Ajaib
Menu

Berita

IHSG Dibuka Melemah, Rupiah Ikut Tertekan Usai Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur

SalsabillaJuly 27, 2026

IHSG Dibuka Melemah, Rupiah Ikut Tertekan Usai Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur

Key Takeaways

  • IHSG dibuka melemah 0,26% ke level 6.180,33, sementara rupiah melemah 0,14% ke posisi Rp17.960/US$, menyusul kabar mengejutkan pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo.
  • Destry Damayanti ditunjuk sebagai pejabat Gubernur BI sementara, dengan alasan resmi pengunduran diri Perry disebut sebagai alasan pribadi.
  • Di sisi lain, sentimen global justru sedikit membaik, konflik Timur Tengah mereda dan indeks dolar AS (DXY) melemah, namun pasar tetap wait and see menjelang keputusan suku bunga The Fed pekan ini.

Kejutan Awal Pekan: Gubernur BI Mundur, IHSG dan Rupiah Kompak Melemah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin (27/7/2026) di zona merah, seiring sikap wait and see pelaku pasar menjelang sederet agenda ekonomi global sepanjang pekan ini. Pelemahan ini turut diperberat oleh kabar mengejutkan dari dalam negeri, yaitu Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya, sebagaimana disampaikan dalam konferensi pers pagi ini di Gedung BI, Jakarta.

Senada dengan pergerakan IHSG, nilai tukar rupiah turut melemah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan awal pekan. Kombinasi sentimen domestik dari sisi kelembagaan bank sentral dan sederet katalis global yang masih dinanti membuat pasar keuangan Indonesia bergerak dalam tekanan pada awal sesi.

IHSG Dibuka Melemah, Tekanan Jual Masih Mendominasi

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.00 WIB, berikut ringkasan pergerakan IHSG pada awal perdagangan:

IndikatorData
Level pembukaan6.180,33 (-0,26%)
Penutupan sebelumnya6.196,43
Level tertinggi6.188,03
Level terendah6.172,84
Nilai transaksi±Rp336,7 miliar
Volume transaksi557,2 juta saham
Jumlah transaksi68.480 kali
Saham menguat / melemah / stagnan189 / 239 / 537

Data di atas menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi pada awal sesi, tercermin dari jumlah saham yang melemah (239) lebih banyak dibanding yang menguat (189), sementara mayoritas saham lain masih bergerak stagnan. Kondisi ini konsisten dengan sikap wait and see pelaku pasar yang tengah mencermati dampak lanjutan dari pergantian kepemimpinan Bank Indonesia serta sejumlah agenda ekonomi global yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan.

Rupiah Melemah ke Rp17.960, Meski Dolar AS Ikut Tertekan

Nilai tukar rupiah turut bergerak melemah pada pembukaan perdagangan awal pekan ini. Berikut beberapa poin penting terkait pergerakan rupiah:

  • Rupiah melemah 0,14% ke posisi Rp17.960/US$, melanjutkan tren pelemahan dari perdagangan Jumat (24/7/2026) yang ditutup turun 0,25% ke Rp17.935/US$.
  • Indeks dolar AS (DXY) justru terkoreksi 0,3% ke level 101,164, yang secara normal seharusnya memberi ruang penguatan bagi rupiah, namun sentimen domestik dari pengunduran diri Gubernur BI membuat tekanan pelemahan tetap terjadi.
  • Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan yang berakhir Rabu (29/7/2026) berada di 36,3%, meningkat tipis dibanding posisi pekan lalu namun belum berubah signifikan.

Kronologi Mundurnya Perry Warjiyo dan Peralihan Kepemimpinan BI

Pengunduran diri Perry Warjiyo dilakukan secara sukarela pada Sabtu (25/7/2026), hanya beberapa hari setelah ia memimpin konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI periode Juli yang memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%. Mengacu pada Pasal 48 ayat (1) huruf a UU Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana diubah melalui UU Nomor 4 Tahun 2026, Dewan Gubernur BI menggelar rapat pada Minggu (26/7/2026) dan menetapkan Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior BI, sebagai pejabat Gubernur sementara sesuai Pasal 50 ayat (2) UU BI.

BI menyebut alasan pengunduran diri Perry sebagai alasan pribadi, tanpa merinci lebih lanjut. Sumber CNBC Indonesia menyebut alasan tersebut terkait masalah kesehatan, meski hal ini belum dikonfirmasi secara resmi. Dalam konferensi pers Senin pagi, Destry menegaskan bahwa pelaksanaan tugas dan pengambilan keputusan di BI akan tetap dilakukan secara kolektif dan kolegial, guna memastikan keberlangsungan stabilitas nilai tukar rupiah, sistem pembayaran, dan sistem keuangan nasional.

Sentimen Pasar Pekan Ini: Dari Timur Tengah hingga Keputusan The Fed

Di tengah gejolak domestik, sentimen dari sisi geopolitik justru menunjukkan sedikit perbaikan. Ketegangan di Timur Tengah mereda setelah Iran menyatakan siap menghentikan serangan apabila Amerika Serikat turut menghentikan aksi militernya, sementara AS juga dilaporkan menghentikan sementara serangan udara terhadap Iran selama akhir pekan. Perkembangan ini mendorong harga minyak dunia turun dan meningkatkan selera risiko (risk appetite) investor secara global.

Sepanjang pekan ini, pelaku pasar juga akan mencermati padatnya agenda ekonomi global: dari Amerika Serikat ada data pesanan barang tahan lama (durable goods orders), keputusan suku bunga The Fed, inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE), serta pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026. Dari Asia, investor menanti hasil rapat Politbiro China yang diperkirakan memberi petunjuk arah stimulus ekonomi paruh kedua tahun ini, disusul rilis PMI manufaktur China dan rapat kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ) di akhir pekan. Dari dalam negeri, pelaku pasar turut mencermati rilis data neraca perdagangan, inflasi konsumen dan produsen, pertumbuhan ekonomi, hingga posisi utang luar negeri.

Strategi Menghadapi Volatilitas IHSG dan Rupiah Pekan Ini

Kondisi pasar yang dipenuhi ketidakpastian domestik dan global seperti ini menuntut kedisiplinan ekstra bagi kamu yang aktif memantau pergerakan IHSG dan rupiah. Berikut beberapa hal yang bisa kamu terapkan:

  1. Kurangi ukuran posisi dan perketat manajemen risiko. Volatilitas tinggi membuat pergerakan harga sulit ditebak, sehingga posisi yang lebih kecil dari biasanya dengan stop loss yang disiplin dapat membantu menjaga kerugian tetap terkendali.
  2. Waspadai saham yang sensitif terhadap kurs. Pelemahan rupiah berpotensi menekan emiten dengan utang dolar AS atau bahan baku impor yang besar, sementara emiten berorientasi ekspor berpotensi relatif lebih terlindungi.
  3. Pantau level psikologis IHSG dan rupiah. Perhatikan apakah IHSG mampu bertahan di atas level 6.170-6.180 dan apakah rupiah melanjutkan pelemahan di atas Rp17.960/US$, karena penembusan level-level ini berpotensi memicu aksi jual lanjutan.
  4. Jangan buru-buru mengambil posisi sebelum katalis besar dirilis. Keputusan suku bunga The Fed serta rangkaian data ekonomi AS dan Asia pekan ini berpotensi mengubah arah pasar dengan cepat, sehingga menunggu konfirmasi arah setelah rilis data kerap lebih aman.
  5. Manfaatkan momen koreksi untuk menyusun watchlist. Bagi kamu yang berorientasi jangka menengah, koreksi seperti ini bisa menjadi kesempatan mencatat saham-saham berfundamental baik yang harganya mulai terdiskon, untuk kemudian masuk secara bertahap saat sentimen mulai mereda.

Pantau Pergerakan IHSG dan Rupiah, Mulai Investasi Saham di Ajaib

Dinamika pasar hari ini menunjukkan betapa cepatnya sentimen domestik dan global bisa saling memengaruhi arah IHSG dan rupiah dalam waktu singkat. Di tengah padatnya agenda ekonomi pekan ini, informasi yang cepat dan akurat menjadi kunci sebelum kamu mengambil keputusan. Melalui aplikasi Ajaib, kamu bisa memantau pergerakan pasar secara realtime dan memanfaatkan berbagai fitur untuk trading saham dengan lebih presisi. Download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Sumber:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/market/20260727082115-17-753961/ihsg-dibuka-melemah-usai-perry-warjiyo-mundur-dari-bi
[2] https://www.cnbcindonesia.com/market/20260727084438-17-753967/rupiah-melemah-ke-rp17960-pasca-gubernur-bi-perry-warjiyo-mundur

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!