Investasi, Saham

Beda Ekuitas dan Saham Agar Tidak Keliru di Kemudian hari

beda ekuitas dan saham

Ajaib.co.id – Apa sih beda ekuitas dan saham? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kamu simak ulasan dari redaksi Ajaib berikut ini. Saat ingin memulai bisnis, ada dua poin penting yang harus dipersiapkan. Dua poin tersebut adalah ide dan modal yang akan diinvestasikan. Tanpa kedua hal tersebut, maka bisnismu tidak bisa berkembang.

Jika kamu ingin membangun bisnis, maka harus mengetahui beda ekuitas dan saham terlebih dahulu. Secara sederhana, ekuitas merupakan kepemilikan dari suatu bisnis atau perusahaan. Nilai dari buku ekuitas dilihat sebagai perbedaan antara aset perusahaan dan liabilitas dalam neraca perusahaan. Sementara itu, nilai pasar ekuitas dibandingkan harga saham saat ini ditentukan oleh investor.

Dalam dunia perdagangan, ekuitas memang mengacu pada saham. Lalu, dalam dunia akuntan dan pinjaman, ekuitas mengacu pada jumlah modal yang dikeluarkan oleh pemiliknya. Maka dari itu, setiap orang yang ingin memulai bisnis harus memahami beda ekuitas dan saham. Dengan begitu, tidak ada lagi kesalahpahaman antara ekuitas dan saham.

Pengertian Ekuitas dan Saham

1. Pengertian Ekuitas

Pengertian ekuitas dalam bahasa Inggris adalah equityEquity dalam konteks bisnis adalah kekayaan atau harta bersih yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Ekuitas bisa dimiliki oleh pemilik perusahaan yang menanamkan modalnya kepada perusahaan yang sedang dijalankan. Ekuitas perusahaan pun tidak melulu soal saham atau dana yang ditanamkan oleh investor.

Dalam perusahaan, ekuitas menjadi tolak ukur dari penjualan saham kepada pemegang saham. Tidak hanya berfokus pada jumlah modal saham yang disetorkan oleh para investor, namun juga dari nilai jual saham yang dimiliki.

Secara sederhana, ekuitas adalah modal atau uang yang akan dikembalikan kepada pemegang saham suatu perusahaan atau dikatakan juga sebagai hak yang akan diterima pemilik atau pemegang saham di kemudian hari sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki.

Cara penghitungan ekuitas dilakukan dengan pengurangan jumlah aktiva perusahaan dengan pasiva. Aktiva meliputi kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan untuk menjalankan bisnis, seperti biaya transaksi.

Kemudian, pasiva merupakan biaya ekonomi atau utang yang harus dibayar oleh perusahaan di masa mendatang. Secara garis besar, ekuitas adalah aset bersih yang diperoleh dari investasi pemilik bisnis dan keuntungan operasional perusahaan.

2. Pengertian Saham

Sementara itu, saham merupakan bukti kepemilikan seseorang dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Jika kamu memiliki saham, maka bisa disebut sebagai pemilik perusahaan dan tergantung dari berapa banyak kepemilikanmu.

Bentuk atau wujud dari saham adalah satu lembar kertas yang dikeluarkan oleh perusahaan, kemudian menyatakan bahwa pemilik kertas yang namanya sudah tercantum dalm surat itu adalah pemilik perusahaan yang sesuai dengan porsi berapa persen yang ditanamkan.

Beda Ekuitas dan Saham

Agar lebih mudah memahami mengenai beda saham dan ekuitas, maka di bawah ini adalah contoh yang bisa kamu pelajari agar mudah dipahami.

Ekuitas adalah nilai aset bersih dari perusahaan, sedangkan saham merupakan surat berharga yang diterbitkan untuk meraih modal perusahaan. Hasil dari penjualan saham, misalnya mencapai Rp1 miliar masuk ke perusahaan, Rp1 miliar itu dinamakan ekuitas perusahaan.

Beda ekuitas dan saham bisa juga dilihat ketika kamu membeli 1.000 lembar saham dengan total Rp1 miliar. Perusahaan bangkrut, kamu tetap memiliki 1.000 lembar saham, tapi ekuitas 0 karena perusahaan sudah kehilangan aset dan nilainya tidak lagi ada. Namun, kamu sebagai pemegang saham tetap bisa mendapatkan pengembalian dari aset yang masih tersisa.

Bentuk dari ekuitas adalah segala aset yang dimiliki perusahaan yang didapatkan dari penjualan produk dan penjualan saham, yang sudah dikurangi kewajiban seperti utang dan pajak. Sedangkan, bentuk saham adalah surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan.

Mengenal Ekuitas Pemegang Saham

Ekuitas merupakan modal berupa harta yang dikeluarkan perusahaan untuk digunakan sebagai biaya operasional perusahaan.  Nantinya harta tersebut akan mengalami residu atau pengurangan karena kewajiban yang harus dibayarkan seperti kewajiban utang dan beban lainnya.

Nilai dari ekuitas tidak selalu positif, bisa juga menjadi negatif karena beban yang dimiliki perusahaan lebih besar dibanding dengan nilai asetnya. Ketika ekuitas negatif, maka disebut dengan defisit. Di mana, beban perusahaan bisa dikategorikan sebagai utang perusahaan, gaji karyawan, dan bisa juga beban operasional alat perusahaan. Ketika nilai ekuitas dalam posisi negatif, maka perlu diwaspadai karena jika semakin parah nilai negatifnya bisa saja perusahaan mengalami kebangkrutan.

Ekuitas pemegang saham adalah jumlah uang yang diberikan kepada pemegang saham ketika aset perusahaan dilikuidasi serta utang dibayar. Nilai yang dalam kehidupan sehari-hari sering dibahas. Ekuitas yang satu ini juga dijadikan sebagai faktor acuan penentuan sehat tidaknya kondisi keuangan sebuah bisnis.

Jenis-Jenis Ekuitas

Terdapat lima jenis yang dimiliki oleh ekuitas, yaitu modal disetorkan, laba yang tidak dibagi, modal penilaian kembali, modal sumbangan, dan lainnya.

1. Modal Disetorkan

Adalah jumlah dana yang disetorkan oleh pemegang saham yang terbagi menjadi dua kelompok, yakni:

a. Merupakan jumlah nominal saham yang beredar.

b. Agio atau Disagio Saham yang merupakan selisih antara setoran pemegang saham dengan jumlah nominal sahamnya.

2. Laba yang Tidak Dibagi atau Laba ditahan

Modal tersebut merupakan kumpulan dari laba tahun sebelumnya yang tidak dibagi menjadi dividen. Laba ini berasal dari perusahaan. Jika laba ini saldonya debit, maka disebut sebagai defisit.

Laba yang tidak dibagi dapat diminta oleh pemegang saham sebagai dividen. Maka dari itu, perusahaan harus mengantisipasi jika laba tidak dibagi diminta sebagai dividen dengan membuat cadangan dari laba yang tidak dibagi.

3. Modal Penilaian Kembali

Jika dilakukan penilaian kembali terhadap aktiva perusahaan, maka selisih nilai buku lama dengan nilai buku yang baru dicatat sebagai modal penilaian kembali.

4. Modal Sumbangan

Merupakan modal yang muncul akibat suatu perusahaan yang memperoleh aktiva dan berasal dari sumbangan.

5. Modal Lain

Berbentuk modal dari cadangan laba tidak dibagi, seperti cadangan untuk ekspansi, penurunan harga persediaan, cadangan pelunasan obligasi, dan lainnya.

Jumlah laba yang tidak dibagi dan sudah dicadangkan, tidak bisa lagi diminta sebagai dividen.

Jenis-Jenis Saham

Ada dua jenis saham yang harus kamu ketahui, yaitu saham biasa dan saham preferen. Berikut ini adalah penjelasannya:

1. Saham Biasa

Saham biasa merupakan surat berharga yang berguna sebagai bukti kepemilikan usaha perusahaan. Pemilik saham berhak menerima sebagian pendapatan dividen dari perusahaan, kemudian bersedia untuk menanggung risiko kerugian yang akan diderita perusahaan.

Bagi mereka yang memiliki saham perusahaan, memiliki hak ambil bagian terhadap pengelolaan perusahaan. Besaran hak pengelolaannya pun tergantung dari jumlah saham yang dimiliki.

Saat perusahaan menghasilkan keuntungan, maka mereka memiliki persentase saham yang besar dan menerima keuntungan yang besar. Sebaliknya, mereka juga siap menerima kerugian jika perusahaan gagal menghasilkan pendapatan. 

2. Saham Preferen

Saham preferen merupakan surat berharga yang membuktikan jika pemiliknya memiliki hak lebih dari pemegang saham biasa. Pemegang saham berhak didahulukan saat pembagian keuntungan perusahaan.

Jika dilihat, saham preferen lebih baik dibandingkan saham biasa. Namun, sebenarnya bukanlah begitu. Saham preferen tidak lebih baik, namun hanya berbeda dari jenis saham biasa.

Nyatanya, cara ampuh untuk melihat saham preferen adalah melepaskan hak memiliki perusahaan untuk mendapatkan perlindungan seperti kreditur.

Pengetahuan mengenai beda ekuitas dan saham tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan dan mereka yang sedang menjalani suatu bisnis. Sebagai orang awam, kamu dapat memanfaatkan informasi mengenai ekuitas dan saham perusahaan untuk berinvestasi.

Misalnya, kamu ingin berinvestasi melalui pasar modal baik dari saham atau obligasi, maka kamu bisa memilih perusahaan terbuka yang memiliki ekuitas positif dari berbagai elemen.

Itulah tadi penjelasan mengenai beda ekuitas dan saham. Dengan begitu, kamu bisa menjalankan bisnis atau perusahaan dengan baik. Jadi, pastikan sebelum memulai investasi, penting bagi kamu untuk mengecek ekuitas yang dimiliki perusahaan.

Nah, bagi kamu yang ingin membeli saham, kamu bisa membeli saham dengan mendownload aplikasi Ajaib. Lewat aplikasi Ajaib, kamu bisa dengan mudah membeli saham dari mana saja dan kapan saja, kamu juga bisa mengecek laporan keuangan yang didalamnya terdapat data ekuitas dan bisa jadi tolak ukur bagi kamu untuk mengambil keputusan untuk membeli saham salah satu perusahaan.

Artikel Terkait