Ajaib
Menu

Berita

Gubernur BI Mundur, Depresiasi Rupiah 7,6% Ytd. PGEO Raih Pendanaan Rp1,35 T

Ratih MustikoningsihJuly 27, 2026

Gubernur BI Mundur, Depresiasi Rupiah 7,6% Ytd. PGEO Raih Pendanaan Rp1,35 T

Riset dibuat pada Senin, 27 Juli 2026 oleh Ratih Mustikoningsih, Financial Expert Ajaib Sekuritas.

IHSG dalam sepekan +0,38%, apresiasi IHSG tertahan setelah tingkat suku bunga BI-Rate tetap 5,75% di tengah lonjakan harga energi, inflasi, hingga depresiasi rupiah. Investor asing outflow Rp2,56 triliun dalam sepekan (24/7). Pada awal pekan, IHSG koreksi terbatas -0,17% pasca Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mundur dari jabatanya dan digantikan sementara oleh Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti. Perry menjabat sebagai Gubernur BI selama 2 periode pada 2018-2023 hingga 2023-2028 (namun saat ini hanya sampai 2026). Sementara, sejak awal tahun (ytd) rupiah terdepresiasi 7,6% (JISDOR Rp17.995/USD) (27/7). 

Adapun kinerja IHSG dan indeks utama lainnya pada pekan lalu periode 20-24 Juli 2026 data nya sebagai berikut:

IHSG6.196(+0,34%)LQ45614(-1,15%)JII371(+1,35%)IDX30345(-1,57%)

PGEO: Raih Pendanaan Rp1,35 T, Kejar Target Kapasitas 1 GW

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman non-tunai (non-cash loan) tanpa agunan senilai hingga USD75 juta (Rp1,35 triliun, Kurs Rp18 ribu/USD) dengan PT Bank Mizuho Indonesia berupa Bank Garansi, SBLC, L/C Impor, APF, dan pinjaman berulang. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat fleksibilitas pembiayaan untuk mempercepat pengembangan proyek panas bumi, sejalan dengan target pencapaian kapasitas terpasang sebesar 1 GW pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034. Selama Juli 2026 (MtD) harga saham PGEO +13,5% (27/7). 

MTEL Guyur Rp35,9 Miliar Borong Saham Investor yang Tolak Merger

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) rampung melakukan buyback saham khusus bagi para pemegang saham yang menolak rencana penggabungan usaha (merger). Sebelumnya,  PT Persada Sokka Tama (PST) dan PT Ultra Mandiri Telekomunikasi (UMT) yang merupakan anak usaha MTEL dengan kepemilikan 100% akan melebur jadi bagian dari MTEL. 

Proses buyback dilakukan pada (3 -10 Juli 2026) dengan membeli kembali 69.777.200 lembar saham di harga Rp515/ saham total transaksi Rp35,93 miliar. Seluruh proses pembayarannya telah diselesaikan pada 17 Juli 2026. Harga saham MTEL pada periode buyback tersebut sebesar Rp487/saham, sehingga harga buyback yang ditawarkan lebih menguntungkan investor +5,7%. 

BMRI: Laba Bersih 2Q26 Rp15 T (+33,5% yoy, -2,31% qoq), NIM Tertekan

Bank Mandiri (BMRI) pada 1H26 melaporkan pertumbuhan kredit secara konsolidasi +18,8% yoy Rp1.677 triliun. Pendapatan non-bunga (fee-based income) tumbuh signifikan +14,9% yoy Rp 22,8 triliun pada 1H26 akibat pendapatan fee dari aplikasi Livin +46,5% yoy. Secara bottom line laba bersih (PATMI) pada 1H26 Rp30,4 triliun +24,4% yoy. 

Sementara, pada 2Q26 laba bersih (+33,5% yoy, -2,31% qoq) Rp15 triliun. Berdasarkan rasio profitabilitas, meski kredit ekspansif dan laba tumbuh, marjin bunga bersih (NIM) tertekan ke level 4,5% 1H26 Vs 4,8% pada 1H25. Kondisi tersebut mencerminkan loan yield pressure ditengah terbatasnya likuiditas akibat iklim suku bunga tinggi. 

BI-Rate tetap 5,75% di Luar Ekspektasi. Meskipun dalam era suku bunga tinggi 5,75%, pertumbuhan kredit pada Juni 2026 justru +12,67% yoy (di atas target BI 8%-12%). Performa tersebut sejalan dengan kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) hingga 6% dari DPK kepada sektor prioritas seperti hilirisasi, UMKM, dan konstruksi. 

Google Play StoreApple App Store

Sumber: Keterbukaan Informasi BEI, Kemenkeu, dan Ajaib Research

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!