Ajaib
Menu

Berita

IHSG Dibuka Melemah, Rupiah Ikut Tertekan usai Gubernur BI Mundur

SalsabillaJuly 28, 2026

IHSG Dibuka Melemah, Rupiah Ikut Tertekan usai Gubernur BI Mundur

Key Takeaways

  • IHSG dibuka melemah 0,17% ke level 6.175,19, sementara rupiah ikut tertekan ke Rp18.069 per dolar AS usai kejutan mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo.
  • Bursa Asia kompak dibuka merah, dengan Kospi Korea Selatan ambruk 5,93%, di tengah penantian pasar terhadap laporan keuangan raksasa teknologi AS dan keputusan suku bunga The Fed.
  • Bank Indonesia merespons dengan memperkuat koordinasi lewat KSSK dan memangkas biaya hedging bagi investor asing.

Pasar Masih Mencerna Kejutan Mundurnya Gubernur BI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (28/7/2026), tercermin dari posisi 6.175,19 atau turun 0,17% dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.185,78. Pelemahan ini terjadi di tengah sikap wait and see pelaku pasar yang masih mencerna kabar mengejutkan soal mundurnya Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, ditambah kewaspadaan menjelang sederet agenda ekonomi global sepanjang pekan ini.

Hingga pukul 09.00 WIB, nilai transaksi awal sesi tercatat sekitar Rp115,33 miliar dengan volume 277,43 juta saham dalam 26.204 kali transaksi. Sebanyak 205 saham menguat, 97 saham melemah, dan 317 saham bergerak stagnan, menunjukkan tekanan jual masih terasa meski belum merata di seluruh papan perdagangan.

IndikatorNilai
IHSG (09.00 WIB)6.175,19 (-0,17%)
Penutupan sebelumnya6.185,78
Nilai transaksiRp115,33 miliar
Volume transaksi277,43 juta saham
Frekuensi transaksi26.204 kali
Saham menguat / melemah / stagnan205 / 97 / 317
Rupiah spot (dibuka)Rp18.069/USD (-0,33%)

Bursa Asia Kompak Tertekan, Sorotan Tertuju ke The Fed dan Raksasa Teknologi

Tekanan tidak hanya dirasakan pasar domestik. Bursa saham Asia turut dibuka melemah pada perdagangan hari yang sama, seiring pelaku pasar bersikap hati-hati menghadapi sejumlah agenda besar yang berpotensi menggerakkan arah pasar global dalam beberapa hari ke depan. Berikut sejumlah sentimen yang membebani laju bursa regional:

  • Kospi Korea Selatan anjlok 5,93% saat pembukaan, menjadi indeks dengan pelemahan terdalam di kawasan Asia.
  • Nikkei 225 Jepang turun 0,65% dan Topix melemah 0,63%, sementara S&P/ASX 200 Australia terkoreksi 0,38%.
  • Investor tengah menanti laporan keuangan sejumlah raksasa teknologi AS seperti Amazon, Meta Platforms, Microsoft, dan Apple, dengan sorotan khusus pada keberlanjutan belanja modal (capex) perusahaan hyperscaler yang selama ini menopang reli saham semikonduktor.
  • Keputusan suku bunga Federal Reserve serta data kepercayaan konsumen AS turut menjadi katalis yang dinanti pasar pekan ini.

Di pasar komoditas dan obligasi, harga minyak mentah Brent kembali berada di bawah US$90 per barel seiring jeda konflik antara AS dan Iran, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke kisaran 4,65%. Kombinasi faktor ini membuat pasar regional, termasuk Indonesia, bergerak lebih berhati-hati menjelang rilis data-data penting tersebut.

Rupiah Ikut Melemah, BI Perkuat Koordinasi Lewat KSSK dan Danantara

Sejalan dengan tekanan di pasar saham, nilai tukar rupiah juga dibuka melemah 0,33% ke level Rp18.069 per dolar AS, dari posisi penutupan sebelumnya di Rp18.009. Pelemahan ini sejalan dengan mayoritas mata uang Asia lainnya, dengan dolar Taiwan tercatat sebagai mata uang yang melemah paling dalam di kawasan setelah turun 0,39%, disusul won Korea Selatan yang ambles 0,34%.

Merespons dinamika ini, Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka pada Senin (27/7/2026) guna memperkuat sinergi antarotoritas dalam menjaga stabilitas keuangan nasional. Pejabat Sementara Gubernur BI, Destry Damayanti, menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah menjadi prioritas utama kebijakan moneter saat ini, dengan Bank Indonesia mengaktifkan instrumen intervensi di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga Non-Deliverable Forward (NDF). Sejalan dengan hasil Rapat Dewan Gubernur Juli, BI turut memangkas biaya transaksi lindung nilai (hedging) sebagai insentif untuk menarik arus modal asing.

Strategi Trader Menghadapi Sentimen IHSG dan Rupiah Hari Ini

Transisi kepemimpinan BI, pelemahan rupiah, hingga agenda global seperti FOMC dan laporan keuangan teknologi AS menuntut kamu untuk lebih selektif dalam mengambil posisi. Berikut beberapa hal yang bisa kamu terapkan:

  1. Cermati saham yang sensitif terhadap kurs. Pelemahan rupiah berpotensi menekan emiten dengan beban utang dolar AS atau bahan baku impor yang besar, sementara emiten berorientasi ekspor bisa relatif lebih tertahan.
  2. Pantau level psikologis IHSG dan rupiah. Perhatikan apakah IHSG mampu bertahan di kisaran level pembukaan hari ini dan sejauh mana pelemahan rupiah berlanjut, karena penembusan level-level tertentu berpotensi memicu aksi jual lanjutan.
  3. Tunggu konfirmasi dari katalis besar. Keputusan suku bunga The Fed dan laporan keuangan raksasa teknologi AS berpotensi mengubah arah pasar dengan cepat, sehingga bersikap lebih selektif sebelum data-data tersebut rilis bisa membantu kamu mengambil keputusan yang lebih terukur.
  4. Manfaatkan momen konsolidasi untuk riset. Di tengah ketidakpastian arah kebijakan BI, kamu bisa memanfaatkan waktu ini untuk menyusun watchlist saham fundamental baik yang harganya mulai terkoreksi.

Pantau Pergerakan Pasar dan Mulai Investasi Saham Bareng Ajaib

Dinamika IHSG dan rupiah hari ini menunjukkan betapa cepatnya sentimen pasar bisa berubah akibat kombinasi faktor domestik dan global. Supaya kamu tidak ketinggalan momentum di tengah kondisi pasar yang dinamis seperti ini, penting untuk memantau pergerakan harga secara realtime sebelum mengambil keputusan. Mulai investasi saham langsung dari genggaman dengan fitur-fitur yang dirancang untuk membantu kamu membaca arah pasar lebih cepat dan tepat. Download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Sumber:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/market/20260728085005-17-754314/ihsg-dibuka-melemah-017-ke-level-6175
[2] https://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-dibuka-melemah-ke-rp-18069-per-dolar-as-hari-ini-287-asia-tertekan#goog_rewarded
[3] https://www.emitennews.com/news/jaga-rupiah-bi-pangkas-biaya-hedging

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!