3 Rights Issue Baru: BAJA, VKTR, dan ENRG, Mana yang Paling Menarik?
Salsabilla•July 28, 2026

Key Takeaways
- Tiga emiten, yakni Saranacentral Bajatama (BAJA), VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR), dan Energi Mega Persada (ENRG), kompak menggelar rights issue dengan jadwal berdekatan sepanjang akhir Juli hingga akhir Agustus 2026. Masing-masing menawarkan skema harga, rasio HMETD, dan tujuan penggunaan dana yang berbeda.
- ENRG didukung standby buyer dari Grup Bakrie, sedangkan VKTR tidak memiliki standby buyer sama sekali. Perbedaan ini menjadi faktor penting yang memengaruhi tingkat risiko dilusi bagi pemegang saham.
- BAJA menetapkan harga pelaksanaan rights issue sekitar 3-4 kali di atas harga wajar sahamnya sehingga sempat menjadi sorotan BEI. Langkah ini dilakukan untuk memastikan dana yang dihimpun cukup guna melunasi kewajiban kepada pihak afiliasi.
Musim Rights Issue Kembali Ramai
Musim aksi korporasi kembali ramai di Bursa Efek Indonesia. Tiga emiten sekaligus, Saranacentral Bajatama (BAJA), VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR), dan Energi Mega Persada (ENRG), resmi mengumumkan rencana rights issue dengan jadwal cum date yang berdekatan, mulai dari akhir Juli hingga pertengahan Agustus 2026.
Meski sama-sama menghimpun dana segar lewat skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), ketiganya punya tujuan dan profil risiko yang cukup berbeda. Ada yang fokus menyehatkan neraca, ada yang mengejar ekspansi bisnis, dan ada pula yang memperkuat aset inti perusahaan. Berikut rangkuman lengkapnya.
Jadwal dan Skema Rights Issue BAJA, VKTR, ENRG
Dari sisi jadwal, BAJA menjadi yang paling akhir cum date-nya di antara ketiga emiten, sementara VKTR akan cum date hari ini. Berikut perbandingan lengkap skema masing-masing rights issue:
| Emiten | Rasio | Harga Pelaksanaan | Cum Date | Ex Date | Recording Date | Periode Perdagangan HMETD | Target Dana | Standby Buyer |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| BAJA | 2:1 | Rp500 | 24 Agt 2026 | 26 Agt 2026 | 27 Agt 2026 | 31 Agt-4 Sep 2026 | Rp450 miliar | PT Sarana Steel |
| VKTR | 7:4 | Belum ditetapkan* | 28 Jul 2026 | 29 Jul 2026 | 30 Jul 2026 | 3-7 Agt 2026 | Belum ditetapkan* | Tidak ada |
| ENRG | 2:1 | Rp310 | 13 Agt 2026 | 14 Agt 2026 | 18 Agt 2026 | 20-28 Agt 2026 | Hingga Rp4,12 triliun | PT Bakrie Kalila Investment (BKI) |
Alokasi Dana dan Tujuan Bisnis Masing-Masing Emiten
Perbedaan tujuan dana menjadi salah satu pembeda utama ketiga rights issue ini. Berikut rincian alokasi dana masing-masing emiten beserta konteksnya:
- BAJA mengalokasikan 98,96% dana (sekitar Rp445,32 miliar) untuk melunasi seluruh utang afiliasi kepada Sarana Steel, sementara sisanya sekitar Rp4,68 miliar untuk modal kerja termasuk pembelian bahan baku.
- VKTR mengalokasikan 80% dana untuk penyertaan modal ke anak usaha PT Sarana Ekomobilitas Indonesia (SEI), guna membeli armada bus dan truk listrik sepanjang 2026-2027 dan memperkuat bisnis e-Mobility as a Service (e-MaaS). Sisanya 20% dipakai sebagai modal kerja perseroan.
- ENRG mengalokasikan 96,59% dana untuk penyertaan modal ke anak usaha guna memperkuat kegiatan eksplorasi dan produksi migas, sementara 3,41% sisanya untuk modal kerja dan biaya operasional.
Dari pola alokasi ini terlihat dua arah strategi yang kontras: BAJA memilih jalur defensif dengan membereskan beban utang lebih dulu, sementara VKTR dan ENRG lebih agresif mengarahkan dana ke ekspansi dan penguatan lini bisnis inti masing-masing.
Apa yang Perlu Diperhatikan Investor Sebelum Beli Saham BAJA, VKTR, dan ENRG?
Ketersediaan standby buyer menjadi salah satu variabel penting yang membedakan tingkat risiko ketiga rights issue ini. BAJA dan ENRG sama-sama memiliki pembeli siaga yang menjamin seluruh saham baru terserap, sehingga risiko rasio pemegang saham publik lebih terkendali.
Dari sisi harga, ENRG memiliki potensi penyesuaian harga teoritis paling signifikan, hingga 33,33% dari estimasi harga sebelum cum date, mengingat harga pelaksanaan Rp310 jauh di bawah harga pasar. Meski begitu, keberadaan standby buyer dari Grup Bakrie membuat risiko dilusi lebih terkendali dibanding VKTR yang sepenuhnya bergantung pada partisipasi ritel. Sementara itu, harga pelaksanaan BAJA yang berada 3-4 kali di atas harga wajar sahamnya justru mencerminkan tujuan berbeda: bukan untuk menarik minat beli semata, melainkan memastikan dana yang terkumpul cukup untuk melunasi kewajiban afiliasi sesuai target.
Pantau Saham Rights Issue Lebih Mudah di Ajaib

Mulai trading saham di layar yang lebih besar dan fitur yang lebih lengkap dan cepat di Ajaib. Gunakan fitur Corporate Action, untuk melihat semua jadwal aksi korporasi emiten dalam satu layar. Fitur ii memungkinkan kamu untuk memantau jadwal Stock Split, Dividend, RUPS, hingga Right Issue lengkap dengan rasio HMETD, cum date, ex date, record date, dan trading period yang jadi acuan utama sebelum masa perdagangan HMETD ditutup.
Cukup buka watchlist di Ajaib Terminal, klik saham yang dituju, lalu lihat tab Corp Action untuk mendapatkan jadwal lengkapnya. Mulai trading saham dan pantau setiap momentum aksi korporasi lebih cepat. Download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Artikel Terkait




Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!
