IHSG Hari Ini Ditutup Melemah 0,89% ke 6.130, Ini Saham Top Gainer & Top Loser LQ45
Ratih Mustikoningsih•July 28, 2026

Key Takeaways
- IHSG ditutup di zona merah, turun 0,89% ke level 6.130, melanjutkan tren koreksi selama 5 hari perdagangan beruntun.
- Nilai transaksi harian mencapai Rp10,92 triliun, dengan volume 254 juta lot dan frekuensi 1,68 juta kali transaksi.
- EXCL memimpin jajaran top gainer LQ45 dengan kenaikan 2,95%, sementara BUMI jadi top loser dengan pelemahan 2,94%.
- BBCA melaporkan laba bersih 2Q26 sebesar Rp14,9 triliun (+1,1% qoq, flat secara yoy), di tengah tekanan pada margin bunga bersih (NIM) perseroan.
Ringkasan Penutupan IHSG Hari Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,89% atau 55,19 poin ke level 6.130, setelah sempat bergerak di rentang 6.130–6.199 sepanjang perdagangan. Ini menandai hari kelima IHSG berturut-turut berada dalam tren koreksi.
Dari sisi statistik pasar, tercatat 358 saham menguat, 570 saham melemah, dan 391 saham stagnan — menunjukkan tekanan jual yang cukup merata di pasar hari ini.
| Statistik Pasar | Nilai |
|---|---|
| Nilai Transaksi | Rp10,92 Triliun |
| Volume Transaksi | 254 Juta Lot |
| Frekuensi Transaksi | 1,68 Juta Kali |
| Saham Menguat / Melemah / Stagnan | 358 / 570 / 391 |
Top 5 Gainer & Top 5 Loser LQ45
Menariknya, dua emiten telekomunikasi (EXCL, ISAT) dan ritel/consumer (AMRT, UNVR) mendominasi jajaran top gainer, sementara top loser didominasi saham-saham komoditas dan energi (BUMI, ANTM, MEDC, ADRO), sejalan dengan pelemahan sektor energi hari ini.
Koreksi Beruntun, Senada dengan Pelemahan Bursa Asia Pasifik
Pelemahan IHSG hari ini juga senada dengan tren di bursa regional Asia Pasifik. Indeks Nikkei 225 tercatat melemah 3,83%, sementara indeks KOSPI di Korea Selatan anjlok tajam 10,84% pada perdagangan 28 Juli 2026.
Dari sisi sektoral, sektor energi melemah 1,75% dan sektor properti tertekan lebih dalam hingga 3,25%, menjadi salah satu penyeret utama pelemahan IHSG hari ini.
Sorotan Emiten: BBCA Cetak Laba Bersih Rp14,9 Triliun di 2Q26
Di tengah pelemahan pasar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) merilis kinerja keuangan untuk semester I 2026 (1H26) dan kuartal II 2026 (2Q26).
Sepanjang 1H26, BBCA mencatatkan pertumbuhan kredit 8% yoy menjadi Rp1.036 triliun. Pendapatan bunga bersih (NII) tercatat turun tipis 0,6% yoy, namun laba bersih tetap tumbuh 1,8% yoy menjadi Rp29,5 triliun.
Secara kuartalan, NII 2Q26 tumbuh 1,3% qoq, dengan laba bersih tumbuh 1,1% qoq namun flat (0%) secara yoy di angka Rp14,9 triliun. Margin bunga bersih (NIM) bank only tercatat tertekan 50 bps, dari 5,8% pada 1H25 menjadi 5,3% pada 1H26, mencerminkan tekanan margin yang dihadapi perbankan di tengah kondisi suku bunga saat ini.
| Indikator BBCA | 1H26 | 2Q26 |
|---|---|---|
| Pertumbuhan Kredit | +8% yoy (Rp1.036 T) | — |
| Pendapatan Bunga Bersih (NII) | -0,6% yoy | +1,3% qoq |
| Laba Bersih | +1,8% yoy (Rp29,5 T) | +1,1% qoq, 0% yoy (Rp14,9 T) |
| NIM (bank only) | 5,3% (vs 5,8% di 1H25) | — |
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan merupakan rekomendasi untuk membeli, menjual, atau menahan saham/instrumen tertentu. Data pasar dan kinerja emiten yang digunakan bersifat historis dan tidak menjamin hasil di masa depan. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!