberapa waktu ke depan.

Agar lebih mudah mengikuti perkembangan pasar dan mengambil keputusan yang sesuai dengan strategi investasi maupun trading saham, kamu dapat memanfaatkan berbagai fitur di aplikasi Ajaib untuk memantau pergerakan pasar secara real-time. Download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!

Profil Penulis

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Sumber:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/market/20260807083215-17-757306/bursa-ri-dibuka-positif-ihsg-bertahan-di-atas-6350
[2] https://www.cnbcindonesia.com/market/20260807084420-17-757310/rupiah-dibuka-menguat-pagi-ini-dolar-as-turun-tipis-ke-rp17905

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!